28/05/20

Wallahu a’lam untuk Dua Tokoh Mikroba

Senin, 24 Februari 2014
Dahlan Iskan Manufacturing Hope 117

Mungkin saya belum akan bisa bertemu tokoh kita yang hebat ini: Prof Dr Ali Zum Mashar. Setidaknya dalam waktu dekat ini.

Padahal saya pengin sekali bertemu. Dialah penemu mikroba P2000Z yang oleh beberapa pihak disebut mikroba google.

Keinginan saya itu bermula dari permintaan masyarakat. Yakni agar BUMN ikut mengatasi tanah pertanian yang tertimbun abu gunung berapi. Baik di Sinabung maupun di sekitar Gunung Kelud.

Abu itu memang bisa jadi sumber kesuburan, tapi bukan sekarang. Beberapa waktu lagi. Padahal petani harus segera bercocok tanam.

"Tanah itu akan langsung bisa ditanami kalau diberi mikroba temuan Prof Zum," tulis seorang petani dalam SMS-nya kepada saya.

Saya pun segera melacak keberadaan ahli kita itu. Saya gagal. Saya hanya berhasil memperoleh info yang membuat saya sedih.

Pertama, beliau akan tinggal lama di Dubai. Prof Zum, kata seorang stafnya, lagi dipercaya oleh pemerintah Dubai untuk menerapkan penemuan itu di sana.

Intinya, Prof Zum dipercaya untuk mengubah tanah Timur Tengah itu agar menjadi tanah yang bisa ditanami.

Informasi kedua lebih menyedihkan lagi: beliau mengatakan kepada stafnya untuk tidak mau saya temui.

Penyebabnya sederhana. Beliau merasa kecewa yang amat panjang. Kecewa pada keadaan. Temuannya tidak dapat kepercayaan yang memadai di dalam negeri. Sejak dari pemerintahan Pak Harto sampai ke pemerintahan-pemerintahan berikutnya. Sampai sekarang.

Apa hubungannya dengan saya? Ini salah saya sepenuhnya. Saya telat mengenal beliau. Blak-blakan saja saya baru tahu tentang kehebatan beliau itu minggu lalu. Setelah Gunung Kelud meletus.

Memang juga ada selentingan ini: mengapa saya, dalam tulisan saya dulu, memuji pupuk temuan Adi Wijaya. Yakni ketika saya untuk pertama kalinya menemui Adi di Grobogan, Purwodadi.

Dalam uji cobanya Adi berhasil membuat produktivitas kedelai menjadi tiga ton per hektar. Dari hanya 1,5 ton per hektar selama ini.

Saat itu saya belum tahu kalau ada penemuan serupa. Yakni oleh Prof Ali Zum Mashar. Dengan menggunakan mikroba temuan Prof Zum konon hasilnya bisa lebih hebat dari itu.

Rupanya dua tokoh peneliti ini lagi perang dingin. Setidaknya di dunia maya. Saya tidak tahu itu. Baru tahu belakangan. "Bukan perang kok Pak. Saya tidak pernah menanggapi," ujar Adi Wijaya kepada saya kemarin.

Dengan nada merendah Adi mengatakan: saya ini bukan kelas beliau, saya ini masih yunior.

Tapi Adi memastikan bahwa temuan pupuknya itu tidak bisa dibandingkan dengan temuan Prof Zum. "Saya tidak meniru. Memang dulu sering ada proyek bersama. Tapi temuan saya itu beda," kata Adi.

Inilah penjelasan Adi: temuan saya itu "Prebiotik". Temuan beliau adalah "Probiotik".

Prebiotik adalah materi non digestible yg mampu menstimulasi pertumbuhan mikroba. Umumnya itu adalah hasil fermentasi sempurna dari biomassa organik.

Sedang "probiotik" adalah mikroba yang mendukung berada dalam suatu ekosistem tertentu, mendukung pertumbuhan pada ekosistem tersebut. Istilah ini sebenarnya dipakai dalam istilah pencernaan.
Secara umum prebiotik bisa dibilang nutrisinya mikroba, dan probiotik adalah mikrobanya, yang di pertanian disebut pupuk hayati.

Tentu saya tidak dalam posisi menilai mana yang terbaik. Saya bukan ahlinya. Saya akan menggunakan logika saya sendiri: mencoba keduanya di lahan yang bersebelahan dengan penggarapan dan benih yang sama.

Mudah-mudahan bisa saya lakukan musim tanam yang akan datang. Seperti saat membuat generasi pertama mobil listrik dulu. Ada aliran harus menggunakan gearbox, ada aliran tidak perlu gearbox.
Saya putuskan membuat dua-duanya. Hasilnya sudah ketahuan di lapangan.

Bagaimana dengan lahan yang tertutup abu sekarang? Ternyata tetap bisa langsung ditanami. Hanya perlakuannya yang harus berbeda. Misalnya untuk yang lapisan abunya antara 5-10 cm, pengolahan tanahnya harus sedalam 20 cm.

Sedang yang lapisan abunya antara 10 sampai 15 cm pengolahan tanahnya harus sedalam 30 cm. Tentu harus ditambah pupuk organik satu ton per hektar (untuk padi) atau dua ton per hektar untuk tanaman hortikultura.

Tentu saya akan tetap berusaha untuk bisa bertemu Prof Zum. Saya akan minta maaf pada beliau. Kok telat mengenal beliau. Juga akan minta agar beliau bersedia diskusi dengan tim BUMN.

Tokoh seperti beliau tidak boleh lebih dapat penghargaan di luar negeri daripada di negeri sendiri.
Prof Zum (45 tahun) punya sejarah penelitian yang panjang. Beliaulah yang ditugaskan untuk menemukan jalan ini: bagaimana agar tanah gambut yang mahaluas di Kalimantan bisa ditanami padi. Waktu itu Presiden Soeharto mempunyai program membuka sawah baru seluas satu juta hektar di Kalteng. Lahan itu berupa tanah gambut yang keasamannya sangat tinggi.

Prof Zum yang lulus dari Fakultas Perrtanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, memperdalam ilmunya di IPB sampai memperoleh gelar doktor.

Kini beliau memiliki produk P2000Z. Pupuk yang ditemukan di tahun 2000 itu ditandai huruf Z di belakangnya pertanda itu ciptaan Prof Zum.

Mengapa konsumennya menyebut P2000Z itu sebagai mikroba google? Konon itu karena mikroba ini bisa mencari sendiri sasaran mana bagian tanah yang bisa disuburkan.

Wallahu a'lam.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

05/05/20

Obat Antibiotik Bakteri Levofloxacin

Levofloxacin adalah obat antibiotik golongan quinolone yang bermanfaat untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, seperti pneumonia, sinusitis, prostatitis, konjungtivitis, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit. Obat antibiotik ini tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan tetes mata.

Levofloxacin tidak hanya untuk mengatasi, tetapi juga mencegah penyakit anthrax dan penyakit pes pada orang-orang yang terpapar bakteri ini. Obat ini bekerja dengan cara membasmi bakteri penyebab infeksi. 

(https://www.alodokter.com/levofloxacin)

17/04/20

Jaringan Ulama dan Islamisasi Jawa Tengah Bagian Selatan

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

REPUBLIKA.CO.ID, --  Beberapa tahun silam, kami pernah mewancarai Prof DR Hermanu Joebagio. Dia adalah Guru Besar Sejarah Politik Islam Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Menyelesaikan program doktornya di UIN Sunan Kalijaga dengan disertasi bertajuk Politik Islam di Kasunanan Surakarta pada 2010.

Pada wawancara  tersebut, Hermanu memaparkan fakta liatnya jaringan ulama di selatan Jawa. Menurut dia, meski terus-menerus ditekan, misalnya dengan peristiwa pembantaian ulama semasa Raja Amangkurat I dan peristiwa kekalahan Pangeran Diponegoro, jaringan ini malah semakin solid dan kuat. Bahkan, semenjak dahulu jaringan ulama ini sudah terkoneksi dengan jaringan ulama internasional. Jaringan ulama inilah yang terindikasi melakukan penyebaran Islam (Islamisasi) di Jawa Tengah bagian selatan. Berikut ini wawancaranya:

(-) Sebenarnya dari manakah asal usul jaringan ulama yang ada di selatan Jawa Tengah, atau yang memanjang dari Pacitan sampai Cilacap?

Menurut saya, asal jaringan itu berasal dari 'satu pohon', yakni bermula dari Maulana Malik Ibrahim (hidup pada masa awal Wali Songo sekitar abad 15 M) yang berada di Jawa Timur itu. Jadi, asal usul pemikiran pesantren berasal dari sana. Lalu, kemudian berkembang. Tapi, Islam di Jawa sudah ada sejak abad ke-10, 11 M (sedangkan Islam tiba di Sumatra sudah ada sejak abad ke-8 Masehi).

Tapi, patut diketahui Islam masuk ke Indonesia itu ada dalam dua versi. Pertama, versi Islam yang masuk ke Sumatra, dan satu versi lainnya masuk dari Campa ke Jawa. Inilah yang harus dipertimbangkan bahwa ketika Cina dan Campa masuk ke Jawa, Islam di Jawa mempunyai dua kultur, yakni kultur Arab, Cina, dan Jawa. Tiga kultur ini menjadi satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat yang ada di pesisir selatan Jawa itu. Inilah yang harus dipahami dulu karena memang ada perbedaan masyarakat Jawa yang tinggal di pantai utara dan selatan tersebut.

