22/08/15

Peluang Membuka SPBU Mini dengan Modal Rp 75 Juta


Ini Jalan Tengah SPBU Pertamina Vs Pertamini

Jakarta -Keberadaan penjual bensin Pertamini dipersoalkan secara hukum, karena berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas, keberadaan mereka ilegal. Sementara, bagi penjual bensin eceran mereka hanya berjualan bensin yang tidak disubsidi lagi oleh pemerintah dan justru membantu masyarakat karena menyediakan bensin lebih dekat.

Melihat kondisi tersebut, Badan Pengatur Hulir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencari jalan keluar terhadap permasalahan ini. Dikeluarkan aturan dari BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 tentang penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak pada daerah yang belum terdapat penyalur.

Aturan ini memungkinkan terbentukan Pertamini sesungguhnya. Maksudnya lapak penjual BBM tapi skala kecil, modal kecil, tapi peralatan dan keberadaanya aman, takaran, dan kualitas terjamin.

"Jadi nanti orang bisa bangun SPBU baru. Tapi sub saja dari distribusi SPBU resmi yang terdekat. Nanti modal antara Rp 75-100 juta sudah bisa jadi distributor BBM resmi layaknya SPBU, kalau bangun SPBU kan sampai Rp 2-4 miliar," kata Direktur BBM BPH Migas Hendry Ahmad, dihubungi detikFinance, Jumat (21/8/2015).

Berikut syarat untuk menjadi sub-penyalur BBM alias Pertamini berdasarkan Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015, seperti dikutip dalam situs BPH Migas:
  • Anggota dan/atau perwakilan masyarakat yang akan menjadi Sub Penyalur memiliki kegiatan usaha dagang dan/atau unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa.
  • Lokasi pendirian Sub Penyalur memenuhi standar keselamatan kerja dan lindungan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki sarana penyimpanan dengan kapasitas paling banyak 3.000 liter dan memenuhi persyaratan teknis keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki atau menguasasi alat angkut BBM yang memenuhi standar pengangkutan BBM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Memiliki peralatan penyaluran yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  • Memiliki izin lokasi dari pemerintah daerah setempat untuk dibangun fasilitas Sub Penyalur
  • Lokasi yang akan dibangun saran Sub Penyalur secara umum berjarak minimal 5 km dari lokasi penyalur berupa APMS terdekat, atau 10 km dari penyalur berupa SPBU terdekat atau atas pertimbangan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Memiliki data konsumen pengguna yang kebutuhannya telah diverifikasi oleh Pemerintah Daerah setempat
  • Terkait harga BBM, nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

18/08/15

Kisah Sukses Wakaf

Kalau saja BWI bersinerji dgn lembaga dakwah lain di bawah Komando MUI, semua akan menjadi jauh lebih EFEKTIF dan NAMPAK hadilnya.

Kutipan Seminar Internasional tentang Wakaf

الوقف و مستقبل الأمة: دور الوقف في تاريخ الحضارة الإسلامية
(Wakaf & Masa Depan Umat: Peranan Wakaf Sepanjang Sejarah Peradaban Islam)

Pembicara:
1. Dr. Mustafa Dasuki Kasbah (Shaleh Kameel Center for Islamic Economic, Al-Azhar University)
2. KH. Anang Rikza Masyhadi, MA

Tazakka, Batang, Jumat 14 Agustus 2015
======================

1. Zakat adalah kewajiban dan menjadi salah satu rukun Islam, sementara wakaf bukan kewajiban. Wakaf adalah pilihan. Artinya, jika orang tidak mau menunaikan zakat (padahal dia mampu), maka baginya dosa telah meninggalkan kewajiban. Sedangkan orang yang enggan berwakaf tidak dikenai dosa, hanya saja ia tidak mendapatkan keutamaan dan kemuliaan.

2. Hukum wakaf semuanya bersifat ijtihadiyah dan kias. Tidak ada nash khusus yang spesifik, baik dalam Al-Quran maupun Hadis tentang wakaf, tidak seperti zakat yang ayat dan hadisnya eksplisit. Maka, hukum-hukum wakaf mengambil kias dari hukum-hukum lain yang serupa.

Karena hukum wakaf adalah ijtihadiyyah maka ada dua pendapat tentang masa berlakunya wakaf. Yaitu wakaf harus abadi, dan pendapat lain wakaf boleh bersifat sementara (temporer).

Namun, untuk obyek wakaf yang sifat kegunaan dan kedudukannya telah diketahui bersama baik dalam agama maupun adat masyarakat, seperti masjid, kuburan dan jalan, misalnya, maka wakaf-wakaf tersebut mutlak harus bwrsifat abadi. Artinya, tidak boleh orang mewakafkan masjid, kuburan, atau jalan hanya untuk sementara waktu (temporer), karena hal demikian akan menimbulkan gejolak di masyarakat; sesuatu yang justru bertentangan dengan maksud dan tujuan wakaf itu sendiri.

Sedangkan wakaf temporer, misalnya seperti orang yang memiliki lebih dari satu rumah, lalu dia mewakafkan salah satu rumahnya untuk digunakan tempat tinggal mahasiswa atau penggiat dakwah, namun sifatnya sementara waktu. Atau orang yang mewakafkan salah satu mobilnya untuk digunakan mobilitas dakwah selama waktu tertentu.

3. Apa tujuan wakaf? Salah satunya adalah supaya harta tidak berputar di lingkungan orang-orang kaya saja, supaya potensi ekonomi terdistribusi kepada umat.

كي لا يكون دولة بين الأغنياء منكم

Seperti halnya zakat juga demikian. Orang kaya memberikan sebagian hartanya kepada orang miskin, lalu dengan harta itu orang miskin membelanjakannya untuk kebutuhan hidupnya. Nah, mestinya para mustahik itu membelanjakannya kepada barang-barang atau jasa yang diproduksi atau dimiliki oleh para muzakki. Jadi, uang itu berputar terus, dan ini menjadi saling menguatkan.

Yang terjadi sekarang, para mustahik membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang bukan produksi / dimiliki para muzakki. Di sinilah terjadi missing link (keterputusan) mata rantai ekonomi umat. Jadi, zakat dan wakaf akhirnya malah membesarkan umat lain.

4. Ada beberapa jenis wakaf:
a. Khoiry (خيري)
b. Ahly (أهلي)
c. Musytarak (مشترك)

Yang dimaksud wakaf khoiry adalah wakaf yang diserahkan kepada lembaga di luar keluarganya untuk digunakan seluas mungkin bagi kepentingan umum. Misalnya, wakaf masjid, wakaf jalan, wakaf sekolah dan lain sebagainya.

Sedangkan wakaf ahly adalah wakaf yang diserahkan kepada keluarganya atau ahli warisnya untuk dikelola bagi kepentingan umum. Misalnya, seseorang mewakafkan tanah dan bangunan sekolah kepada anak-anaknya. Jadi pengelolaannya (nadzir) diserahkan kepada keluarganya meskipun fungsi dan manfaatnya tetap untuk kepentingan seluas mungkin masyarakat.

Adapun wakaf musytarak adalah wakaf yang awalnya diserahkan kepada keluarga untuk mengelolanya, kemudian setelah beberapa waktu (tahun), diserahkan kepada lembaga atau pihak lain untuk seterusnya mengelola wakaf tersebut bagi kepentingan umum.

5. Sepanjang sejarah Islam, wakaf sangat jelas memiliki peran sentral dalam Sejarah Peradaban Islam, berikut beberapa contoh-contohnya:

a. Peperangan fi sabilillah pada zaman Rasulullah SAW dan juga pada masa sahabat berasal dari harta wakaf. Senjata dan perlengkapan perang adalah wakaf dari para kaum muslimin, karena saat itu belum dibiayai oleh negara seperti pada saat ini. Ada yang wakaf pedang, baju besi, dan lain sebagainya.

b. Rasulullah SAW sesampai di Madinah, pertama kali adalah menggerakkan wakaf masjid, kemudian wakaf untuk pasar di dekat masjid, dan kemudian wakaf untuk pertahanan militer. Masjid Quba dan Masjid Nabawi adalah contoh kongret yang sangat fenomenal dan abadi tentang wakaf masjid.

c. Kemudian setelah itu, wakaf berkembang kegunaannya ke sekolah-sekolah. Contoh paling nyata dan fenomenal adalah Imam Ghazali yang sarana belajarnya merupakan hasil wakaf kaum muslimin. Ada sebuah ruangan berasal dari wakaf yang digunakan belajar sehari-hari Imam Ghazali.

Jika kita menengok Al-Azhar University, Kairo, adalah juga contoh wakaf paling masyhur dalam sejarah Islam pasca tabi'-tabi'in hingga sekarang. Karena sepanjang sejarahnya yang telah memasuki 1000 tahun lebih tetap konsisten dalam pengembangan pendidikan, semua sarana prasarananya berasal dari wakaf.

Ada sekitar 450an ribu mahasiswa dari 115 negara di dunia; semuanya beasiswa yang meliputi: uang kuloah gratis. Sementara sekitar 30% nya nendapatkan tambahan: fasilitas tempat tinggal (asrama), makan sehari-hari, dan uang saku (sekitar $ 80 / bulan). Sedangkan mahasiswa asing (bukan orang Mesir) yang mendapat beasiswa tersebut di atas masih ada tambahan uang tiket PP dari negeri asalnya. Silahkan dikalkulasikan berapakah dana beasiswa dalam satu bulan dan satu tahun yang dikeluarkan Al-Azhar.

