29/09/16

Strategi Kampanye Jokowi di Pilgub 2012

Berikut Strategi Kampanye Jokowi di Pilgub 2012, sebagaimana menurut Eep Saefullah Fatah:

1. Petakan seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta dan pilih mana kelurahan yang penduduknya paling padat. Karena peluang menang terbesar ada di daerah dengan jumlah penduduk terpadat.

2. Petakan daerah mana saja yang angka Golputnya (pada Pilkada sebelumnya) tinggi. Bayangkan pada Pilgub 2007, dari 5 juta lebih pemilih di DKI, sekitar 2,5 juta Golput. Petakan siapa mereka, ada di mana mereka?

3. Cari kelurahan dengan rata-rata anggota keluarga (KK) paling banyak. Saat itu setiap KK di DKI rata-rata memiliki anggota 2,5 jiwa. Cari keluarahan yang rata-rata anggota KK nya paling banyak. Pilih kelurahan yang rata-rata anggota KKnya 6-10 orang. Hitung2annya begini, jika kampanye Anda dihadiri 100 orang, dan dia berasal dari keluarga yang anggota keluargnya 10 orang, maka Anda punya potensi dipilih oleh 1.000 orang. Dampak multiplikasi seperti itu sangat berpengaruh.

4. Petakan kelurahan yang paling padat warga miskinnya. Mengapa, survei menyebutkan bahwa di Jakarta media yang paling mempengaruhi pilihan orang adalah berita televisi, bukan iklan televisi!. Pada waktu itu, iklan televisi dibawah 4% peranannya, berita TV mencapai 80%. Spanduk, baliho, media luar raug 4% lebih (sangat tidak signifikan). Dan faktor nomor duanya adalah kontak langsung dengan kandidat. JAdi kuncinya adalah serajin mungkin berkeliling, bertemu dengan sebanyak mungkin calon pemilih dan sebegitu atraktif gaya kampanyenya agar sering muncul di berita televisi. Bukan mengeluarkan uang banyak untuk beriklan televisi! Persoalannya orang miskin tidak nonton berita TV, maka mereka harus menjadi prioritas dikunjungi. Peta dan datanya disiapkan.

5. Kelurahan yang paling padat warga menengah kebawah. Dilihat pekerjaannya, pengangguran, pekerja sektor informal, pekerja kasar, petani, nelayan. Dikumpulkan dari data statistic dicari dan dipetakan lokasinya di mana saja, di kelurahan mana yang paling padat kelompok pemilih  tersebut.  Semuakandidat berebut di kantong itu, maka kantong2 itu harus direbut.

6. Keluarahan yang paling pada warga etnis Jawa-nya. Karena pada tahun 2012, 36% pemilih Jakarta adalah orang Jawa. Orang Betawi jauh dibawahnya, hampir sama dengan orang Sunda. Makanya jangan terlalu fokus ke isu2 betawi karena jumlahnya sedikit.

7. Petakan keluarahan yang pemeluk agamanya beragam/majemuk. Karena Jokowi wakilnya Ahok. Kalau Kelapa Gading, sangat kuat Kristennya, sudah pasti banyak yang pilih Ahok. Sebaliknya kawasan Mampang, sangat kuat Islamnya, sehingga nggak akan pilih Jokowi-Ahok. Maka carilah yang ditengah-tengah (majemuk). Dari 267 kelurahan, akhirnya terambilah 77 keluarahan prioritas. Yang ketika dihitung, jika Jokowi menang di 77 kelurahan itu, maka Jokwoi bisa memenangkan Pilgub.

Ke-7 kriteria ini kita sebut zona 1 yang merupakan prioritas. Zona 2 dan 3 tetap tidak diabaikan, namun lebih mengandalkan jejaring lain misalnya struktur partai, dll. Kalua resources berlebih, maka masuk juga ke zona 2.

Lalu kemudian, Pilkada juga sangat memperhatikan diferensiasi. Kandidat harus memiliki perbedaan. Jika kandidat yang akan dilawan arogan, maka harus dicari kandidat yang bisa membuat orang lain nyaman. Sementara jika yang dihadapi kandidat yang dianggap berani/tegas. Maka harus diusung kandidat yang juga berani dan tegas agar tidak tenggelam dari lawan.