Masyarakat Jawa yang tinggal di utara itu egalitarian dan kosmopolitan. Ini berbeda dengan yang di selatan. Nah, ketika Demak runtuh, masyarakat pun pindah ke pedalaman yang berada di selatan, yakni mendirikan kerajaan di Mataram Islam di Kota Gede. Jadi, ketika berada di sana, kultur Islam yang ada tidak lagi egaliter dan kosmopolitan, tetapi menuju masyarakat yang tertutup dan feodal.

(-) Lalu jaringan ulamanya seperti apa?

Dari jaringan ulama yang tersebar itu adalah jaringan ulama yang berasal dari Giri (Sunan Giri) sebagai kelanjutan dari Maulana Malik Ibrahim tersebut. Dan kalau dibuka berbagai manuskrip,  terlihat bahwa jaringan ini pernah dihancurkan oleh Sunan Amangkurat I dan II. Namun, meski luluh lantak, jaringan ini ternyata tidak padam. Ulama yang berhasil lolos dari pembantaian itu kemudian pergi mengembara atau berkelana ke berbagai wilayah yang ada di selatan Jawa Tengah itu, seperti ke Purwokerto, Banyumas, Kedu Selatan, dan sekitarnya.

Nah, isi jaringan inilah yang tumbuh begitu kental dan sangat liat ketika menyebarkan Islam dan kemudian juga ketika mereka melawan penjajah Belanda. Selain itu, jaringan ini juga punya kecenderungan berani melawan raja atau penguasa yang pro-Belanda. Kalau sudah seperti itu, apa yang dikatakan Peter Carey itu benar bahwa bila semenjak dahulu itu Solo adalah pusat Islam.

Bukan hanya itu, orang-orang Yogyakarta ketika belajar Islam juga ke kota itu. Bahkan, Solo pernah punya raja yang sangat kuat Islamnya (sangat santri), yakni Paku Buwono IV. Raja ini pernah menginginkan menghapus perjanjian antara Paku Buwono III dan Belanda ketika ayahnya itu wafat. Nah, saat hendak membatalkan perjanjian itu, dia memanggil semua ulama yang selama ini berada dalam jaringan keraton. Jumlah ulama keraton ini banyak sekali. Mereka tersebar dan tinggal di sepanjang tepian Bengawan Solo. Namun, sayang usaha ini gagal.

Maka, kalau kita lihat dalam 'Babad Pakepung', di sana ada satu episode di mana para ulama itu harus dihancurkan oleh Hamengku Buwono I, Mangkunegoro I, dan oleh Belanda. Ajaran Islam dan jaringan ulama ditakuti karena dianggap berbahaya dalam konteks politik persaingan kekuasaan kolonial saat itu.

(-). Apakah jaringan ulama itu juga membentuk berbagai pesantren?

Iya, memang begitu dari dulu ulama-ulama itu selalu membentuk pesantren-pesantren. Di sepanjang Sungai Bengawan Solo yang membentang serta bermuara di dekat Surabaya itu berdiri banyak sekali pesantren. Jadi, Sungai Bengawan Solo bisa dikatakan sungainya para santri. Nah, Paku Buwono IV sering belajar di berbagai pesantren tersebut. Misalnya, dia pernah 'nyantri' di Pesantren Bekonang. Sikap santri raja ini ditunjukkan dengan selalu memakai jubah putih ketika berada di keraton.

Namun, usaha yang dilakukan Paku Buwono IV menyatukan Mataram gagal. Dan, dia kemudian diminta Belanda membunuh enam ulama utama keraton. Ketika itu terjadi, dia merasa telah mengalami kegagalan total. Menyadari kekalahan itu, dia kemudian berpikir bahwa satu-satunya jalan agar di kemudian hari bisa mewujudkan cita-citanya, dia menyatakan harus mendirikan pesantren, yakni Pesantren Jamsaren yang letaknya di sebelah selatan Keraton Solo.

Jadi, di sini para raja semenjak dahulu selalu memainkan politik agama sebagai suatu kekuatan. Dan, ini tidak hanya dilakukan Pakubuwono IV, tapi juga pihak raja lain, seperti Mangkunegara II yang hidup sezaman dengannya (awal 1800 M). Dalam buku Catatan Harian Prajurit Wanita Jawa Mangkunegaran yang diterjemahkan Ann Kumar, diceritakan  kekecewaan orang Islam atas tragedi yang dialami Paku Buwono IV. Menurut catatan itu, para santri yang empati dan simpati kepada Raja Pakubuwono IV kemudian mengembara untuk menggalang kekuatan.

Tak hanya terjadi pada saat Paku Buwono IV bertakhta, tekanan terhadap jaringan ulama di selatan Jawa Tengah itu terus terjadi pada masa berikutnya. Contohnya, kemudian munculnya dalam Perang Jawa (1825-1830) tersebut. Juga pada masa Indonesia modern, yakni zaman Orde Baru, kekuatan ulama di Solo juga kembali ditekan. Situasi ini pun pada masa reformasi itu kemudian meledak menjadi kerusuhan.

(-). Kalau begitu, jaringan ulama itu eksis mulai kapan?

Saya kira jaringan ulama di selatan Jawa itu eksis sejak Raja Amangkurat II menghancurkan semua pusat keilmuan yang ada di pesantren. Kesolidan ini makin bertambah setelah raja ini—dan kemudian disusul penggantinya—ingin melakukan proses sekularisasi. Sikap ini jelas berbeda sikap dengan leluhurnya, yakni Sultan Agung, yang justru selalu bersikap baik kepada para ulama. Dunia pesantren—terutama pesantren di Kajoran dan Tembayat—malah kemudian berkembang menjadi pusat kekuatan yang yang selalu berseberangan dengan keraton.

Jadi, sebenarnya kalau dilihat pusat-pusat pesantren di selatan Jawa, sejak zaman dahulu memang punya sejarah radikal. Itulah yang selalu menjadi problem hubungan Islam dan kekuasaan di Jawa (khususnya di Jawa Selatan). Semenjak dahulu kala sudah terfriksi dengan kekerasan atau konflik antara agama dan pihak penguasa.

(-). Kalau begitu, bagaimanakah pesantren kemudian terus bisa eksis meski berkali-kali  dihancurkan oleh penguasa?

Melalui gerakan 'bawah tanah', terutama ketika mereka diberikan hak mengelola wilayah sendiri (tanah perdikan). Dan, di sini sebenarnya semenjak dahulu juga ketika terkait dengan politik kekuasan raja yang secara tersamar sebenarnya selalu membutuhkan kekuatan Islam atau ulama yang ada di berbagai pesantren. Jadi, atas jasa serta posisinya yang strategis, kemudian seorang ulama diberi tanah perdikan untuk memberikan suplai ekonomi kepada pesantrennya.

Namun, ketika kekuasaan itu mentok saat bernegoisasi dengan kekuatan ulama, pesantren itu dijadikan sasaran untuk dihancurkan. Namun di sini, bukan pihak raja yang langsung  meruntuhkannya, melainkan melalui tindakan militer oleh Belanda. Jadi, raja dalam soal ini memakai cara 'nabok nyilih tangan' (memukul dengan meminjam tangan orang lain—Red).

Bila melihat kenyataan ini, kerap ulama itu berusaha mencari situasi ekuilibrium politik agar mereka bisa tetap eksis. Dan, sebagai cara agar para raja dan ulama tetap bisa menjaga hubungan harmonis antarkeduanya,  munculah sosok mediator yang berasal dari para aristrokat (kaum bangsawan) yang pernah belajar di pesantren. Para aristokrat santri inilah yang kemudian menjadi pengurai masalah ketika muncul problem antara raja dan para ulama. Jadi, di sini kadang tercipta hubungan benci tapi rindu, ketika ada persoalan mereka bisa kompak, tapi ketika tak ada soal malah kerap berkonflik.

(-). Bagaimana kemudian cara jaringan ulama terus membesar?

Para santri yang kemudian dianggap pintar dalam agama banyak yang direkrut pihak keraton dan kemudian diberi tanah perdikan untuk mendirikan pesantren. Di sana kemudian jaringan mereka terus menyebar secara luas. Misalnya, ulama Banyumas yang ada di bagian barat dari dulu sangat erat hubungannya dengan Keraton Solo (di samping juga ada juga pengaruh dari ulama Jawa Timur). Pengaruh ulama ini malah sangat mewarnai wajah kekuasaan keraton itu. Dan, jangan lupa pula jaringan penikahan antara putri raja dan putra ulama pesantren yang dari dulu sudah terjadi, semakin mengokohkan serta meluaskan pengaruh jaringan ulama itu.

Jadi, tak hanya para bangsawan yang punya darah biru, para ulama yang ada di wilayah selatan Jawa Tengah pun punya darah yang sama. Harap diketahui, Raja Paku Buwono I ibunya adalah orang pesantren. Begitu juga Raden Mas Mutahar (Pangeran Diponegoro) yang juga punya ibu dari anak seorang ulama berpengaruh. Di sini, selain terjadi kawin-mawin antaranak pesantren, anak kiai dengan santri, para ulama juga melakukan hubungan perkawinan dengan para keluarga raja. Hubungan ulama dan keraton ini terus berkelindan dan seiring berputarnya zaman kemudian memintal jaringan yang kuat.

(-). Lalu kapan hubungan antara pesantren dan keraton terputus?

Yang memutus adalah kekuatan kolonial Belanda, seusai kekalahan Diponegoro dan munculnya era tanam paksa, hubungan itu merenggang. Pada saat yang sama, raja pun sebenarnya tak punya kekuatan politik yang signifikan lagi. Posisinya digantikan oleh para patih dan adipati yang merupakan wakil pemerintah kolonial Belanda.