Dana-dana tersebut diambilkan dari sumber-sumber wakaf yang dimiliki oleh Al-Azhar, yang terbesar adalah lahan pertanian jutaan hektar, pertokoan, pasar dan properti wakaf yang disewakan (wakaf produktif) dan juga wakaf tunai.

Sudah tak terhitung lagi ulama dan bahkan pemimpin dunia yang lahir dari rahim Al-Azhar yang berasal dari harta wakaf. Inilah dahsyatnya wakaf.

d. Kemudian, wakaf berkembang lagi ke rumah sakit, karena wabah mulai timbul dan penanggulangan penyakit harus segera ditangani agar tidak menyebar. Ada rumah sakit di Mesir untuk anak-anak cacat dan penyakit kronis seperti kanker da gagal jantung. Dan ini termasuk salah satu rumah sakit dengan administrasi dan pelayanan paling baik di tingkat dunia. Ini merupakan wakaf.
Wakaf berasal dari hampir semua kalangan: bahkan sampai pemain bola, bukan cuma dari mesir saja tetapi jg dari negara-negara arab lain.

Orang-orang ada yg wakaf alat, tanah, bahkan anak-anak juga wakaf melalui rekening mereka masing-masing yang disisihkan dari uang jajan. Ada juga wakaf melalui teknologi sms. Rumah sakit 67373 di daerah 6 Oktober, Kairo.

Ada pula seorang dokter nasrani, dr. Majdi Yaqub; ia salah seorang dokter bedah terbaik di dunia dan mendapat penghargaan "Lord" dari Ratu Inggris. Ia datang ke Aswan, Mesir mewakafkan diri dan ilmunya, yaitu ia mendidik dan melatih beberapa dokter muda di sana. Setelah itu ia mengajak kaum muslimin untuk berwakaf mendirikan rumah sakitnya. Dan sekarang, Rumah Sakit Aswan tersebut sangat baik, dan bahkan Syaikh Al-Azhar, Syaikh Prof. Dr. Ahmad Thoyyib yang mestinya dirujuk ke Perancis dan akan ditangani oleh dokter-dokter terbaik di Perancis, akhirnya berhasil di tangani sendiri oleh dokter-dokter dalam negeri di Aswan.

e. Ada pula wakaf rumah untuk penampungan para orang terlantar, bahkan untuk para isteri yang baru saja diceraikan oleh suaminya dan membutuhkan penampungan serta pengayoman. Di Mesir dan beberapa kota di Timur Tengah, karena angka kasus perceraian dan penganiayaan terhadap isteri relatif tinggi, rumah-rumah penampungan semacam ini menjadi sangat penting dan dibutuhkan.

Belum lagi rumah-rumah untuk penampungan anak-anak gelandangan yang akan dibina dan dididik dengan aneka keterampilan supaya dapat hidup normal dan berkecukupan kelak.

f. Bahkan, yang unik ada wakaf untuk memberi makan kucing. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang peduli pada binatang. Di Al-Azhar pernah diadakan Seminar Internasional tentang Sikap dan Kelembutan terhadap binatang. Setelah seminar lalu dilakukan aksi gerakan wakaf untuk melindungi binatang-binatang, terutama binatang yang tidak bertuan.

Dalam syariat Islam menyembelih binatang tidak boleh dilakukan di depan binatang lain. Karena menurut penelitian, selain akan mempengaruhi secara 'psikologis' binatang lainnya, juga dibuktikan bahwa binatang yang disembelih dalam tekanan dan 'psikologis' yang tidak baik, dagingnya kurang enak dan dalam beberapa kasus dapat menimbulkan penyakit. Itulah mengapa disyariatkan untuk menyebut nama Allah dan berdoa saat kita mau menyembelih binatang.

g. seorang insinyur peternakan bernama Sholah Atiyah. Ia adalah seorang yang miskin sekali. Saat masih kuliah (di Mesir kuliah gratis), dikabarkan bahwa ia konon hanya mengenakan satu celana (yang dipakai cuci secara berulang) dan satu sepatu, karena tidak memiliki biaya.

Namun, karena prestasinya yabg cemerlang, maka setelah lulus ia mendapat tawaran dari seorang investor untuk membuat perusahaan peternakan ayam, dimana ia akan diberi 50% saham sebagai konpensasinya. Sang investor mengatakan bahwa keuntungan pwrusahaan nantinya akan dibagi dua dengan dirinya: 50:50.

Sholah Atiyyah menolak dan mengatakan bahwa perjanjiannya dibagi tiga: 1/3 utk pemodal, 1/3 utk dirinya dan 1/3 utk Allah SWT (wakaf). Wakaf itu dia salurkan ke sebuah desa yg sangat miskin, tidak ada transportasi memadai, jaringan telekomunikasi juga tidak ada dan tidak ada pula sekolah yang bagus.

Seiring berjalannya waktu, keuntungan perusahaan berkembang sangat pesat. Kemudian, Atiyyah melobi pemerintah agar membuat jalur kereta api ke desa tersebut. Kemudian menemui Syaikh Al-Azhar agar membuka Fakultas Cabang di sana. Dan sekarang ini, di sana telah berdiri sebuah stasiun kereta api, dan 5 fakultas Al-Azhar, padahal dana operasional fakultas tiap bulannya tidak kurang dari 20.000-25.000 egyptian pound. Nama desa tersebut yang sekarang berkembang menjadi kota adalah Tafahna Al-Asyraf.

h. Ada lagi contoh lain, yaitu dari Dr. Syauqi Al-Fanjari yang mengkhususkan 5 juta pound utk diwakafkan kepada mahasiswa berprestasi di Al-Azhar, Cairo, Ainu Syams, dsb. Uangnya ditaruh diinvestasikan di Bank Islam Faisal. Bagi hasilnya seluruhnya diberikan kepada para mahasiswa yang berprestasi.

i. Harvard University semuanya berasal dari wakaf. Di jerman, 5% tanah diwakafkan kepada gereja. Di Indonesia misalnya, ada Pondok Modern Gontor, Muhammadiyah, NU, dll. Berkali-kali saya ke Gontor, di sana guru tidak digaji dalam pengertian seperti yang umumnya berlaku, hanya diberi honor sekedarnya saja untuk kecukupan kebutuhannya. Namun, rumah, makan, dan anak-anaknya ditanggung oleh Pondok. Semuanya berasal dari hasil usaha dari unit-unit usaha yang dimiliknya yang merupakan wakaf produktif, sehingga siswa tetap berbayar murah. Bahkan untuk perguruan tingginya sangat murah sekali.

Karena, di Gontor guru merupakan bagian dari wakaf, sebab mereka telah mewakafkan dirinya untuk pondok. Waktu audiensi ke Presiden SBY beberapan tahun lalu setelah Muktamar Perguruan Tinggi Islam se-Dunia di Gontor, SBY bilang Gontor menjadi model, dan karenanya ia pun mewakafkan tanah sekitar 10 rb hektar (kalau tidak keliru).

Saya juga mengikuti pergerakan dan perkembangan Muhammadiyah. Ini organisasi yang luar biasa besarnya. Lebih dari 170 perguruan tinggi dan puluhan ribu sekolah dan ratusan rumah sakit dan lain sebagainya, ini seperti negara sendiri. Dan hebatnya, sebagian besar berasal dari wakaf. Bahkan, tradisi wakaf di Muhammadiyah diteladankan oleh para pendiri dan pendahulu organisasi ini, dimulai dari KH. Ahmad Dahlan dan seterusnya hingga hari ini.

Di NU saya kurang mengikuti, karena beberapa kali ke Indonesia lebih sering ke Muhammadiyah, terutama ke perguruan tingginya untuk memberikan seminar dsb. Namun, saya menduga bahwa di NU pun wakaf tumbuh dan berkembang dengan baik.

j. Di Emirates, pendiri UEA, Syaikh Zaid mewakafkan $ 1 Miliar yang diinvestasikan (wakaf produktif). Dari keuntungan investasi produktif itulah yang digunakan untuk membangun perguruan tinggi, rumah sakit, jalan raya dan lain sebagainya, bahkan tersebar bantuannya ke seluruh dunia hingga ke Eropa.

Gerakan wakaf ini lalu diinstitusikan menjadi Yayasan untuk kebaikan dan kemanusiaan, dan turun temurun hingga sekarang ini diteruskan oleh Syaikh Khalifah di Abu Dhabi dengan Khalifa Foundationnya. Ini contoh wakaf produktid yang baik yang dilakukan oleh seorang pemimpin negara.

k. Di Makkah, Saudi Arabia, jika Anda keluar dari Masjidil Haram Anda akan menjumpai ada bangunan tinggi menjulang ke langit. Itu semuanya hotel dan mall (hotel Zam-zam Tower - penj). Itu tanahnya wakaf dari Raja Abdul Aziz dan kemudian pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz (sebelum wafatnya) dibangun perhotelan dan mall yang sangat modern. Seluruh hasil sewa kamar hotel dan mall diwakafkan untuk perawatan, perluasan dan pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
l. Terakhir, saya ingin menyebut contoh Pondok Modern Tazakka ini. AlhamdulilLaah, saya mengikutinya sejak awal, bahkan sejak berupa impian dan gagasan di benak Saudaraku ini, KH. Anang Rikza Masyhadi tahun 2003 pertama kali perkenalan saya dengannya. Ia mengatakan kepada saya ingin membuat pesantren seperti Gontor.
Tahun 2011 awal, saya diajak olehnya bersama para guru besar dari Mesir, Suriah dan Pakistan disertai oleh KH. Abdullah Syukri Zarkasyi meletakkan batu pertama pembangunan masjid utk pondok ini. Waktu itu masih berupa hamparan tanah kosong. Tapi sejak itu saya sudah menduga bahwa gerakan ini akan berhasil.