Nah, ketika para bupati tersebut punya kekuatan politik, antaranak mereka saling melakukan hubungan perkawinan. Setelah era itu, yakni setelah tahun 1830 dan seiring dimulainya masa tanam paksa, tak ada lagi anak raja (bangsawan) yang menikahi anak ulama. Jadi tahun 1830 merupakan titik poin dari keruntuhan relasi antara dua kekuatan, yakni ulama (pesantren) dan raja (keraton). Dan, situasinya masih tegang sampai sekarang.

(-). Kalau begitu, bisa dikatakan peran dan posisi politik bernilai penting dalam penegakan eksistensi jaringan ulama?

Memang demikian. Ini tecermin dari situasi sosial antara tahun 1830-1870 ketika terjadi situasi yang sangat kacau di Jawa. Bahkan, kekacauannya bisa disebut endemik. Selama kurun itu terjadi pemberontakan yang terus-menerus meski skalanya kecil. Dan, yang melakukannya adalah para santri di pesantren. Dan selama kurun itu, pihak yang menjadi mediator tumbuhnya konflik adalah para aristokrat (bangsawan) yang dulu pernah ditugaskan raja untuk belajar di pesantren.

Penyebaran pengaruh pesantren dan kaitannya dengan kekuasaan di Jawa itu bisa terlihat dalam Serat Centini. Di sana tersirat dengan jelas bahwa setelah penghancuran kekuatan ulama pada masa Raja Amangkurat, kekuatan ulama malah makin kuat dan luas, bukan malah melemah dan hilang.

(-). Bagaimana dengan jaringan internasional yang ada di selatan Jawa Tengah itu, sebab di Kebumen ada pesantren yang sudah sangat tua dan punya hubungan jaringan dengan Yaman dan Makassar?

Sejak peristiwa 'Palihan Negari' tahun 1755, posisi Makkah mempunyai intervensi terhadap Islam Indonesia. Bila sebelum itu hubungan Makkah dan Islam di Jawa hanya sekadar relasi, mulai saat itu hubungan keduanya telah masuk secara sangat kuat dalam soal politik. Di situ karena Abd Al-Shammad Al Palimbani sudah mengirimkan surat untuk mengingatkan kepada Paku Buwono III, Hamengku Buwono I, dan Mangkunegoro I  agar ketiga raja ini melakukan 'perang sabil' melawan kekuasaan kolonial Belanda.

Jadi, fakta ini mengonfirmasi bahwa para mufti di Makkah saat itu sudah punya pikiran bahwa Belanda atau bangsa Eropa akan menghancurkan Islam. Dan, mulai saat itu tarekat mengalami proses radikalisasi sebagai sarana melawan kekuatan penjajah. Maka, dalam konteks politik tarekat tak mistik lagi, tapi menjadi sangat rasional.

Maka, bila di pesantren tua di Kebumen dikeahui sejak akhir 1400-an M punya relasi dengan dunia internasional, memang begitu keadaannya. Relasi internasional itu malah sifatnya kini sudah kuat sekali. Dan, jaringan itu terus berhubung satu sama lain, bahkan sampai detik ini ulama tetap terhubung dengan ulama-ulama bukan tak hanya Yaman, melainkan Arab Saudi, Mesir, Sudah, dan Maroko.

(-). Apa risikonya?

Risikonya adalah mudah tersebarnya ideologi transnasional. Dan, ini susah dihentikan karena jalinan jaringannya sudah sangat lama dan mengakar. Maka untuk mencegahnya, haruslah datang dari kaum Muslim sendiri, yakni bagaimana menerapkan ajaran Islam secara kontekstual, bukan tekstual.

Pemerintah pun harus pula memberikan sarana dan perhatiannya. Jangan biarkan pesantren dan kaum Muslim terus hidup merana. Berdayakan mereka dan lepaskanlah dari kepenatan hidup serta kemiskinan. Bantulah pesantren sebaik mungkin.

Harus diakui, sampai kini di wilayah selatan Jawa Tengah itu saya melihat Islam sebagai kekuatan yang tidak pernah diberdayakan oleh negara. Bahkan, Islam kerap dimusuhi seperti pada zaman Soeharto yang lebih memilih mengakomodasi kekuatan militer dan Cina.

Republika edisi Kamis 16 Apr 2020 16:41 WIB

12/04/20

Bagaimana Covid-19 Membunuh



Dr. Duc Vuong, dokter Ahli Bedah Berat Badan #1 Dunia, Pengarang 13 buku, menjelaskan bagaimana virus Corona atau Covid-19 membunuh musuh-musuhnya. Video yang sudah ditonton hampir 15 juta orang ini dihadirkan dengan teks Bahasa Indonesia, dengan harapan kita pun bisa lebih mudah menikmatinya, dan kita lebih siap menghadapi musuh kita bersama. Silahkan share, agar pengetahuan kita tentang musuh kita bertambah.

08/04/20

"Pesan dalam Botol" untuk Generasi Setelah Covid-19

Dr. Muhammad Faisal
Youth Researcher. Founder Youth Laboratory Indonesia. Penulis Buku 'Generasi Kembali Ke Akar'

WAHAI anak muda, surat ini adalah sebuah "pesan dalam botol" yang aku tulis untuk dirimu.

Surat ini aku tulis di masa-masa paling genting dari sebuah pandemi global. Pandemi Covid-19 yang memaksa diriku serta jutaan manusia di dunia untuk berdiam diri di rumah (home isolation) dalam jangka waktu yang tidak menentu.

Di tengah berbagai kegelisahan yang aku alami selama minggu-minggu pertama home isolation, aku terpikir tentang dirimu dan generasimu. Generasi yang akan tumbuh besar menjadi remaja serta manusia dewasa yang utuh setelah Covid-19 berlalu.

Patahan sejarah baru Anak muda, aku baru tersadar bahwa pandemi Covid-19 ini akan membentuk sebuah generasi baru. Generasi yang akan memiliki kepribadian serta arketip yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya.

Tahukah kau bahwa generasi baru akan muncul setiap kali terjadi sebuah peristiwa besar. Peristiwa besar dapat mewujud dalam bentuk revolusi sosial, politik, maupun ilmu pengetahuan.

William Strauss dan Neil Howe ahli teori generasi menyebutnya dengan critical moment. Covid-19 adalah sebuah critical moment yang bukan hanya berdampak pada kesehatan sebuah bangsa, namun juga mengubah tatanan sosial, ekonomi hingga kepemimpinan politik.

Pada saat surat ini aku tulis, dirimu masih berusia 7 hingga 15 tahun. Sebuah rentang usia yang penting menurut Karl Manheim dalam artikelnya Problems of generations, sebab pada usia itu dirimu menyerap berbagai nilai-nilai dari pengalaman hidup secara bawah sadar.

Prof. Slamet Iman Santoso tokoh pendidikan Indonesia, menyebutnya dengan projective years. Sebab, apa-apa yang engkau telah internalisasi akan terproyeksi dalam sanubarimu selamanya.

Berani untuk berkreasi

Duhai anak muda, pada saat dirimu membaca surat ini, rekam jejakmu sudah penuh dengan berbagai kreasi. Pada usia senja, generasi kami akan terkagum-kagum dengan capaian kreatifmu serta generasimu. Dirimu akan memiliki kemampuan kreasi yang luar biasa karena engkau telah sanggup mengatasi masa-masa kebosanan sepanjang home isolation Covid-19.

Rollo May seorang tokoh psikologi humanistik telah berpesan dalam bukunya The Courage to Create bahwa kebosanan adalah kunci dari kreasi. Berbagai karya monumental yang telah dikenal oleh manusia lahir dari kemampuan melampaui kebosanan yang dialami sang maestro.

Bila kau ingat, pada masa isolasi Covid-19 ruang gerak dan ekspresimu terbatas. Namun, kreativitasmu akan mendominasi berbagai kecenderunganmu yang lain. Kreativitas secara bawah sadar akan menjadi mekanisme pertahanan diri mental (defence mechanism) yang akan menjagamu serta membawa jiwamu menembus ruang fisik yang terisolasi.

Generasiku akan terkejut melihat bagaimana engkau akan merespons kebosanan. Berbagai stereotip yang kami miliki tentang generasimu seperti mudah menyerah, suka berbagai hal instan, serta kerap temperamental, akan lambat laun runtuh.

Penyambung generasi Anak muda, perlu kau ketahui bahwa pada masa sebelum Covid-19 melanda salah satu kegelisahan terbesar yang dimiliki para orang tua generasiku adalah jurang generasi (Generation Gap). Generasimu diprediksi akan memiliki generation gap terbesar.

Margaret Mead seorang tokoh Antropologi terkemuka pernah menulis terkait jurang generasi dalam karyanya Culture and Commitment. Ia menjelaskan bahwa akan muncul satu generasi yang hanya mengambil referensi nilai-nilai pada teman sebaya. Proses itu disebut Margaret Mead sebagai proses cofigurative.

Generasimu adalah generasi cofigurative yang tidak lagi mengambil referensi dari generasiku maupun generasi sebelumku. Kami cemas, membayangkan apa yang akan terjadi dengan bangsa ini bila dirimu dan generasimu tidak lagi menengok ke belakang.

Kami khawatir bahwa revolusi digital telah menarikmu sepenuhnya kepada imaji masa depan. Namun di luar dugaan, masa-masa home isolation telah secara aksidental memaksa generasi kami untuk membangun bonding atau ikatan batin dengan generasimu. Tanpa disadari, dirimu kembali mengambil referensi dari kami lewat waktu bermain bersama, dongeng sebelum tidur, hingga obrolan di meja makan.

Margaret Mead menyebut proses yang kau lalui dengan sebutan prefigurative (mengambil nilai-nilai dari generasi terdahulu). Aku menyebutmu sebagai "generasi kembali ke akar"!.

Mindful dan empati

Di era di mana segala yang dilihat oleh mata dapat diperoleh melalui klik telepon genggam, alih-alih menjadi seorang anak manja engkau akan tumbuh menjadi manusia yang mindful. Dirimu akan senantiasa sadar akan perasaan serta pilihanmu sendiri.

Sebab, krisis Covid-19 akan memaksa orang tua dan dirimu untuk senantiasa mindful. Engkau akan ingat, walau secara samar, bahwa menurunnya tingkat kesadaran karena keinginan-keinginan sepele dapat berakibat buruk bagi seseorang di masa Pandemi Covid-19.

Wahai anak muda, karakter empati akan menjadi salah satu ciri dirimu dan generasimu. Masa krisis Covid-19 dan masa setelahnya akan mengajarkanmu untuk tidak lagi bersikap egosentris.

Kolektivitas dan gotong-royong akan menjadi satu-satunya cara untuk keluar dari krisis tersebut. Dirimu akan menjadi lebih peka terhadap rasa dan pengalaman orang lain.

Generasimu akan berusaha sekuat tenaga agar duka yang kau ingat semasa Covid-19 tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan.

Generasi terbaik Anak muda, maafkan kami generasi pendahulumu. Kami telah meninggalkan kondisi alam yang buruk bagi masa depanmu. Kami juga telah menciptakan sistem yang kurang siap terhadap pandemi dan resesi yang akan menyertainya. Namun, dirimu akan tumbuh menjadi generasi terbaik di tengah semua itu.

Pandemi ini seakan-akan menyekolahkan kami kembali ke dalam sebuah sekolah kehidupan. Generasi kami belajar kembali. Akan tetapi aku yakin, dirimu, generasimu, adalah lulusan-lulusan terbaik dari sekolah ini.

Aku memiliki keyakinan kuat bahwa generasimu akan menjadi generasi terbaik sepanjang masa. Sebab, generasimu akan tumbuh besar dengan nilai-nilai universal kemanusiaan.

Pengalaman home isolation membuatmu memiliki sebuah memori kolektif yang mengikat generasimu dalam sebuah kebersamaan imajiner (imagined solidarity).

Dirimu akan memiliki keseimbangan yang didambakan oleh generasi-generasi terdahulu, yaitu kemampuan mengolah teknologi yang diringi dengan kearifan untuk merestorasi lingkungan hidup.

Generasimu akan memiliki visi optimis terhadap masa depan tanpa melupakan warisan generasi terdahulu.

Wahai anak muda, terima kasih telah menemani kami dengan baik sepanjang krisis pandemi ini. Kehadiranmu lah yang membuat kami tangguh melalui rintangan seberat apapun.

Sumber: Kompas.com - 31/03/2020, 07:00 WIB

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Pesan dalam Botol" untuk Generasi Setelah Covid-19", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/31/070000065/-pesan-dalam-botol-untuk-generasi-setelah-covid-19.

Editor : Heru Margianto

06/04/20

Dunia Menyempit (Syair Imam al-Syafi'i)

وتضيقُ دُنيانا فنحسَبُ أنَّنا
سنموتُ يأساً أو نَموت نَحيبا

واذا بلُطفِ اللهِ يَهطُلُ فجأةً
يُربي منَ اليَبَسِ الفُتاتِ قلوبا

قل للذي مَلأ التشاؤمُ قلبَه
ومضى يُضيِّقُ حولنا الآفاقا

سرُّ السعادةِ حسنُ ظنك بالذي
خلق الحياةَ وقسَّم الأرزاقا

الامام الشافعي رحمه الله

Dunia Menyempit

Imam al-Syai'i

Dan dunia kita menyempit, kita pun mengira
akan mati putus asa atau mati meratap

Namun dengan kelembutan Tuhan, tiba-tiba turun hujan
menumbuhkan pecahan hati dari kekeringan

Katakan kepada orang yang hatinya dipenuhi rasa pesimis
dan terus mempersempit cakrawala di sekitar kita

Rahasia menuju kebahagiaan adalah dugaan baik Anda pada
Dia yang menciptakan kehidupan dan membagi-bagi rizki.

(Imam al-Syafi'i r.a)

(Terjemahan Ahmadie Thaha)

21/03/20

Seedr, Seed With Speed, Download With Speed As Well

As someone who collects old programs and a lot of abandonware, it's really hard to be certain what are you downloading when you find it somewhere on the internet. Seedr.cc is a great sandbox like environment to check a bit more what are you planing to download.

Really good download speeds, works consistently well!
I use it to download a lot of old content, that way I don't need to leave my computer on for the ones that take days.

Seedr Preview

Seedr is a cloud downloader that downloads torrents for you and works without any installation of any software. Seedr works rather in your browser, and it is accessible on almost all display sizes, but unusual sizes of monitors can hurt your experience since the responsive elements of Seedr design are not flexible enough to deal with it. You can fix their issue with changing size of your browser window to more casual size which will bring order to elements on the main page. It is important to do it quickly because, upon successful registration, the page welcomes you by a tutorial that suffers most of these resize problem.

Adding torrent is possible via few methods. You can use magnet links or links that point to the .torrent file. And if you have the .torrent file downloaded to your computer, you can upload it to Seedr, to download your content. Currently, you can not use info hashes for starting your download. After adding your torrent file to Seedr queue, the fetching phase will begin. By the nature of internet torrent downloaders, your fetching is done entirely on different IP than yours. Fetching is useful if you worry about your privacy, or you are IP tracked by the third parties like your government or boss because your IP won’t be shown during downloading at all.

First, the request for fetching happens, and then you are provided with a direct link which leads to your file. In legal terms, you are clear of any torrent activity, and you are never part of it. Speed of fetching is a variable, that depends on a few key factors. Thanks to the nature of torrenting, downloads are faster, if others downloaded as well. These others are called seeders, and the act, when they “share” parts of information back and forth, is called seeding. These seeds are the real key factor, that you, as the end user, can influence by downloading files with a high amount of them.

05/02/20

Konferensi Internasional Al-Azhar Hasilkan 29 Rumusan Pembaharuan Pemikiran Islam

Konferensi Internasional Al-Azhar menghasilkan sejumlah rumusan terkait pembaharuan pemikiran Islam. Ada 29 rumusan yang dibacakan oleh pemimpin tertinggi Al-Azhar, Grand Syeikh Prof. Dr. Ahmed Thayyib. Delegasi Indonesia terdiri dari Prof. Dr. H. Din Samsudin, Prof Dr. KH. Quraish Shihab, Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi dan Dr. H. Muhklis Hanafi.

Berikut ini Rumusan Hasil Konferensi Internasional Al-Azhar:

Bismillahirrahmanirrahim

DEKLARASI KONFERENSI INTERNASIONAL AL-AZHAR
TENTANG PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Baginda Rasulullah beserta segenap keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti tuntunannya hingga hari Pembalasan.

Berangkat dari keyakinan Al-Azhar terhadap keniscayaan pembaruan permasalahan agama, keharusan meniti jalan syariat untuk mengimbangi hal-hal baru, dan demi mewujudkan kepentingan masyarakat umum dalam berbagai bidang, Al-Azhar mengundang para ulama terkemuka dari segala penjuru dunia untuk menyelenggarakan konferensi internasional dalam rangka membahas masalah "Pembaruan Pemikiran Islam" pada tanggal 2-3 Jumadilakhir 1441 H, bertepatan dengan tanggal 27-28 Januari 2020 M, bertempat di Gedung Pusat Konferensi Al-Azhar, Nasr City, Kairo. Presiden berkenan mengayomi konferensi ini dan membukanya melalui sambutan atas nama beliau yang disampaikan oleh Perdana Menteri Dr. Mustafa Madbouly.

Selama dua hari berturut-turut, konferensi menggelar tujuh sesi diskusi untuk membicarakan masalah-masalah pembaruan dan hal lain yang terkait dengan itu.

Untuk melanjutkan perjalanan Al-Azhar dalam pembaruan pemikiran dan pembaruan fikih sesuai metode wasathiyah yang sudah menjadi ciri khasnya, para ulama Al-Azhar mendeklarasikan dari pelataran Al-Azhar ke seluruh dunia beberapa hal sebagai berikut:

1. Pembaruan merupakan salah satu unsur yang melekat pada syariat Islam, tidak bisa dipisahkan, dan bertujuan untuk merespons hal-hal baru dari waktu ke waktu dan mewujudkan maslahat umum masyarakat.

2. Teks-teks keagamaan yang bersifat pasti ketetapannya (qath'iyyu ats-tsubuut) dan pasti secara makna (qath'iyyu ad-dalaalah) tidak bisa dijadikan objek pembaruan dalam keadaan apa pun, sedangkan teks-teks keagamaan yang maknanya bersifat dhanniy (mengandung dugaan kuat) maka itulah yang menjadi wadah ijtihad. Fatwa tentang itu dapat berubah sejalan dengan perubahan waktu, tempat, dan adat kebiasaan masyarakat, dengan syarat pembaruan yang dilakukan sejalan dengan prinsip dan kaidah umum syariat, serta kepentingan umum.

3. Pembaruan adalah pekerjaan rumit, hanya bisa dilakukan oleh orang yang ilmunya mendalam. Siapa yang tidak memiliki kemampuan untuk itu agar menjauhinya, sehingga tajdiid (pembaruan) tidak berubah menjadi tabdiid (pengaburan).