Tahun berikutnya saya datang lagi, masjid sudah berdiri megah, konon merupakan wakaf satu orang saja. Tahun berikutnya lagi saya datang, sudah ada gedung asrama, dan kemudian kedatangan kali ini yang ketiga kali setelah peletakan batu pertama pada 2011 itu, kini saya terkejut dan bersyukur sekarang telah berdiri bangunan-bangunan megah, bahkan tanahnya sekarang telah menjadi 10 ha dari yang semula hanya 2ha.

Saudaraku KH. Anang ini menjelaskan panjang lebar gerakan wakafnya, saya mencatat beberapa hal yang menurut saya luar biasa:

- ia berhasil meyakinkan umat bahwa pondok ini adalah pondok umat dan memobilisasi umat secara konsisten untuk mendukungnya. Tentu saja, ini tidak mudah.
- saya melihat pondok ini berhasil menggerakkan dan mensinergikan seluruh potensi umat yang dibinanya: ada pejabat, pengusaha, militer, polisi, bahkan kalangan dokter, profesional dan juga notaris-notaris.
- pondok ini digerakkan oleh anak-anak muda, yang berwawasan dan memiliki jaringan luas, sehingga pergerakannya sangat cepat. Tidak banyak lembaga yang diisi oleh anak-anak muda seperti ini dalam jumlah yang cukup memadai. Ini artinya kaderisasi di pondok ini berjalan dan dinamis.
- pondok ini mengembangkan model wakaf yang beragam, selain wakaf aset dan wakaf tunai, ada pula wakaf manfaat, wakaf profesi dan lain sebagainya. Ini sangat baik, sehingga umat punya pilihan alternatif cara berwakaf.
- tiap tahun pondok mengadakan gathering wakaf dan zakat dengan mengundang para wakif dan muhsinin, tentu saja selain informasi dan pelaporan, saya melihat ini bagian dari strategi menggerakkan wakaf yang sangat jitu.
- konon, sekarang asetnya telah mencapai 30 M, dan dana terserap untuk pembangunan telah lebih dari 14 M, dalam waktu kurang dari 5 tahun. Saya diberitahu bahwa dana dari luar negeri nyaris belum ada, dan memang tidak ada, tetapi lebih banyak berasal dari masyarakat lokal mulai dari jumlah sangat kecil hingga besar. Saya kira untuk gerakan permulaan dan apalagi di desa seperti ini, sungguh merupakan langkah yang sangat baik dan semoga istiqomah dan terus diberkahi Allah SWT.

Demikianlah beberapa contoh wakaf dan peranannya dalam sejarah Peradaban Islam.

Ditranskrip dan diterjemahkan oleh tim Ziswaf Tazakka:
1. H. Oyong Shufyan, Lc, MA
2. M. Bisri, S.H.I, M.Si
2. Subhi Mahmassani, S.H.I
3. Zulfikar Ghanna Priyangga, Lc

15/08/15

DVDRip, HDRip, BRrp, atau CamRip. Apa maksudnya

Ketika mendownload film, anda menemukan istilah-istilah seperti DVDRip, HDRip, BRrp, atau CamRip. Apa maksudnya.

These are basically denoting the source

For eg.
DVDrip means the source of the ripped video file was a DVD.
Similarly, in HDrip the source is HDTV(High Definition) telecasts on your dish tv.
Similarly, BRrip stands for a rip done from a BluRay disc.

Now, the catch is that each source denotes a different quality 
Here BRrip is better than HDrip  is better than DVDrip.

This is one thing. Now coming on to the resolutions
If it says 1080p or 720p then,1080 is of higher resolution/quality than 720p.

Further there are more types of source.
  • CAMrip - Source is cam(era). These are the ones which are shot illegally in the theatres. You will get all the sounds of audience laughing and babies crying in this. This is worst, so download only if you are too impatient to watch the flick.
  • PreDVDrip - Another way to fool people. Its just a camrip but a bit better quality as it has been better ripped and touched.
  • R5/R6 - The R5 is a retail DVD from region 5. Region 5 consists of the Indian subcontinent, most of Africa, North Korea, Russia and Mongolia.These are kind of promotional. They lack better sound and image quality. But they are still watchable and are better. Only problem will be the hard coded foreign language subtitles.
  • Web-DL - This is a movie or TV show downloaded via an online distribution website, such as iTunes. Its quality is better and are quite watchable.

Similarly, there are lots of other formats about which you can read here
http://en.m.wikipedia.org/wiki/P...

One last tip : If the title of movie you are downloading has words HC in it, then it stands for Hard Coded i.e. the movie has hard coded subtitles in it which cant be disabled.

eg. Xyz chronicles (2007) DVDrip HC ENG yaya

Here,
  • HC ENG means that the rip has hard coded english subtitles.
  • yaya - its the name of the ripper. It is the person who has ripped the DVD and uploaded it on net. For eg. Some famous ones are axxo, yify, ETRG etc.

PS : Film piracy is a punishable offence. So one should not promote this kind of piracy. Better buy/rent a DVD and then watch. :)

07/08/15

Kekhawatiran Ideologis Kaum Wahabi Indonesia terhadap Kesepakatan Nuklir Iran


​Al Chaidar*


Kesepatakan Nuklir Iran telah dicapai di Wina, Austria, pada 14 Juli 2015. Kesepakatan ini adalah hasil panjang diplomasi yang akhirnya dimenangkan oleh Iran setelah banyak ilmuwan nuklirnya terbunuh. Kesepakatan ini akan mengubah komposisi geopolitik dunia. Kekuatan dunia telah mencapai kesepakatan dengan Iran dalam mengurangi kegiatan nuklir negara itu dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo ekonomi internasional yang telah berlangsung tiga dekade. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan dengan kesepakatan tersebut, semua senjata nuklir Iran telah diputus bagi Iran sehingga kekuatan nuklir Timur Tengah tetap dipegang secara militer oleh Israel. Bagi Presiden Iran, Hassan Rouhani, hal ini membuka "bab baru" hubungan Iran dengan dunia, sebuah peluang yang telah lama ditunggu-tunggu wangsa Persia ini. Perundingan antara Iran dan enam kekuatan dunia (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia plus Jerman) dimulai pada tahun 2006. Negara-negara P5+1 menginginkan Iran mengurangi kegiatan nuklir yang merupakan isu krusial untuk memastikan negara tersebut tidak bisa membuat senjata nuklir.

Kekhawatiran ideologis (ideological anxiety) kaum Wahabi —yang akhir-akhirnya ini menguat setelah munculnya Al Qaeda dan ISIS sebagai wakil dari kedigdayaan Wahabi— adalah kekhawatiran kultural yang serius akan dunia Islam yang terpecah. Garber (1997) membuktikan bahwa kepentingan personal yang sangat ideologis pun akan menghasilkan kecemasan kultural yang akut. Pastilah kepentingan komunal Wahabi di Indonesia sangat besar atas menguatnya Iran secara politik dan kultural. Lihatlah situasi dimana kekuatan Iran yang dibenci oleh kaum Wahabi di Indonesia selalu mengundang kecemasan kultural yang menyesakkan dada para pencari surga ini. Iran, yang menginginkan sanksi internasional yang melumpuhkannya dicabut, selalu mengatakan kegiatan nuklirnya untuk tujuan damai. Kondisi ini tidak lantas membuat kaum agamawan Suni bersimpati dengan Iran yang nota-bene adalah negara pengusung ideologi Syiah. Pun, terdapat penolakan keras dari kelompok konservatif baik di Iran maupun Amerika Serikat. Kongres AS memiliki waktu selama 60 hari untuk mempertimbangkan kesepakatan itu, meskipun Obama mengatakan akan menveto usaha untuk menggagalkan.
 
Kaum Wahabi di Indonesia mengalami kegamangan dalam melihat perkembangan diplomasi Iran di dunia dan juga di Indonesia. Pada tataran dunia, perundingan nuklir Iran dengan kelompok P5+1, yaitu lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina) plus Jerman serta Komisaris Tinggi Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa akhirnya menemukan titik final setelah 22 bulan berjalan. Pada tataran nasional, kalangan Suni pada umumnya terhenyak dengan kemajuan pembukaan isolasi Barat terhadap Iran. Kesepakatan mengenai program nuklir Iran dicapai di Wina, Austria, (14/7/2015) untuk mengatasi kecurigaan Barat terhadap program yang dinyatakan Iran bertujuan damai tersebut, dan dengan demikian sanksi terhadap Iran dicabut, tetapi mempertahankan embargo senjata dan larangan teknologi rudal balistik.  Kecurigaan Barat dan kecurigaan Suni selama ini menemukan titik kait yang kuat, namun setelah kesepakatan ini, jalan cerita akan sedikit berbelok. Ideologi Syiah akan semakin meraja-lela, apa lagi setelah organisasi Nahdlatul Ulama juga dipegang kembali oleh tokoh-tokoh yang disinyalir mendukung poros Iran dan menolak dominasi poros Arab Saudi. Kesepakatan ini ditetapkan dengan komitmen yang mengindahkan "garis merah" yang telah ditentukan Iran. Mengenai poin-poin yang menguntungkan Iran dalam kesepakatan itu, sebagai sebuah perkembangan yang mengkhawatirkan, secara geopolitik dan ideologis.  