4. Aliran-aliran ekstrem dan kelompok-kelompok teroris pro kekerasan, semuanya bersepakat menolak pembaruan. Propaganda mereka berdiri di atas pemalsuan pemahaman dan manipulasi istilah-istilah agama seperti konsep mereka mengenai sistem pemerintahan, al-haakimiyyah (Allah sebagai sumber hukum), hijrah, jihad, perang, dan sikap terhadap pihak-pihak yang berbeda pandangan dengan mereka. Mereka juga banyak melanggar prinsip-prinsip agama dalam bentuk pelanggaran terhadap jiwa, harta, dan kehormatan. Akibatnya, wajah Islam pun tercoreng di mata orang-orang Barat dan orang-orang Timur yang berpandangan seperti mereka. Banyak pihak menghubung-hubungkan kelakuan mereka yang menyimpang itu dengan ketentuan hukum syariat Islam, sehingga merebak apa yang disebut dengan Islamophobia di Barat. Oleh karena itu, lembaga dan masyarakat wajib mendukung negara untuk menumpas bahaya kelompok-kelompok itu.

5. Di antara pangkal kekeliruan berpikir kelompok-kelompok itu adalah penyamaan antara masalah-masalah akidah dengan hukum-hukum fiqih yang bersifat praktis, seperti anggapan bahwa perbuatan maksiat adalah kufur dan menganggap sebagian perbuatan mubah sebagai kewajiban. Inilah yang menjerumuskan masyarakat ke dalam kesulitan yang luar biasa dan sangat memperburuk citra Islam dan syariatnya.

6. Konsep Haakimiyyah menurut kelompok-kelompok ekstrem adalah bahwa kewenangan untuk memutuskan hukum hanya milik Allah. Siapa yang memutuskan hukum berarti telah menyaingi Allah dalam wewenang ketuhanan-Nya yang paling khusus. Siapa yang menyaingi Allah berarti telah kufur, halal darahnya, karena telah menyaingi Allah dalam sifat-Nya yang paling khusus. Tentu saja ini merupakan penyimpangan yang terang benderang terhadap teks-teks keagamaan yang tersebut dalam Al-Qur'an dan Sunah yang menguraikan secara gamblang adanya penyerahan wewenang penetapan hukum kepada manusia. Semua keputusan Ahlul halli wal aqdi (pembuat keputusan dan kebijakan) dianggap sebagai ijtihad yang bermuara pada hukum Allah. Ibnu Hazm pernah berkata, "Di antara ketetapan hukum Allah adalah menyerahkan wewenang penetapan hukum kepada selain Allah." Hal itu seperti tersebut dalam firman Allah Swt., "Maka kirimlah seorang hakim (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakim (juru damai) dari keluarga perempuan." (An-Nisa'/4:35). Demikian juga firman Allah yang artinya, "…. Menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu." (Al-Ma'idah/5:95).

Dengan demikian, pandangan masyarakat tentang konsep haakimiyyah harus diluruskan dengan cara menyebarkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan penjelasan bahwa putusan hukum yang diambil oleh seorang manusia yang patuh terhadap prinsip-prinsip agama tidak bertentangan dengan hukum Allah, bahkan termasuk bagian dari hukum Allah.

7. Takfiir (pengafiran/mengafirkan orang lain) adalah musibah yang dialami oleh umat Islam dari dulu hingga saat ini. Tidak ada yang berani melakukannya kecuali orang yang kurang ajar/sembrono terhadap agama atau tidak mengetahui ajarannya. Teks-teks keagamaan menjelaskan bahwa tuduhan kafir bisa berbalik kepada pelakunya sehingga harus menanggung dosanya. Pengafiran adalah penilaian terhadap isi hati seseorang yang merupakan hak khusus Allah yang tidak dimiliki oleh pihak lain. Jika ada seseorang yang mengucapkan kata-kata yang berpotensi mengandung kekufuran dari 99 segi dan tidak mengandung kekufuran dari satu segi, maka tidak boleh dituduh kafir karena adanya unsur kemungkinan (beriman). Hal ini sejalan dengan kaidah "sesuatu yang ada karena keyakinan tidak akan hilang kecuali dengan keyakinan".

8. Seruan mereka untuk hijrah meninggalkan tanah air tidak memiliki pijakan sama sekali. Bahkan sebaliknya, sebagaimana ditegaskan dalam sabda Nabi, "Tidak ada hijrah setelah penaklukan kota Makkah." Dari sini, ajakan kelompok-kelompok teroris kepada para pemuda untuk hijrah dari kampung halaman menuju padang pasir dan bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata karena lari dari masyarakat yang mereka anggap kafir adalah ajakan yang lahir dari kesesatan dalam agama dan ketidaktahuan terhadap tujuan-tujuan umum syariat. Ketentuan hukum agama yang dinyatakan oleh para ulama dari Al-Azhar adalah bahwa setiap Muslim berhak tinggal di tempat mana pun di negeri kaum Muslim atau negeri lain bila jiwa, harta, dan kehormatannya aman, serta bebas melaksanakan ibadah. Adapun makna yang benar dari hijrah menurut istilah keagamaan pada zaman kita ini adalah meninggalkan maksiat, hijrah untuk mencari rezeki, menuntut ilmu, memakmurkan bumi dan memajukan negeri.

9. Ateisme adalah bahaya yang menghantam stabilitas masyarakat yang berpegang teguh pada agama dan menghormati ajaran-ajarannya. Ateisme adalah salah satu senjata perang pemikiran yang—dengan kedok kebebasan beragama—bermaksud untuk menghancurkan agama dan melemahkan ikatan masyarakat. Ateisme adalah sebab langsung dari ekstremisme dan terorisme. Semua kelompok masyarakat harus menyadari dampak buruk dari propaganda ateisme, mengingkari wujud Allah dan mengacaukan pemikiran kaum beriman. Para ulama juga harus mempersenjatai diri dengan metode pembaruan saat menangani bahaya-bahayanya. Mereka harus menggunakan dalil-dalil aqli, bukti-bukti alam, dan produk-produk ilmu empirik modern sebagai pendukung fakta-fakta keimanan ketika bertemu dan berdialog dengan para pemuda, sebagaimana juga harus menggunakan media-media komunikasi modern yang relevan.

10. Jihad dalam Islam tidak identik dengan perang. Peperangan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya adalah salah satu jenis jihad. Perang itu bertujuan untuk menolak serangan yang dilancarkan para agresor terhadap kaum Muslim, bukan untuk membunuhi orang-orang yang berbeda agama sebagaimana anggapan kaum ekstremis. Ketentuan agama yang tetap dalam Islam adalah haram hukumnya mengganggu orang-orang yang berbeda agama dan memeranginya selama mereka tidak memerangi kaum Muslim.

11. Yang berwenang menyatakan jihad perang adalah pemerintah yang sah dari suatu negeri berdasarkan undang-undang dasar dan hukum, bukan kelompok atau perorangan. Kelompok yang mengaku memiliki wewenang ini, merekrut dan melatih para pemuda untuk dijerumuskan ke dalam pembunuhan dan peperangan serta memotong leher adalah kelompok perusak di muka bumi serta memerangi Allah dan Rasul-Nya. Instansi yang berwenang (di bidang keamanan dan hukum) harus melawan dan menumpas kelompok-kelompok semacam itu dengan tekad yang kuat.

12. Negara menurut pandangan Islam adalah negara bangsa modern yang demokratis konstitusional. Al-Azhar—diwakili oleh para ulama kaum Muslim hari ini—menetapkan bahwa Islam tidak mengenal apa yang disebut dengan negara agama (teokratis) karena tidak memiliki dalil dari khazanah pemikiran kita. Ini dipahami secara tegas dari Piagam Madinah dan praktek pemerintahan Rasul serta para khalifah rasyidin setelah beliau yang riwayatnya sampai kepada kita. Para ulama Islam, di samping menolak konsep negara agama, mereka juga menolak negara yang mengingkari agama dan menghalangi fungsinya dalam mengarahkan manusia.

13. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang diterima oleh para sahabat Rasulullah dan sesuai dengan kondisi zaman mereka. Urusan agama dan dunia pun terselenggara dengan baik dengan sistem tersebut. Namun demikian, tidak ada ketetapan dalam teks al-Qur'an dan hadis Nabi yang mewajibkan untuk menerapkan sistem pemerintahan tertentu. Sebaliknya, sistem apa pun yang ada di era modern ini dibenarkan oleh agama selama mewujudkan keadilan, kesetaraan, kebebasan, melindungi negara/tanah air, dan menjamin hak-hak warga negara, apa pun keyakinan dan agamanya, serta tidak bertabrakan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

14. Pemerintah/penguasa dalam Islam adalah orang yang diterima oleh rakyat untuk dijadikan penguasa sesuai prosedur yang telah ditentukan oleh konstitusi negara atau tata aturan lain yang berlaku di suatu negara. Sedangkan tugasnya adalah bekerja demi kemaslahatan rakyat, mewujudkan keadilan di antara mereka, menjaga tapal batas negara dan keamanan dalam negeri, mengelola kekayaan alam dan hasil bumi dengan cara terbaik, serta memenuhi kebutuhan warga dalam batas-batas yang memungkinkan.

15. Kewargaan negara (al-muwaathanah/citizenship) secara penuh adalah hak asli setiap warga negara. Tidak ada perbedaan di antara mereka atas dasar agama, mazhab, suku atau warna kulit. Ini adalah prinsip yang mendasari negara Islam pertama dan terkandung dalam Piagam Madinah. Kaum Muslim harus berusaha menghidupkan prinsip dasar ini.

16. Salah satu kebajikan yang diserukan Islam kepada kita adalah mengucapkan selamat kepada kaum non-Muslim saat perayaan hari besar mereka. Hukum haram terkait itu yang dikatakan kelompok ekstrem merupakan sikap kaku dan menutup diri (eksklusif), bahkan kebohongan yang mengatasnamakan tujuan umum syariat Islam. Klaim keharaman ini masuk dalam kategori fitnah yang lebih keras daripada pembunuhan, dan menyakiti non-Muslim. Ucapan selamat kepada non-Muslim tidak bertentangan dengan akidah Islam sebagaimana dikatakan kaum ekstremis.

17. Para pejabat yang berwenang harus menghentikan propaganda media yang berisikan pemikiran-pemikiran semacam ini, terutama pada saat-saat peringatan hari besar non-Muslim, karena bisa menimbulkan keresahan dan kebencian terpendam di antara para anggota satu kelompok masyarakat.

18. Kejahatan yang dilakukan kelompok-kelompok teroris dan kelompok-kelompok bersenjata, terutama membunuh orang-orang yang tidak berdosa dari masyarakat sipil, tentara dan polisi serta orang-orang lain yang sedang melaksanakan tugas menjaga masyarakat dan tapal batas negara, juga menyerang properti umum dan khusus, merupakan kejahatan membuat kerusakan di bumi. Oleh karenanya, harus ada tindakan secara agama, hukum, keamanan dan militer. Juga harus diambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok teroris dan negara-negara yang melindungi dan menyokongnya.

19. Narkoba, segala jenis minuman yang memabukkan—apa pun namanya, sedikit atau banyak—dan apa pun yang bisa mempengaruhi akal dan perilaku adalah haram. Harus diambil segala tindakan melalui pendidikan, pengetahuan, dakwah dan keamanan yang melarang konsumsi dan peredarannya. Juga harus ditetapkan sanksi tegas kepada produsen dan pengedarnya. Pusat pengobatan dan rehabilitasi pecandu juga harus didukung agar meningkatkan kemampuannya dalam mengobati para pecandu lalu mengembalikannya ke tengah masyarakat. Pihak-pihak terkait juga harus melarang penampilan para pedagang dan pengguna narkoba dalam karya-karya drama dalam wujud yang bisa menarik perhatian para pemuda untuk mengikutinya.

20. Melawan korupsi, kolusi, nepotisme, dan diskriminasi zalim kepada pihak-pihak yang memiliki kesempatan sama adalah tanggung jawab agama, hukum, masyarakat, dan moral. Setiap pejabat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai wewenangnya. Semua pihak juga harus mendukung negara dalam memberantasnya, karena bahayanya yang sangat besar terhadap pembangunan dan stabilitas masyarakat.

21. Bunuh diri adalah kejahatan tercela yang muncul secara tidak biasa di masyarakat kita. Keburukannya melebihi keburukan membunuh orang lain. Orang yang membunuh orang lain, meski dianggap telah membunuh umat manusia seluruhnya, dia bisa jadi terhindar dari hukuman karena pengampunan para ahli waris, atau mendapatkan hukuman di dunia. Sedangkan orang yang bunuh diri, mati karena kejahatannya sendiri. Para ulama, pemikir, dan orang-orang yang bergerak di bidang pendidikan, pengetahuan, dan kepemudaan harus mencari sebab-sebab yang mendorong sebagian pemuda untuk melakukan kejahatan keji ini, lalu mengajukan solusi-solusi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menghentikan kejahatan pendatang di dalam masyarakat timur kita yang agamis.

22. Kejahatan balas dendam adalah warisan buruk dari zaman Jahiliah, tidak sejalan dengan masyarakat beradab yang mengimani agama. Jika terjadi kejahatan pembunuhan, hukuman pembunuh harus diserahkan kepada penegak hukum. Para ahli waris atau wali tidak memiliki hak terkait hukuman pembunuh, kecuali pemberian maaf dan diat. Perbuaan para ahli waris yang membunuh si pembunuh atau yang lain, atau mengusir paksa keluarga pembunuh dari rumahnya, atau menyerang properti dalam bentuk apa pun merupakan kejahatan yang tidak kurang buruknya daripada pembunuhan itu sendiri. Pihak-pihak yang berwenang harus mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menolaknya.

23. Hoaks adalah bahaya besar yang mengancam keamanan dan pembangunan masyarakat. Hoaks adalah kejahatan besar yang keharamannya disebutkan secara eksplisit di dalam agama. Pihak-pihak yang berwajib harus memburunya, mengungkapkan kepalsuannya, menjelaskan bahayanya, dan menetapkan sanksi hukum tegas kepada para penyebarnya.

24. Pariwisata adalah perkara yang dibolehkan oleh agama-agama samawi. Kita harus meluruskan pandangan masyarakat mengenai hal itu. Negara juga harus melindungi para wisatawan dan menjaga mereka dari orang-orang yang menyerang dan menyakitinya dalam bentuk apa pun. Para penyerang itu harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Visa masuk yang diterbitkan oleh negara merupakan jaminan keamanan yang harus dipatuhi secara agama.

25. Peninggalan purbakala adalah warisan budaya yang memperkenalkan sejarah bangsa atau peradaban, bukan patung atau berhala, sebagaimana anggapan orang yang berpikiran sesat. Oleh karena itu, tidak boleh diserang, dirusak atau diubah dari bentuk aslinya. Benda purbakala adalah hak milik semua generasi yang diurus oleh negara demi kemaslahatannya, sampai pun bila itu ditemukan di lahan milik pribadi atau organisasi. Harus ditetapkan hukuman secara tegas bagi siapa pun yang menjual atau menyelundupkannya ke luar negeri.

26. Seorang perempuan pada zaman kita ini boleh bepergian tanpa disertai mahram jika perjalanannya aman, didampingi teman sesama perempuan atau dilengkapi sarana yang bisa menolak terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan.

27. Seorang perempuan boleh menduduki jabatan apa pun yang dapat dia jalankan, termasuk jabatan tertinggi di negara.

28. Perceraian zalim tanpa sebab yang diakui oleh agama adalah haram dan menimbulkan sanksi hukum, baik timbul dari keinginan suami maupun permintaan dari istri, karena dapat merugikan keluarga, terutama anak-anak, bertentangan dengan akhlak Islam, dan mengabaikan tujuan agama dalam pernikahan, yaitu mewujudkan kemapanan dan kelanggengan. Oleh karena itu, sedapat mungkin harus dijauhi untuk menghindari kekacauan akibat perceraian. Arbitrasi sebelum terjadi perceraian diperintahkan oleh agama. Para ulama yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan fatwa hendaknya memilih pendapat yang paling mudah ketika menetapkan hukum syara terkait kasus-kasus perceraian yang diajukan kepadanya.

29. Harus ada kompensasi bagi harta bersama dalam mengembangkan kekayaan keluarga. Misalnya, istri yang mencampur hartanya dengan harta suami atau anak yang bekerja bersama ayahnya dalam berdagang atau usaha lain. Masing-masing harus diberikan haknya yang diambil dari harta warisan sebelum dibagi sesuai jumlahnya jika diketahui atau sesuai kesepakatan, berdasarkan pandangan orang yang ahli di bidang itu, bila tidak diketahuinya kadarnya secara pasti.

Sebagai penutup, Al-Azhar asy-Syarif beserta segenap ulama dan cendekiawan Muslim menghaturkan terima kasih kepada Yang Mulia Presiden Abdul Fattah as-Sisi atas dukungannya terhadap kegiatan Konferensi dan sambutan pembukanya yang memberi pengaruh kuat terhadap jalannya konferensi, sehingga menjadi faktor utama kesuksesannya. Al-Azhar juga menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada para ulama yang terhormat, tokoh masyarakat, awak media dan semua yang hadir untuk mengikuti konferensi ini. Akhirnya, Al-Azhar ingin menyampaikan bahwa aktivitas Pusat Pembaruan Al-Azhar Internasional terus berjalan untuk merespons permasalahan-permasalahan baru begitu terjadi.

Terima kasih kepada semuanya, sampai bertemu lagi dalam konferensi-konferensi yang akan datang.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wallâhu Waliyyut taufîq.

Kairo, 31 Januari 2020

04/01/20

08/12/19

Resep Jus Jantung 5in1

Resep ini saya ambil dari bungkus Jus Jantung 5in1 buatan ustadz Ikhwan Abdullah

1. Apel hijau 3 kg dijus jadi -> 1,5 lt sari apel
2. Lemon 3,5 kg dijus jadi -> 1,5 lt sari lemon
3. Jahe 2 kg + 1,5 lt air diblender jadi -> 1,5 lt sari jahe
4. Bawang putih 1,5 kg + 1,5 lt air diblender jadi -> 1,5 lt sari jahe

Keempat bahan dicampur, masukkan ke kuali nonlogam, dan dididihkan selama 3 jam. Lalu, stlh dingin, campuran tadi dicampurkan dengan bahan satunya:
5. Madu 1,5 lt.

Jus jantung sebanyak 7,5 lt tadi kini siap dikonsumsi.

29/11/19

Fixed - Yawcam won't start on Windows 10

I really hate to bring up this old post since it was like 2 years ago but I wanted to share the solution to the problem I was having just in case it might help someone. At the time I was using a older version of Yawcam so this might not apply to the latest version, as of my writing this is 0.6.2.