Implikasi yang sangat mencemaskan kaum Wahabi adalah terpilihnya Haedar Nashir dalam Muktamar Muhammadiyah baru-baru ini yang dipandang tak menaruh rasa kasihan dan pembelaan pada ekstrimisme. Ekstrimisme yang selama tiga dekada lalu disematkan kepada Iran, akan mengubah peta ideologi tidak hanya di Timur Tengah. Negara-negara besar mengakui program nuklir tujuan damai Iran serta menghargai hak nuklir bangsa Iran dalam kerangka undang-undang dan konvensi internasional. Iran telah mengalami keadaan ketidakadilan yang diberlakukan Barat selama ini, semacam teror yang kemudian mengubah perilaku dan orientasi ideologisnya. Penelitian Echebarria Echabe & Fernández Guede (2006) menunjukkan pengaruh terorisme pada perilaku dan orientasi ideologis seseorang atau kelompok organisasi secara signifikan. 

Perilaku politik internasional Iran mungkin akan berubah dengan kesepakatan nuklir ini. Program nuklir Iran yang semula didistorsi sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia diluruskan menjadi obyek kerjasama Iran dengan komunitas internasional sesuai standar global. Dewan Keamanan Perserikatan Bang-Bangsa (DK-PBB) mengakui Iran sebagai negara berkekuatan nuklir tujuan damai, termasuk di bidang daur ulang bahan bakar nuklir dan pengayaan uranium. Telah terjadi perubahan fundamental dalam pola interaksi DK PBB dengan Iran setelah keluarnya resolusi DK PBB di bawah pasal 25 Piagam PBB, sembari mengingat pasal 41 dan terutama lagi pasal-pasal berkenaan dengan pencabutan sanksi sebelumnya terhadap Iran. Semua fasilitas nuklir Iran tetap beroperasi, dan tak ada satupun yang dihentikan ataupun dibekukan sebagaimana yang diinginkan sebelumnya oleh pihak lawan runding Iran. Pengayaan uranium Iran tetap dilanjutkan, dan demikian keinginan untuk menghentikan pengayaan uranium tidak terpenuhi.

Dunia keilmuan dan penelitian teknologi akan menjadikan Iran daya tarik baru bagi kalangan muslim, selain eksotisme feminisnya. Fasilitas infrastruktur nuklir Iran tetap dipertahankan, dan tidak ada satupun sentrifugal yang disingkirkan. Aktivitas penelitian dan pengembangan semua sentrifugal utama dan mutakhir tetap dilanjutkan. Instalasi nuklir untuk produksi air berat tetap dipertahankan dan terus dikembangkan serta ditambah dengan perlengkapan, teknologi, ujicoba dan instalasi terkini melalui kerjasama dengan pihak-pihak lain yang memiliki teknologi mutakhir di bidang ini. Iran sebagai salah satu produsen bahan bakar nuklir, terutama uranium yang diperkaya dan air berat, akan mengakses pasar internasional. Dengan demikian maka sanksi dan pembatasan terhadap ekspor dan impor bahan bakar nuklir yang sebagian di antaranya sudah berjalan selama 35 tahun menjadi tidak berpengaruh.

Iran dan semua perangkat ideologisnya akan mengalami liberalisasi. Semua embargo ekonomi, finansial, perbankan, migas, petrokimia, perdagangan, suplai dan transportasi yang diterapkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai sanksi atas program nuklir Iran akhirnya dicabut sekaligus. Tuntutan penghentian program rudal Iran, khususnya balistik, dikendurkan menjadi pembatasan terhadap kebijakan Iran berkenaan dengan rudal-rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Embargo senjata terhadap Iran dicabut dan diganti dengan beberapa ketentuan pembatasan. Iran diperkenankan mengimpor ataupun mengekspor sebagian produk persenjataan. Sanksi berkenaan dengan bahan berfungsi ganda dicabut, dan dengan demikian kebutuhan Iran di bidang ini akan dipenuhi melalui komisi bersama Iran dan P5+1. Mahasiswa Iran tidak lagi dikenai sanksi akademik di bidang-bidang sains yang berhubungan dengan energi nuklir.

Liberalisasi teknikal juga sama masifnya dengan liberalisasi ekonomi dan militer yang diberikan Barat. Iran bisa mengganti ideologi senjata dengan pembukaan isolasi. Embargo pesawat sipil yang sudah berjalan tiga dekade dicabut, dan dengan demikian Iran juga dapat mengakses suku cadang untuk upgrade hingga memenuhi standar keamanan. Pencairan aset keuangan Iran di luar negeri sebesar milyar dolar Amerika Serikat yang telah dibekukan dan diblokir selama beberapa tahun terakhir akibat sanksi. Bank Central Iran, perusahaan pelayaran, perusahaan minyak nasional, perusahaan transportasi minyak dan perusahaan-perusahaan lain yang bernaung di bawahnya, maskapai penerbangan Iran, dan banyak lembaga dan instansi perbankan (sekitar 800 orang dan perusahaan) dinyatakan keluar dari daftar sanksi. Banyak kalangan Wahabi di Indonesia tak paham dengan semua 'berkah' yang didapatkan Iran dan semakin sulit untuk mengandalkan teori konspirasi sebagai penjelasan tunggal atas kemajuan diplomasi nuklir ini.

Apa yang telah diberikan Barat kepada Iran adalah suatu yang di luar perkiraan negara-negara Timur Tengah. Iran mendapat peluang lebih besar untuk andil di pasar dan sektor-sektor perdagangan, teknologi, keuangan dan energi. Pembatasan kerjasama ekonomi Iran di semua bidang, termasuk investasi di sektor industri migas dan petromikian, dicabut. Indonesia juga sumringah dengan hasil kepakatan nuklir Iran di Wina ini. Akan terbuka peluang kerjasama luas semua pihak dengan Iran di level internasional di sektor energi nuklir tujuan damai serta pembangunan pembangkit listrik, reaktor untuk riset dan penyediaan teknologi nuklir terkini.

Implikasi politik dari perjanjian itu mencakup aturan mengenai pengawasan lokasi fasilitas nuklir di Iran sehingga pengawas PBB dapat meninjau lokasi militer, namun Iran bisa saja menentang pemberian akses. Sebagai gantinya, PBB mengatakan embargo senjata dan sanksi rudal hanya akan berlaku dalam lima dan delapan tahun lagi. Namun, apabila Iran melanggar perjanjian, penjatuhan sanksi akan diberlakukan dalam 65 hari. Resolusi PBB ini akan mendukung kesepakatan yang juga akan memutuskan satu mekanisme agar seluruh sanksi Dewan Keamanan bisa secara otomatis berlaku kembali jika Iran melanggar kesepakatan itu.

Kesepakatan Wina ini mengatur bahwa enam negara adidaya, Iran dan Uni Eropa akan membentuk satu Komisi Bersama untuk menangani pengaduan jika ada pelanggaran. Jika negara yang mengadu itu tidak puas dengan keputusan Komisi, negara tersebut bisa membawa keluhannya ke Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan PBB kemudian harus mengambil suara untuk resolusi untuk tetap memberlakukan embargo dan sanksi terhadap Iran. 

Implikasi Ideologis
Kesepakatan program nuklir yang disetujui oleh Iran dan enam negara adidaya ini membuat Arab Saudi khawatir pengaruh Iran akan semakin menguat di kawasan Timur Tengah. Bagi Arab, kesepakatan ini akan mengubah orientasi ideologis mereka dan juga sikap politik serta sikap kultural mereka terhadap Barat dan China. Implikasi ideologis akan tetap terasa, tanpa disadari. Tidak ada satu pun organisasi atau masyarakat atau bahkan bangsa yang terbebas atau netral secara ideologis. Ideologi menggerakkan vibrasinya pada berbagai situasi, mulai dari Revolusi Amerika (Baylin, 1992), ke organisasi yang non-ideologis sekalipun (Czarniawska-Joerges,1988), dari diagnosa medis (Gartner,  Harmatz, Hohmann, Larson,  & Gartner, 1990), atau ketika kita mengkonsumsi suatu produk (Treise, Weigold, Conna,  & Garrison, 1994), hingga ke soal-soal anggaran (Wilensky, 1974). Hampir semua kegiatan manusia memiliki aspek ideologis, baik itu berbentuk motif maupun kecemasan atau ketakutan. Ketakutan masyarakat Nusantara terhadap hantu kuntilanak atau sundel-bolong juga bisa dilihat dari aspek orientasi ideologi, pun demikian halnya dengan hantu-hantu vampir atau zombie di masyarakat Barat. Bagi masyarakat Nusantara vampir terlihat menggairahkan, terutama vampir perempuan. Zombie terlihat lucu dan tampak bisa dipermainkan. Mungkin dalam orientasi ideologis masyarakat Barat kuntilanak terlihat sangat eksotis dan menggemaskan. Sementara sundel-bolong mungkin terlihat menggemaskan, menghibur dan jenaka.

Kecemasan atas kesepakatan nuklir Iran mungkin terasa di beberapa negara jazirah Arab. Namun dalam persepsi ideologis umat Islam Suni di Indonesia, kesepakatan nuklir Iran ini dilihat secara berbeda. Apa yang dipersepsikan sebagai hantu yang menakutkan di Arab mungkin berbeda dengan hantu eksotis di Indonesia. Kesepakatan Iran secara ideologis diprediksi akan menjadikan Timur Tengah menjadi "kawasan yang lebih berbahaya" jika kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan bagi Iran. Saudi dan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk khawatir bahwa kesepakatan yang akan berujung pencabutan sanksi ekonomi Iran akan berakibat pada meningkatnya dukungan Iran terhadap negara-negara rival Saudi di Timur Tengah. Analisis tambahan menunjukkan bahwa jalur ideologis yang menghubungkan kecemasan, persepsi berbahaya di dunia memiliki dampak kuat pada keseluruhan diri penempatan kiri-kanan dari jalur yang menghubungkan tindakan menghindari, dan munculnya persepsi kompetitif di tengah belantara ketidakpastian. Kalangan Suni, dan kalangan Wahabi pada khususnya, merasakan hantu Iran menggemaskan dan bisa mengarah ke tindakan serious offence.

Kesepakatan Nuklir Iran ini menimbulkan kecemasan eksistensial bagi ideologi Wahabi yang semakin hari semakin disudutkan oleh Barat dan oleh kalangan Muslim tradisional semakin kuat membenci Wahabi sebagai kaum ekstrimis dan pelaku tindakan yang berlebih-lebihan. Teori Greenberg, Solomon, & Pyszczynski (1997) menganggap otoritarianisme dan konservatisme sebagai sumber ideologi bagi munculnya motif kolektif (untuk merobek pandangan pengaturan sosial sebagai stabil, adil dan dapat diprediksi) dan motif pribadi (untuk mengatasi kecemasan eksistensial). Otoritarianisme dan konservatisme Wahabi akan semakin dipermalukan dengan kesepakatan nuklir Iran di Wina ini.

Saudi, yang mayoritas penduduknya merupakan Muslim Sunni, dan Iran yang mayoritas Syiah telah lama menjadi rival di kawasan Timur Tengah. Konflik di Yaman,  menjadi ajang pertempuran antara Saudi yang mendukung Presiden Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung oleh Iran. Pengaruh ideologis dari kesepakatan nuklir ini selanjutnya akan menyumbang bagi membesarnya konflik. Motivasi bagi munculnya ideological rigidity dan konflik sosial bahkan bisa muncul dalam dunia manajemen yang sempit (Peterson  & Flanders, 2002), apatah lagi dalam dunia politik dan keagamaan (Jost, Napier, Thorisdottir, Gosling, Palfai,  & Ostafin, 2007). Konflik Syiah Houthi di Yaman akan semakin melebar dan membesar dan semakin membuat Saudi terjepit. Sebagai tetangga Iran dalam empat dekade terakhir, kaum Wahabi di Arab belajar bahwa kebaikan (terhadap Iran) hanya akan membuat mereka menanggung konsekuensinya. Politik tanpa belas kasihan akan terjadi terhadap kaum Syiah dimana pun sebagai akibat dari konstelasi politik yang tidak sepadan yang diberikan oleh Barat melalui kesepakatan nuklir bagi Iran di Wina ini. Situasi menysakkan ini tentu akan mengakibatkan kaum Wahabi pun tidak tinggal diam dan akan bereaksi secara ekstrim dengan memainkan kekerasan keagamaan di Indonesia.

Ancaman dan ketersudutan akan mengakibatkan bangkitnya motivasi reaktif yang berlebihan (Nash,  McGregor, & Prentice, 2011). Para pejabat dan masyarakat Iran mengaku mendukung kesepakatan ini, meski menyatakan bahwa Iran tidak dapat dipercaya untuk menepati kesepakatan tersebut. Selain konflik di Yaman, Riyadh juga menganggap Iran mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan Hizbullah di Libanon. Saudi menilai, hal ini merupakan bukti bahwa Iran ingin memperlebar kekuasannya ke negara sekutu Syiah di Timur Tengah. Di Indonesia, ketersudutan ini memang belum terasa sekarang, namun beberapa tahun kedepan akan ada reaksi ekstrim apabila pemerintah menjalin hubungan politik dan dagang yang semakin mesra dengan Iran.
 
Selama ini kaum Wahabi sangat asertif dalam menolak eksistensi ideologi Syiah di berbagai kawasan, termasuk di Indonesia. Abu Jibriel (2015) sangat aktif menyerang Syiah sebagai bukan Islam dan menyebarkan politik eksklusi yang serius terhadap Syiah yang tak pernah ditunjukkan sebelumnya oleh kaum Suni manapun di Nusantara. Kesepakatan nuklir telah menuai kritikan dari wartawan, ulama dan pakar di Saudi, utamanya karena sekutu utama Riyadh, Washington kini berbagi dukungan dengan rival mereka di Tehran. Iran membuat kekacauan di dunia Arab dan hal ini akan terus terjadi setelah kesepakatan nuklir. Negara Suni d kawasan teluk mungkin  akan mengurangi kepercayaan mereka terhadap Amerika dan mengubah fokus mereka ke Rusia yang kelihatannya mulai memberikan tempat bagi tumbuhnya politik Islam di bagian timur Eropa. Namun tidak demikian halnya di Indonesia. Mereka bisa saja membenci Syiah, namun suka dengan sisi feminim Iran yang sangat eksotik.

Kalangan Wahabi Indonesia pun saat ini sedang menghadapi perpecahan internal yang tak terperikan dengan munculnya isu ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) yang telah menguras darah dan keringat serta finasial mereka dalam menghadapi perang sesama Wahabi yang melelahkan ini. Komitmen ideologi memang senantiasa dipertaruhkan di antara risiko dan faktor yang melindungi suatu kaum (Laor,  Wolmer, Alon, Siev,  Samuel,  & Toren, 2006), maka ada kemungkinan reaksi ekstrim akan terjadi terhadap kalangan Syiah di beberapa kawasan yang hostile khususnya di Indonesia. Negeri ini memiliki reputasi buruk dalam hal perlindungan terhadap kaum Syiah dengan munculnya berbagai kasus intoleransi dan bentrokan berdarah yang menyedihkan dimana banyak anak-anak dan orang tak berdaya terlempar ke tempat-tempat penampungan transito yang tak manusiawi dan tak bisa pulang ke rumahnya selama bertahun-tahun.

Kesepakatan nuklir Iran ini akan muncul dalam bentuk-bentuk kultural yang dominan selain kontestasi ideologis di Indonesia. Jika kemenangan ideologis Iran terjadi di Indonesia, maka kalangan Suni yang mayoritas akan mempersepsikan hal ini sebagai imperialisme kultural. Imperialisme kultural dan kecemasan masyarakat akan mengakibatkan munculnya perubahan hukum dan ideologi (ideological realignment) secara signifikan (Peller, 1997). Saya memprediksikan bahwa akan adanya perubahan ideologi kaum Wahabi di Indonesia dalam menyesuaikan dirinya dengan kemajuan yang dicapai oleh wangsa Persia modern saat ini di Iran. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan tersembur dari Iran secara masif dengan terbukanya isolasi Iran ini. Kaum Wahabi yang saat ini mengalami kekalahan yang akut dan tak pernah menang dalam setiap upaya perebutan kekuasaan akan berpikir ulang dan menyesuaikan gairah kekuasaannya dengan perhitungan ideologis dalam manajemen pergerakan mereka. Ideological realignment ini akan menuntut kaum Wahabi untuk menurunkan tensi ekstrimismenya atau akan terancam hilangnya pendukung tradisionalnya dari kalangan Suni di Nusantara yang beragam dan kosmopolit ini. 

Kepakatan nuklir Iran ini dipandang oleh kaum Wahabi sebagai cara Amerika dan Barat untuk menghapus citra positif Turki yang diyakini akan membangkitkan the glory of the past khilafah. Bagi kaum Wahabi di Indonesia, citra Arab Saudi bersifat kurang baik dibanding Turki, mesi mereka membela Saudi dalam hal pemberontakan Syiah Hauthi di Yaman. Sebagaimana terlihat melalui media Arrahmah.com yang mengutip artikel penulis Yordan, Ihsan Al Faqih, 26 Desember lalu pada media Achahed. Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100M dolar Amerika, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah; Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Libanon.

Posisi Turki dengan ketokohan Erdogan telah berhasil membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia. Tahun 2023 merupakan tahun pembangunan Negara Turki Modern yang sudah dicanangkan oleh Erdogan, yang ditargetkan adalah Turki menjadi kekuatan politik dan ekonomi nomer 1 di dunia! Airport Internasional Istambul adalah bandara terbesar di Eropa yang menampung 1260 pesawat setiap harinya, ditambah Bandara Shabiha yang menampun 630 pesawat setiap hari. Turkish Airline, yang sering dinaki oleh para mujahidin ketika akan ke Afghanistan atau ke Suriah, meraih peringkat maskapaipenerbangan terbaik di dunia dalam 3 tahun berturut-turut.