Problem: Yawcam would not start. I would see a the splash screen then program would close.
log error EXCEPTION_ACCESS_VIOLATION (0xc0000005) at pc=0x61014a80, pid=3112, tid=0x000039b4
bunch of other crap.

Solution:
Replaced dsj.dll in the YawCam folder
Replaced dsj.jar in the YawCam\lib folder

I downloaded them from here http://www.humatic.de/htools/dsj.htm

27/07/19

Kebahagiaan Abadi

Oleh Badiuzzaman Said Nursi

Ketahuilah... kebahagiaan abadi dibagi dua jenis: 
 
Pertama dan paling utama: Keridlaan Allah Yang Maha Tinggi, kelembutan karunia-Nya (talthîf), manifestasi-Nya (tajallî), dan kedekatan-Nya (qurbiyyah).

Kedua: Kebahagiaan fisik. Ini dicapai melalui rumah, makanan, dan pernikahan seseorang, serta segala kesempurnaannya, yang merupakan kelanggengan dan kekekalannya.

[Kebahagiaan abadi] jenis pertama tidak membutuhkan penjelasan rinci, atau penjelasan seperti itu tidak mungkin dilakukan.

Adapun [kebahagiaan abadi] jenis kedua: Rumah paling nyaman adalah yang dibangun di antara tanaman pepohonan dan air yang mengalir. Anda pasti mengetahui bahwa debur dan gemericik air sungai, yang berbisik di bawah rumah paviliun dan kebun, menginspirasi lahirnya puisi dan desah cinta dalam hati.

Adapun makanan, itu adalah rezeki, dan karena rezeki yang paling lezat adalah yang menimbulkan rasa intim dan kasih sayang, maka buah-buahanlah yang terbaik di satu sisi ketika jenisnya bervariasi. Melalui hukum keintiman (ma'lûfiyyah), seseorang dapat mengenali derajat ketinggian nikmat dan keunggulannya atas hal-hal serupa. Selain itu, salah satu kenikmatan tertinggi adalah mengetahui bahwa [rezeki itu] merupakan imbalan atas amal perbuatan seseorang. Sebagiannya merupakan sumbernya dan perbendaharaannya yang langsung hadir di depan mata, menghasilkan nikmat ketenangan.

Mengenai pernikahan, salah satu kebutuhan terbesar manusia adalah memiliki seseorang yang menanggapinya dengan cinta yang tulus, [tempat] berbagi kesenangan dan keintiman dengan [pasangannya]. Bahkan, mereka berbagi dalam hal-hal seperti merasakan takjub [atas karunia ilahi], dan [bersama-sama] merenungkannya. Tidakkah anda mengamati bahwa jika seseorang melihat sesuatu yang tidak biasa yang menakjubkannya dan membuatnya berpikir, dia mengajak seseorang, meskipun sebatas pikiran, untuk berbagi ketakjubannya.

Dan hati yang paling lembut, paling baik, dan paling hangat, adalah hati dari jenis kedua.

Dan yang membuat jiwa akan berbaur sepenuhnya, yang membuat hati akan mencapai keintiman utuh, serta yang membuat perpaduan luarnya akan murni dan bersih, adalah dengan menyucikan dan membersihkan [hati] jenis kedua dari akhlak yang buruk dan sifat-sifat tidak menyenangkan.

(Isyarat al-I'jaz fi Madlann al-Ijaz, hlm 171, diterjemahkan Ahmadie Thaha)

14/04/19

Kitab Perukunan dan Resep Shalat Paling Tertib Sedunia

M. Ishom el-Saha

Muslim Nusantara secara kolektif dikenal shalatnya paling tertib. Hal ini dapat dibuktikan pada saat berjamaah di Masjid Haram Mekkah maupun Masjid Nabawi Madinah. Jika jamaah asal negeri lain tampak melakukan gerakan aneh, seperti garuk-garuk, mengusap dengan tangan, "meraih" HP dan anak kecil yang aktif, dll; maka muslim Nusantara tampak khidmah mengerjakan shalatnya.

Shalat yang sedemikian khidmah dan tertib yang dilakukan muslim nusantara merupakan praktek dari resep shalat yang diajarkan dalam "Kitab Perukunan". Di Nusantara, kitab ini pertamakali ditulis ulama besar asal Banjarmasin, yakni Syekh Arsyad Al-Banjari, dalam buku besar berjudul Sabilul Muhtadin.

Beliau adalah ulama Nusantara abad XVIII seangkatan dengan Syekh Abdus Shomad al-Falimbani (Palembang), Syekh Abdul Wahhab al-Maqassari (Bugis), dan Syekh Abdurrahman al-Mishri al-Batawi (Jakarta). Mereka adalah para murid sufi terkenal yang belajar kepada Syekh Muhammad b. Abdul Karim al-Sammani di Madinah.

Kitab Perukunan disebut sebagai karya Syekh Arsyad sebab apa yang kemudian populer di tengah masyarakat dengan sebutan "Kitab Perukunan Jamaluddin" atau "Perukunan Fathimah" adalah salinan salah satu bab dari kitab Sabilul Muhtadin. 

Nama Jamaluddin maupun Fathimah yang melekat pada judul kitab Perukunan pada dasarnya "bukan orang lain" dari Syekh Arsyad. Jamaluddin adalah putra Syekh Arsyad sementara Fathimah adalah cucu Syekh Arsyad.

Kitab perukunan yang berisi resep praktis tatacara shalat pertama kali diterbitkan oleh Mathba'ah al-Miriyah al-Kainah, Mekkah, pada tahun 1315 H/1897 M. Selanjutnya diterbitkan di Singapura pada tahun 1318 H. Setelah itu diulang cetak  di Bombay, Thailand, Indonesia dan Malaysia. Hal ini menunjukkan Kitab Perukunan sangat berpengaruh bagi masyarakat Islam dunia.

Di Nusantara sendiri, Kitab Perukunan telah mengilhami para ulama Nusantara lainnya untuk disadur dan diterjemahkan ke bahasa daerah lainnya. Sebagai contoh, Sayyid Utsman al-Batawi, ulama abad XIX yang menulis Kitab Babul Minan. Kitab berbahasa Melayu ini sangat masyhur di kalangan masyarakat Betawi dan biasa dijadikan pegangan untuk santri pemula dan kalangan yang baru belajar agama.

Di Jawa, juga telah lahir kitab Perukunan berbahasa Jawa yang pertama ditulis oleh KH. Muhammad Sholeh b. Umar atau lebih dikenal dengan sebutan Kiai Sholeh Darat, ulama Semarang abad XIX. Kitab itu diberi judul "Fasholatan" yang pertamakali diterbitkan di Bombay dan setelah beliau wafat dicetak berulang-ulang di Surabaya.

Kitab Perukunan "Fasholatan" berbahasa Jawa juga ditulis oleh ulama asal Kudus, KH.R. Asnawi. Kitab ini diterbitkan oleh penerbit Menara Kudus pada tahun 1970 dan sampai sekarang masih dibaca dan diajarkan untuk santri-santri pemula.

Adapun di daerah Pasundan, Kitab Perukunan telah diterjemahkan oleh ulama Sukabumi, Mamah Hasan Basri dengan judul Kitab Perukunan Sunda. Beliau adalah salah satu murid Mamah Sempur yang pernah belajar kepada Sayyid Utsman al-Batawi. Kitab Perukunan berbahasa Sunda yang ditulis Mamah Hasan Basri ini dibaca dan diajarkan kepada kalangan yang baru belajar agama di seluruh Pasundan.

Kitab Perukunan yang telah disalin ke dalam bahasa daerah dan digunakan oleh tiap-tiap muslim di seluruh Nusantara menandakan kemasyhuran tata cara shalat muslim Nusantara. Dari mulai bacaan "nawaitu" dan "ushalli" lengkap dengan kaifiyah dan tata caranya merupakan bukti kehati-hatian masyarakat Nusantara dalam menjalankan peribadatan.

Atas dasar inilah, sangat wajar jika kitab Perukunan berpengaruh besar dalam ketertiban muslim Nusantara mengerjakan shalat. Dan jika sekarang ini kita menyaksikan segelintir muslim nusantara yang shalatnya kurang tertib maka hal itu karena mereka belum pernah belajar Kitab Perukunan. Wallahu a'lam.

14/02/19

To Fly Masjid

Oleh Prof. Dr. Ali Aziz

Apakah Anda ingin menerbangkan masjid Anda menjadi pusat ibadah dan pemberdayaan masyarakat? Saya sudah amat sering mendengar ceramah tentang hal itu yang selalu normatif dan teoretis. 

Tapi, ceramah yang disampaikan oleh Ustad Moh. Jazir ASP dari Masjid Jogokariyan Jogjakarta yang disampaikan dalam seminar nasional STIDKI (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam) Arrahmah Surabaya (9/2/19) ini benar-benar penuh dengan ide cemerlang, out of the box, dan sudah teruji. Nah, inilah pokok-pokok ceramahnya:

Masjid harus dikembangkan sesuai dengan misi syariat Islam (maqashidus syari'ah), yaitu:

*1. Hifdhun Nafsi* (menjaga keselamatan nyawa). Masjid harus menjadi sumber kedamaian dan keselamatan nyawa manusia. Tidak boleh ada orang justru sedih, tersinggung, merana ketika berada dalam masjid, apalagi mati atau dibunuh di dalamnya dengan alasan apapun, termasuk oleh orang dengan alasan gila.