Dalam kurun 10 tahun, Turki telah menanam 770 juta pohon Harjia dan berbuah.
Untuk pertama kali Turki di masa modern ini memproduksi sendiri Tank baja, pesawat terbang dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit militer modern pertama yang multi fungsi.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, Erdogan dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universitas baru, 189sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan 169.000 kelas baru yang modern, sehinggarasio siswa perkelas tidak lebih dari 21 orang. Ketika krisis ekonomi menimpa Eropa dan Amerika, universitas-universitas Eropa dan Amerika menaikkan uang kuliah. Sedangkan Erdogan membebaskan seluruhbiaya kuliah dan sekolah bagi rakyatnya dan menjadi tanggungan negara. Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan perkapita penduduk Turki yang dahulunya hanya 3500 dolar pertahun, meningkat pada tahun 2013 menjadi 11.000 dollar pertahun, lebih tinggi dari perkapita penduduk Prancis. Dan Erdogan naikkan nilai tukar mata uang Turki 30 kali lipat! Hal ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan Iran.  Di Turki, negara sedang mengupayakan dengan sungguh-sungguh membiayai 300.000 ilmuwan melakukan penelitian ilmiah untuk menuju tahun 2023. 

Posisi Turki secara geopolitik juga menjadi harapan besar bagi kaum Wahabi di Indonesia. Di antara keberhasilan politik terbesar Turki adalah keberhasilan Erdogan mendamaikan dua bagian Cyprus yang bertikai. Ia juga melakukan pembahasan damai dengan partai Buruh Kurdistan untuk menghentikan pertumpahan darah,dan meminta maaf kepada Armenia, sehingga menyelesaikan permasalahan yang sudah menggantung sejak 6 dasawarsa. Di negara Turki, gaji dan upah meningkatmencapai 300%. Dan gaji pegawai baru meningkat, dari 340 lira Turki menjadi 957 lira. Dan jumlah pencari kerja menurun dari 38% menjadi 2%. Di Turki, anggaran pendidikan dan kesehatan, mengungguli anggaran pertahanan, dan gaji guru sebesar gaji dokter. Hal inilah yang membuat kunjungan Presiden Turki, Erdogan, disambut histeris oleh kalangan Wahabi di Indonesia dan mereka mencemooh Jokowi yang tidak bersedia menerimanya untuk shalat jumat bersama di Masjid Istiqlal Jakarta awal Agustus 2015. 

Jika dibandingkan dengan Iran yang memiliki banyak ilmuwan nuklir, maka Di Turki telah dibangun 35 ribu laboratorium IT dan data base modern yang melatih pemuda-pemuda Turki. Erdogan menutupi defisit anggaran yang mencapai 47 milyar dolar. Sebelumnya cicilan terakhir hutang Turkike IMF adalah 300juta dolar pada Juli lalu. Bahkan Turki meminjami IMF yang jelek namanya itu sebesar 5 milyar dolar.Disamping itu Erdogan juga menambah cadangan devisa negara sebesar 100 milyar dolar. Jika sepuluh tahun lalu, ekspor Turki hanya 23 milyar dolar. Sekarang meningkat menjadi 153 milyar dolar, mencapai 190 negara. Yang paling banyak adalah mobil,yang kedua peralatan elektronik. Setiap 3 perangkat elektronik di Eropa, satunya adalah produk Turki. 

Dalam hal lingkungan hidup yang sustainable, Pemerintah Erdogan mengawali pengolahan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik, yang digunakan oleh sepertiga penduduk Turki. Dan energi listrik sudah dinikmati 98% penduduk Turki. Erdogan pernah duduk berhadapan dengan seorang anak perempuan yang usianya masih 12 tahun, tampil dalam siaran langsung televisi, berdebat dan berdiskusi tentang pembangunan Turki masa depan. Beliau hormati kecerdasan dan semangat anak tersebut. Sekaligus beliau didik anak-anak Turki keteladanandalam berdebat dan berdiskusi serta membaca masa depan. Erdogan adalah teman Israel, begitu menurut kaum sekuler Arab. Erdogan berikan tamparan keras kepada Israel, dan dia paksa Israel meminta maaf karena kasus kapal Marmara yang ditembak Israel. Dan Turki berikan syarat pencabutan embargo Gaza untuk menerima permintaan maaf tersebut. Erdogan berikan kritikan tajam terhadap orang-orang yang bertepuk tangan terhadap pidato Simon Perez dalam pertemuan Ekonomi dunia, dan beliau berkata sebelum keluar ruangan dan pulang ke Turki: "Memalukan kalian bertepuk tangan terhadap pidato ini, padahal Israel telah membantai ribuan anak dan wanita di Gaza…"

Dalam dunia yang semakin demokratis, kaum Wahabi melihat Erdogan dengan penuh harapan. Erdogan menyemprot para demonstran penentangnya dengan air. Tidak menembak mereka dengan pesawat tempur, atau rudal atau bom-bom molotov. Erdogan menolak anak gadisnya membuka hijab saat sekolah. Maka beliau kirim anaknya sekolah di Eropa agar tetap berhijab, sebelum hijab dibolehkan di kampus-kampus Turki. Kebangkitan Turki yang demikian dahsyat ini membuat harapan akan bangkitnya khilafah menjadi sesuatu yang niscaya bagi kaum Wahabi Jihadi di Indonesia. Wahabi jihadi adalah kaum yang berbeda dengan Wahabi Shururi atau Wahabi Takfiri. Bagi kaum Wahabi Jihadi, khilafah Abubakar Ibrahim Al-Baghdadi (ISIS) bukanlah khilafah yang sebenarnya. Itu adalah khilafah palsu, dan Turki akan bangkit (kembali) menjadi khilafah yang sebenarnya.

Dalam diplomasi dunia, Erdogan satu-satunya kepala negara bersama istrinya mengunjungi Burma dan bertemu dengan kaum Muslimin di sana dari kawasan Myanmar yang dapat bencana. Keberanian Turki ini telah memuaskan rasa terzhalimi yang dialami Mulsim Rohingya. Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al Quran dan Hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah hilang selama hampir 90 tahun, dihilangkan pemerintah sekuler. Erdogan menetapkan kebebasan berhijab di kampus-kampus Turki dan di parlemen. Erdoganlah pemimpin muslim yang membuat lampu di jembatan gantung terbesar di dunia di pantai laut hitam dengan penerangan yang sangat besar bertuliskan "Bismillahirrahmanirrahim.." Padahal, salah satu negara Arab membuat pohon natal terbesar di dunia dengan menelan dana mencapai 40 juta dolar. Rasa respek kaum Wahabi jihadi di Indonesia terhadap Arab musnah sudah.

Bagi kaum Wahabi jihadi di Indonesia, Turki adalah harapan baru di ufuk kebangkitan modern Islam. Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Ustmaniyah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri. Erdogan melepas pawai 10 ribu anak-anak muslim yang berumur 7 tahundi jalan-jalan Istambul, dengan penuh bangga anak-anak tersebut akan memulai kewajiban shalat berjamaah dan menghafal Al Quran. Keadaan seperti inilah yang dirindukan oleh Wahabi Jihadi di Indonesia.  

--------------------
*Al Chaidar, pengajar pada Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.


Referensi

Bailyn, B. (1992). The ideological origins of the American Revolution. Harvard University Press.
Czarniawska-Joerges, B. (1988). Ideological control in nonideological organizations. Praeger Publishers.
Echebarria Echabe, A., & Fernández Guede, E. (2006). Effects of terrorism on attitudes and ideological orientation. European Journal of Social Psychology, 36(2), 259-265.
Garber, M. B. (1997). Vested interests: Cross-dressing and cultural anxiety. Psychology Press.
Gartner, J., Harmatz, M., Hohmann, A., Larson, D., & Gartner, A. F. (1990). The effect of patient and clinician ideology on clinical judgment: A study of ideological countertransference. Psychotherapy: Theory, Research, Practice, Training, 27(1), 98.
Jibriel AR, Abu Muhammad. (2015). Fakta Syiah Bukan Islam. Jakarta: Arrahmah Publishing.
Jost, J. T., Napier, J. L., Thorisdottir, H., Gosling, S. D., Palfai, T. P., & Ostafin, B. (2007). Are needs to manage uncertainty and threat associated with political conservatism or ideological extremity?. Personality and social psychology bulletin, 33(7), 989-1007.
Laor, N., Wolmer, L., Alon, M., Siev, J., Samuel, E., & Toren, P. (2006). Risk and protective factors mediating psychological symptoms and ideological commitment of adolescents facing continuous terrorism. The Journal of nervous and mental disease, 194(4), 279-286.
Nash, K., McGregor, I., & Prentice, M. (2011). Threat and defense as goal regulation: from implicit goal conflict to anxious uncertainty, reactive approach motivation, and ideological extremism. Journal of personality and social psychology, 101(6), 1291.
Parry‐Giles, Trevor. (1994). "Ideological anxiety and the censored text: Real lives—at the edge of the union 1." Critical Studies in Media Communication 11.1 (1994): 54-72.
Peller, G. (1997). Cultural imperialism, white anxiety, and the ideological realignment of Brown. Race, Law, and Culture: Reflections on Brown Vs. Board of Education, 190-220.
Peterson, J. B., & Flanders, J. L. (2002). Complexity management theory: Motivation for ideological rigidity and social conflict. Cortex, 38(3), 429-458.
Punamäki, Raija Leena. "Can ideological commitment protect children's psychosocial well being in situations of political violence?." Child development 67.1 (1996): 55-69.
Treise, D., Weigold, M. F., Conna, J., & Garrison, H. (1994). Ethics in advertising: Ideological correlates of consumer perceptions. Journal of Advertising, 23(3), 59-69.
Weber, C., & Federico, C. M. (2007). Interpersonal attachment and patterns of ideological belief. Political Psychology, 28(4), 389-416.
Wilensky, H. L. (1974). The welfare state and equality: Structural and ideological roots of public expenditures (Vol. 140). Univ of California Press.

Munajat "Ya Man Yara" Imam al-Syafi'i


Berikut munajat "Ya Man Yara" karya Imam al-Syafi'i, yang perlu banyak dibaca saat seseorang berada dalam kesusahan dan kesulitan. Imam Syekh Badiuzzaman Said Nursi mengaku selalu membacanya selama bertahun-tahun, kala beliau keluar-masuk penjara dalam dakwah memperjuangkan Islam di Turki. 

يــا من يرى مـا في الضمـير ويسـمع * أنت المُعـــدّ لكل مـا يُتـوقّـع
يا مـن يُـــرجّى للشّــدائــد كُلّـها * يـــا من إلـيه المُشـتكى والمــفــزعُ
يــا من خـزائن رزقــه في قــول كــن * أُمــنن فــإنّ الخـير عندك أجمـــعُ
مالي سِـوى فقري إليــك وسـيلـةً * فبالافتقـار إليـك فقـري أدفـــعُ
مالي سِـوى قرعـي لبـابـك حيـلـةَ * فلإن رُدِدتُ فـأيَّ بـابٍ أ قــرعُ
ومـن الـذي أرجـو فـأهتـفُ باسـمِهِ * إن كـان فضـلك عـن فـقــيرك يُمنـعُ
حـاشـا لِفـضـلك أن تُــقنِّــط عـاصِيــاً * ألفـضلُ أجـزلُ والمـواهِـبُ أوســعُ
بالـذُّلّ قـد وافــيت بـابك عــالمـاً * أن التّــذلُّل عند بــابـك ينفــعُ
وجـعلـت معتمـدي عليـك تــوكّلا * وبسـطتُ كفّــي سـائِلا أتــضـــرّغُ
فاجـعـل لنـا من كـلّ ضـيقٍ مخـرجاً * والطُـف بنـا يـامن إليــه المــرجِعُ
ثُـمّ الصّــلاةُ عـلى النّـبيًّ وآلــهِ * خـيرُ الأنــامِ شافِعٌ ومُــشـفّـعُ 

Sumber:
محمد بن إدريس الشافعي, ديوان الإمام الشافعي

Video:
https://www.youtube.com/watch?v=xEBrSTM2sHU
https://www.youtube.com/watch?v=uRTjVWBk6gw
https://www.youtube.com/watch?v=HYLAMMrnatw
https://www.youtube.com/watch?v=z7meZKGgL94
https://www.youtube.com/watch?v=VC7NCvNHleE
https://www.youtube.com/watch?v=3yF5cmozz98
https://www.youtube.com/watch?v=GsfO8qb4Lms
https://www.youtube.com/watch?v=9cCiUmEz6Sc
https://www.youtube.com/watch?v=VJyf-KhV-Gs
https://www.youtube.com/watch?v=Edd1cazlAh0
https://www.youtube.com/watch?v=_Bk4_ypkDQk
https://www.youtube.com/watch?v=ivxYcPqXCCI
https://www.youtube.com/watch?v=-hv5mFcHlis
https://www.youtube.com/watch?v=SAwUKoV7TZM
https://www.youtube.com/watch?v=gfgCnYCItDY
https://www.youtube.com/watch?v=AEXDv57xWqU
https://www.youtube.com/watch?v=mQJO8ILMytk
https://www.youtube.com/watch?v=pZ22OaYUA0c
https://www.youtube.com/watch?v=VDihGlSFYzQ
https://www.youtube.com/watch?v=R4vpP0pejVc

06/08/15

Pentingnya Waktu Maghrib

Oleh: Syeikh Badiuzzaman Said Nursi

Saat waktu maghrib mengingatkan saat menghilangnya sejumlah makhluk yang indah dalam perpisahan yang menyedihkan di musim kemarau dan gugur karena mulai musim dingin. Ia juga mengingatkan saat manusia masuk ke dalam kubur ketika wafat dan berpisah dengan seluruh kekasih. Serta, mengingatkan kematian seluruh dunia dengan goncangannya dan perpindahan seluruh penghuninya menuju alam lain. Selain itu, ia mengingatkan kepada padamnya lentera negeri ujian ini. Ia adalah waktu yang memperingati orang-orang yang mencintai makhluk yang fana. 

Karenanya, manusia yang memiliki jiwa yang bersih laksana cermin yang terang yang secara fitrah menginginkan manifestasi keindahan Tuhan Yang Mahaabadi guna menunaikan shalat maghrib di saat seperti ini mengarahkan wajahnya ke arasy keagungan Zat Yang Maha tak bermula, abadi, dan Zat yang menata urusan alam ini. Ia mengucap Allahu Akbar di hadapan seluruh makhluk yang fana dengan melepaskan tangannya dari mereka, serta terus mengabdi kepada Tuhannya dengan berdiri tegak di hadapan-Nya. Lalu ia memuji kesempurnaan-Nya yang tanpa cacat, keindahan-Nya yang tak tertandingi dan rahmat-Nya yang luas dengan mengucap alhamdulillah. Ia kemudian mengucap, "Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan." guna memperlihatkan ubudiyahnya dan sikapnya yang memohon pertolongan kepada rububiyah Tuhannya yang tidak membutuhkan pembantu, kepada uluhiyah-Nya yang tak memiliki sekutu, serta kepada kekuasaan-Nya yang tak memiliki menteri. Ia melakukan rukuk guna memperlihatkan kelemahannya, ketidakberdayaannya, serta kefakirannya bersama seluruh entitas di hadapan kebesaran-Nya yang tak terhingga, di hadapan qudrat-Nya yang tak terbatas, serta di hadapan keperkasaan-Nya yang tak mengandung kelemahan. Iapun bertasbih menyucikan Tuhannya Yang agung dengan berkata, "Subhâna Rabbiy al-Azhîm (Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung)." 

Setelah itu ia bersujud di hadapan keindahan Zat-Nya yang tidak akan hilang, di hadapan sifat-sifat-Nya yang suci yang tak pernah berubah, di hadapan kesempurnaan keabadian-Nya yang tidak berganti seraya menunjukkan cinta dan pengabdiannya dengan penuh kekaguman dan tawaddu' sambil meninggalkan segala sesuatu selain-Nya. Kemudian ia berkata, "Subhâna Rabîy al-A'lâ (Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi)." Ia menemukan Zat Yang Mahaindah, Mahaabadi, Mahakasih, dan Mahakekal sebagai ganti dari semua yang fana. Karena itu, ia menyucikan Tuhannya Yang Mahatinggi Yang bersih dari kesirnaan dan kekurangan. Setelah itu, ia duduk tasyahhud. Ia mempersembahkan penghormatan dan salawat yang baik untuk seluruh makhluk sebagai hadiah atas namanya kepada Zat Yang Mahaindah dan Mahaagung. Ia terus memperbaharui sumpah setianya kepada Rasul yang mulia dengan memberikan salam kepadanya seraya memperlihatkan sikap taat atas seluruh perintah-Nya. Iapun melihat keteraturan yang penuh hikmah dari istana alam ini untuk memperbaharui dan menerangi imannya seraya Ia bersaksi atas keesaan Sang Pencipta Yang Mahaagung. 

Kemudian ia bersaksi atas sosok yang menunjukkan kekuasaan rububiyah-Nya, penyampai hal-hal yang diridhai-Nya, serta penerjemah ayat-ayat kitab alam yang besar ini; yaitu Muhammad saw. Betapa suci melaksanakan shalat magrib dan betapa agung menunaikan tugas dengan kandungan makna di atas! Betapa ia merupakan kewajiban yang sangat mulia dan nikmat! Betapa ia merupakan ubudiyah yang sangat indah dan menyenangkan! Betapa ia merupakan hakikat yang serius! Begitulah kita melihat bagaimana ia merupakan bentuk persahabatan yang mulia, majlis penuh berkah, serta kebahagiaan yang kekal di dalam jamuan fana semacam ini. Layakkah orang yang tidak memahami hal ini menganggap dirinya sebagai manusia?!

(Kutipan dari Kalimat ke-9 di kitab "al-Kalimat" karya Ustadz Badiuzzaman Said Nursi)

05/08/15

Ahlul Halli Wal Aqdi dan Benih Konflik di Tubuh NU


​Oleh: 
Ma'mun Murod Al-Barbasy
Pemerhati NU dan Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP) FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta

Muktamar NU telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, 1 Agustus 2015. Ada beberapa agenda muktamar yang dibahas. Di antaranya Program Satu Abad NU, perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART), sampai pemilihan Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Dua agenda terakhir ternyata yang sungguh menarik. Perhatian muktamirin seperti deras mengalir. 