*2. Hifdhul Mal (menjaga keamanan harta).* Jangan ada sandal, motor, dan apapun yang hilang di area masjid. Takmir harus bertanggung jawab, dan dengan berani mengumumkan, "Semua harta jamaah dijamin aman. Jika ada sandal, motor, atau laptop  yang hilang, masjid akan menggantinya dengan merek yang sama." Jangan meniru takmir yang tidak bertanggungjawab, dengan memasang pengumuman, "Hati-hati, jaga barang Anda, sebab di sini sering terjadi kehilangan." Atau lebih konyol, "Jagalah barang Anda. Masjid tidak bertanggungjwab atas barang Anda yang hilang." 

Maka masjid harus dikelola dengan profesional. Jadikan tugas utama pengurus adalah sebagai takmir, dan pekerjaan sambilannya adalah direktur perusahaan, bupati dan sebagainya.  Berikan gaji semua petugas masjid lebih tinggi daripada pekerja pabrik dan kantor, sebab masjid tempat yang jauh lebih mulia daripada semuanya. Masjid profesional tidak perlu merayu karyawan dengan nasihat klasik, "Mohon kerja di sini yang ikhlas. Jika ingin hidup layak, cari saja kerja di luar masjid"

Hitunglah berapa jumlah  jamaah, dan bangunlah kamar mandi secara proporsional. Jangan sampai kamar mandi terbatas, lalu orang baru bisa berwudlu setelah iqamat shalat dikumandangkan. Masjid Jogokariyan (JK) memiliki 30 KM, meskipun bukan masjid besar." 

Manjakan para jamaah seperti masjid JK yang segera membuat tempat wudlu dengan air hangat, karena dijumpai seorang lansia yang kedinginan ketika berwudlu.  Jika ada orang yang susah duduk, takmir harus  menyediakan kursi yang nyaman. Untuk kemudahan orang yang infaq, buatlah kotak infak dengan lubang yang besar, sehingga uang satu amplop besar mudah dimasukkan. Coba lihat berapa banyak kotak infaq kita yang sangat sempit lubangnya. Bila perlu, sediakan petugas penukaran uang, sebab beberapa kali orang tidak jadi infaq karena tidak tersedia uang recehan.
 
*3. Hifdhun Nasl (menjaga generasi).* Jangan melarang anak-anak bermain di masjid, sebab mereka penentu masa depan masjid itu. Mereka adalah partner dakwah orang dewasa. Ajarilah mereka untuk shalat yang benar dan menyenangkan, agar mereka suatu saat bisa mengajak keluarganya ke masjid. Anda tidak mempunyai hak untuk memaksa orang ke masjid, tapi cucu dengan senjata tangisannya bisa memaksa kakek dan neneknya ke masjid. Jika anak kita marahi karena  bermain di masjid, maka mereka akan bermain jauh dari masjid, dan hanya kembali ke masjid setelah menjadi jenazah.

*4. Hifdhul Aql (mencerdaskan masyarakat).*
Masjid harus memberi pencerahan masyarakat. Termasuk dalam hal memilih pemimpin. HOS Cokroaminoto mengatakan, "Datangkan singa untuk memimpin domba-doma agar ia bisa mengajari domba-domba itu meraung." Jika kambing yang memimpin singa, maka amat fatal akibatnya, sebab mereka hanya diajari bersuara seperti  domba.  Memilih makanan saja harus tahu aturannya, yaitu sehat dan halal, apalagi memilih pemimpin.

*5. Hifdud din (menjaga kualitas agama).*
Kita harus datang dari rumah ke rumah untuk bersilaturrahim mengetahui keadaan dan kesulitan warga sekitar masjid. Jika hati mereka sudah terpaut, barulah kita ajak ke masjid. Itulah adzan sejati. Bukan hanya meneriakkan adzan di menara.

Hitunglah berapa jumlah jamaah tetap masjid, dan hitung juga biaya operasional masjid. Bagilah berapa sumbangan yang harus diberikan setiap orang untuk menanggung biaya tersebut. Nah, setelah itu, umumkan, "Jika Anda menyumbang sebesar X, maka Anda jamaah mandiri, artinya sesuai dengan beban setiap jamaah. Tapi, jika Anda menyumbang lebih besar, maka Anda jamaah pemberi subisidi. Dan, jika Ana menyumbang lebih sedikit, maka Anda orang yang disubsidi. Apaka Anda ingin menjadi penerima subsidi?"
 
Berikan kursus-kursus shalat, sebab banyak jamaah mencarinya. Mereka justru lebih mudah mencari kursus-kursus lainnya di banyak media masa. Jika mereka berubah mau shalat, maka itu berarti kita telah memutus mata rantai keluarga yang tak shalat. Masjid harus bisa menshalatkan orang yang masih hidup. Silakan membuat undangan yang luks untuk shalat ke masjid.  Jadikan masjid Anda menjadi tempat destinasi wisata, sebagaimana masjid JK khususnya pemandangan terindah ketika shalat subuh, sebab semaraknya melebihi subuh Ramadan. Jika Anda dikritik orang karena mendorong terus menerus berinfak, maka jawab saja, "Masuk surga dengan terpaksa, lebih baik daripada masuk neraka dengan ikhlas."

Dengarkan denyut kebutuhan masyarakat, dan penuhilah kebutuhan mereka. Masjid JK pernah memberi biaya pengobatan orang miskin sebanyak 30 juta, meskipun keuangan masjid saat itu kosong.  Masjid JK juga punya program rehab rumah orang msikin, dengan biaya sebesar Rp. 800 juta. JK juga memberi makan orang secara rutin sebanyak 3000 piring nasi. Mengapa tidak kotak saja? Sebab, jika nasi kotak, maka nasi dibawa pulang, dan itu berarti tidak ada komunikasi di antara jamaah, padahal itu yang paling dibutuhkan. Alasan lainnya, jika berbentuk nasi kotak, maka tidak ada lagi petugas pencuci piring, padahal banyak warga yang senang menjadi pencuci piring tanpa meminta bayaran. "Sedekah saya ke masjid hanya itu yang bisa, tidak bisa berbentuk uang. Saya hanya menggandol saja ke surga kelak pada orang yang masuk surga karena masjid ini," kata mereka. 

Setorkan proposal Anda ke Allah, sebab di sisi-Nya, masih sedikit proposal dibanding persediaan Allah. Jika meja pengusaha, lebih banyak proposal daripada jatah sumbangan yang tersedia. Jangan jadikan masjid kita sebagai Candi, yaitu tempat sembahyang yang berkali-kali hanya mempercantik fisiknya. Masjid yang hanya fokus fisik dan mengabaikan kesejahteraan lingkungan, itulah Candi Islam. Jadikan masjid kita sebagai ahlussuffah, yaitu tempat penggodok calon pemmpin besar sebagaimana yang dilakukan Nabi.

Ajaklah para pemuda ke masjid. Ingatlah pesan ini, "Arek nom seneng sego, ora seneng suworo." Berikan fasilitas sehingga senang dalam masjid. Antara lain dengan Wi-Fi. Jika tanpa Wi-Fi, maka itulah sebuah deklarasi sebuah masjid untuk lansia.

Manajemen masjid harus memperhatikan empat perspektif. 
_Pertama,_ syariahnya, yaitu harus sesuai sunah nabi. 
_Kedua,_ hakikat, yaitu kesetaraan manusia.,
_Ketiga,_ tariqah, bahwa semua aliran harus diterima dalam masjid itu. "Jika Anda senang qunut, sedangkan imamnya tidak qunut, ya gampang saja, datanglah agak akhir, sehingga rakaat kedua ketika anda menambah rakaat yang tertinggal Anda bisa qunut sendiri," kelakar Ustad jazir.
_Keempat,_ makrifah, artinya, masjid harus menjadi tempat saling kenal mengenal antar jamaah, sehingga orang bisa menemukan jodohnya di masjid, menemukan rekanan kerja, dan sebagainya. Dan, majlis terbaik untuk itu adalah majlis makan bersama.

Masjid JK sekarang memiliki sejumlah ATM Beras dimana setiap orang miskin bisa mengambilnya dengan kartu ATM tersebut untuk mengambil beras. Bisa perhari, atau per dua hari dan sebagainya. Non muslim juga boleh mengambilnya. Untuk badan hukum masjid sebaiknya tidak hanya yayasan biasa, sebab berdasar aturan yang baru, pembina itu berstatus sebagai pemilik. Maka seharusnya aktenya berbunyi yayasan badan wakaf. Dengan demikian, jika ada sengketa, maka yang menangani adalah pengadilan agama. 

Masjid harus memiliki BUMM (Badan umum milik masjid), seperti Masjid Mekkah yang punya hotel Hilton dan Dart Tauhid. Masjid Nabawi punya hotel at Taubah dan Hotel Al Muadzin, sedangkan Masjid Bilal bin Rabbah mempunyai ruko besar untuk disewakan. 
Gunakan lahan yang luas milik masjid untuk hal-hal yang produktif. Misalnya, untuk rumah penginapan, bisa untuk pertokoan, bank syariah dan sebagainya. Masjid JK sekarang memiliki  13 kamar penginapan, karena turis yang datang untuk wisata subuh membludak dan membutuhkan penginapan. Dua kamar disediakan gratis untuk orang miskin. Sekarang, semua biaya masjid telah terpenuhi oleh penghasilan penginapan tersebut. Dari penginapan tersebut lalu berkembang pelayanan jasa tour guide, catering, tiket, dan sebagainya. Masjid tidak harus punya restoran. Cukup punya kotak-nasi yang berlogo masjid, sedangkan masakannya dari berbagai warung nasi dan restoran.

Surabaya 9/2/19