Dalam materi muktamar terkait perubahan ART, ada tawaran perubahan fundamental terkait pemilihan Rais Aam. Di mana Rais Aam yang sejak Muktamar Yogyakarta 1989 sampai Muktamar Makassar 2010 dipilih secara langsung akan dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi(AHWA). Sementara untuk pemilihan Ketua Tanfidziyah praktis tak ada perubahan, yaitu dipilih secara langsung oleh muktamirin, setelah mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.

NU dan AHWA
AHWA sesungguhnya merupakan salah satu model pemilihan khalifah masa Khulafaul Rasyiddin. Model ini pernah diterapkan pada pemilihan Abu Bakar dan Utsman bin Affan. Abu Bakar dipilih melalui AHWA oleh perwakilan umat yang saat itu berkumpul di Balai Pertemuan (Tsaqifah) Bani Saidah. Namun ada juga yang menyebut dengan istilah 'bay'ahterbatas'. Naiknya Utsman bin Affan sebagai khalifah murni dilakukan dengan AHWA. 

Saat sakit Umar bin Khattab semakin parah akibat ditikam Abu Lu'luah, sebagai antisipasi vakumnya kekuasaan, Umar membentuk AHWA. Di dalamnya beranggotakan enam sahabat: Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa'ad bin Abi Waqqas, Zubeir Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah (mempunyai hak bicara dan hak suara), ditambah Abdullah bin Umar (hanya mempunyai hak bicara). Sidang AHWA ini berhasil memilih Usman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar.

Praktek AHWA ini sebenarnya juga pernah diterapkan di dalam NU. Saat itu, menjelang Muktamar Situbondo, dalam tubuh NU diselimuti konflik. Tarik-ulur itu muncul sebagai imbas dari perseteruan kubu Cipete (KH. Idham Cholid) dan Kubu Situbondo (KH. As'ad Syamsul Arifin). Munculnya dua kubu berawal dari konflik di PPP menjelang Pemilu 1982 terkait kebijakan Ketua Umum PPP HJ. Naro dalam penentuan nomor urut kursi DPR RI yang banyak merugikan kiai sepuh. 

Konflik ini ternyata terus merembet ke dalam NU. Kubu politisi yang diuntungkan oleh kebijakan Naro, kemudian mendukung kebijakan Naro. Sementara kiai sepuh yang banyak dirugikan, tentu saja menentang kebijakan Naro. Perseteruan ini kian runyam setelah Kiai Idham menyatakan mundur sebagai Ketua Tanfidziyah. Keputusan itu dilakukan atas "desakan" kiai-kiai sepuh yang dipimpin Kiai As'ad. Tapi secara mengejutkan, beliau mencabut pernyataan pengunduran dirinya hanya berselang kurang lebih seminggu setelah pengunduran dirinya. 

Walau kubu-kubu dalam tubuh NU dianggap selesai namun faktanya masih tetap saja terjadi. Masalah ini dikhawatirkan bakal muncul dalam Muktamar Sitobondo. Untuk menghindari hal ini, Muktamar Situbondo memakai mekanisme yang berbeda dari muktamar-muktamar sebelumnya, yaitu AHWA. Mekanisme ini dianggap tepat untuk meredam benih-benih perseteruan yang masih terjadi. 

Dan benar, kubu-kubuan ternyata muncul kembali. Terutama ketika sidang untuk memilih siapa yang bakal dan pantas menjadi ketua dan anggota AHWA. Pada sidang ini, peserta terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yang menghendaki Kiai As'ad sebagai ketua. Kubu lainnya, menghendaki Kiai Idham sebagai ketua AHWA. Namun perpecahan bisa dihindari setelah Kiai Idham meminta supaya peserta memilih Kiai As'ad sebagai ketua AHWA. Dengan pengunduran diri ini, Kiai As'ad pun ditunjuk sebagai ketua AHWA. 

Kiai As'ad kemudian menunjuk enam kiai sebagai AHWA. Mereka adalah KH. Ali Maksum (Yogyakarta), KH. Masykur (Jakarta), KH. Syamsuri Baidlawi (Jombang), KH. Achmad (Sumatera Utara), KH. Romli Ahmad (Kalimantan Timur), dan KH. Rofi'i Mahfudz (Sulawesi Selatan). Tim AHWA ini berhasil memilih KH. Ahmad Siddiq dan Abdurrahman Wahid sebagai Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Muktamar NU pun berlangsung mulus. Mekanisme AHWA terbukti berhasil menyelamatkan NU dari konflik berkepanjangan. 

Saatnya Kembali ke AHWA 
Ketika Muktamar Yogyakarta 1989, NU memutuskan mengubah mekanisme pemilihan dari AHWA menjadi one man one vote. Konteks saat itu bisa dipahami. Apalagi Gus Dur adalah Ketua Tanfidziyah yang dikenal sebagai pegiat demokrasi. Tentunya ia berusaha mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Tapi ternyata dengan dalih demokrasi justru telah membawa mafsadat bagi NU. 

Pertama, menurunkan wibawa kiai. Kiai (ulama) itu pewaris para nabi. Pantang berebut jabatan (Rais Aam). Namun dengan one man one votejutru berhasil "memaksa" para kiai untuk terlibat "perebutan" jabatan. Kedua, money politics menjadi sulit dihindari. Siapapun pun yang menghadiri Muktamar Makassar 2010, tentu merasakan betul aromamoney politics. Muktamar NU nyaris bak muktamar atau kongres partai. 

Ketiga, rawan intervensi. Tentu publik masih ingat pelaksanaan Muktamar Cipasung 1994, ketika rezim Soeharto secara demonstratif mengacak-acak Muktamar NU. Keempat, berpotensi memecah belah. Muktamar Yogyakarta hampir-hampir kembali mengoyak-koyak NU, ketika Kiai Idham yang tak diunggulkan menduduki Rais Aam hampir saja mengalahkan Kiai Ahmad Siddiq. 

Begitu juga ketika KH. Ali Yafie yang tidak diunggulkan menduduki Wakil Rais Aam berhasil mengalahkan KH. Sahal Mahfudz dengan selisih suara yang jauh. Maka tepat ketika NU mencoba kembali menggunakan AHWA. Di sinilah maka berlaku qaidah ushul, dar ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashalih, menghindari kerusakan lebih utama daripada memperoleh manfaat yang sedikit.

Dalam rancangan ART Bab XIV Pemilihan dan Penetapan Pengurus Pasal 40 disebutkan (1) Pemilihan dan Penetapan Pengurus Besar NU sebagai berikut: a. Rais Aam dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat melalui sistem AHWA. b. AHWA terdiri dari 9 ulama yang dipilih secara langsung oleh muktamirin. e. Ketua Umum dipilih secara langsung oleh muktamirin melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam muktamar dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.

Meskipun terlambat, kesadaran untuk kembali menggunakan AHWA patut mendapat apresisi. Hanya saja perubahan yang ditawarkan sepertinya masih terkesan setengah-setengah. Mestinya kalau mau menggunakan AHWA secara utuh, pemilihan Ketua Tanfidziyah jangan diserahkan kepada muktamirin. Selepas memilih AHWA, berilah kewenangan juga kepada Tim AHWA untuk memilih Ketua Tanfidziyah. Sebab ketika Ketua Tanfidziyah masih dipilih langsung oleh muktamirin maka berbagai kemungkinan terkait intervensi atau money politics, misalnya, masih sangat mungkin dan rawan terjadi.

Sementara terkait penerapan AHWA andai disetujui oleh muktamirin dalam Sidang yang membahas ART, sebaiknya penerapannya harus bijaksana. Jangan sampai penerapannya menimbulkan gejolak. Saya yakin semua muktamirin sepakat dengan AHWA. Hanya saja soal penerapannya, sepertinya ada dua kubu yang saling bersebarangan. Ada kubu yang menghendaki penerapannya saat ini juga. Namun ada kubu yang menghendaki agar AHWA diterapkan pada muktamar mendatang. Masalah ini harus disikapi secara bijaksana oleh seluruh muktamirin, termasuk –- dan ini yang lebih penting -– oleh kandidat Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Semoga. (sumber: republika.co.id)

02/08/15

Kamus Besar & Tesaurus Bahasa Indonesia [Download]

Tersedia dua buku untuk didownload di sini, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (lebih 1800 halaman) dan Tesaurus Bahasa Indonesia. Keduanya merupakan buku terbitan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Kamus Besar

Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.

Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).

Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.

Tesaurus

Tesaurus adalah sebuah buku sinonim bahasa Indonesia (dua kata atau lebih yang memiliki arti yang sama). Tesaurus sering termasuk karya terkait yang memiliki hal yang hampir sama. Beberapa tesaurus juga termasuk daftar hiponim (sub-bagian, misalnya "mawar" adalah hiponim dari bunga) yang sering digunakan, serta antonim (dua kata yang memiliki arti berlawanan). Sebagai contoh, dengan mencari kata "besar" di sebuah tesaurus, seseorang akan menemukan kata lain yang mirip seperti "raya", "agung", dll. Jika sebuah tesaurus juga memiliki daftar antonim, orang bisa juga mencari kata yang artinya berlawanan, seperti "kecil".

Download di MediaFire:
Tesaurus Bahasa Indonesia
Kamus Besar Bahasa Indonesia