Diferensiasi lainnya, saat itu dari 6 pasang kandidat, 4 kandidat semua nyerang Foke (Petahana), gebukin Foke. Jokowi ambil sikap tidak nyerang petahana sebagai sebuah diferensiasi.

Kemudian menyampaikan pesan2 untuk calon pemilih, jangan dengan pesan2 yang rumit atau njlimet, tapi dengan pesan2 yang sederhana yang mudah dimengerti sehingga mudah dipahami. Misalkan soal mengatasi banjir, kasih pesan yang sederhana tentang apa yang akan dilakukan untuk mengatasi banjir.

Beda Shalih dan Muslih

Allah SWT berfIrman dlm QS.11.Huud ayat 117 :

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون

"Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang MUHSLIH."

Ahli Ilmu berkata :

مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين لأن المصلح يحمي الله به أمة ، والصالح يكتفي بحماية نفسه

"Seorang MUSHLIH lebih dicintai Allah daripada ribuan orang SHAALIH, krn dg MUSHLIH lah Allah menjaga umat, sdg SHAALIH hanya menjaga dirinya sendiri."

Beda SHAALIH (Orang Baik) dan MUSHLIH (Penyeru Kebaikan) :

1. SHAALIH hanya perbaiki diri sendiri, sdg MUSHLIH perbaiki diri dan perbaiki orang lain.

2. SHAALIH kebaikannya untuk dirinya, sdg MUSHLIH kebaikannya utk dirinya dan orang lain.

3. SHAALIH menjaga diri sendiri, sdg MUSHLIH menjaga umat.

4. SHAALIH sangat baik, sdg MUSHLIH jauh lebih sangat baik lagi.

5. SHAALIH dicintai manusia, sdg MUSHLIH dimusuhi manusia.

FAKTA SEJARAH :

Rasulullah SAW sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau SHAALIH. Namun tatkala beliau diutus sbg MUSHLIH, mk kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya : Tukang Sihir, Pendusta, Gila, Perusak ... dsb.

Obat Asam Urat

*JIKA ANDA TERKENA ASAM URAT, CUKUP MINUM RAMUAN INI SEKALI SAJA!*

Utk yg punya problem asam urat, saya punya pengalaman 20 tahun yg lalu saat saya gak bisa sholat krn engkel & lutut bengkak gak bisa ditekuk. Diberi oleh saudaraku kapsul asam urat dr Amerika (1 kapsul 8 ribu), saya minum 2 hari, sakitnya cuma berkurang sedikit.

*Jangan Ketergantungan pd Obat Kimia, Jika Anda Terkena Asam Urat Cukup Minum Ramuan Ini Sekali Saja*

Berkat Allah SWT pas sy ke Condet ketemu orang Lamongan, umurnya 110 tahun, masih gagah, lg nengok anaknya umur 90 tahun yg kelihatan lebih tua...
Dia tanya:"sampeyan kenapa mas?"
"Asam urat pak."
*"Oo, coba cari nanas mateng satu dan lobak putih kira-kira 250 gram, di jus, tambah kemiri 3, diminum sekaligus."*
Berapa kali minumnya?.
*"Sekali saja cukup."*
Terus minum lagi kapan?
*"Untuk penjagaan cukup 3 bulan sekali"*
*Saya ikuti langsung, Alhamdulillah, asam uratku hilang, sembuh sama sekali*
Saya ikuti tiap 3 bulan minum jus tersebut. Alhamdulillah sampai sekarang saya gak pernah ngalamin sakit asam urat lagi.
Saya share ke banyak kenalan dan ternyata banyak yg cocok dan sembuh. Mudah-2an anda pun cocok ya.

*®RESEPNYA SBB*:
- Nanas mateng satu(1)
- Lobak putih kira kira 250 gram
- Kemiri 3
- Di JUS sekaligus
- Di minum sekaligus
- *Diulang 3bln sekali*

Kebaikan harus dibagikan, meskipun kita sdg tdk sakit, paling tidak, bs jadi jalan kesembuhan utk orang lain yg membutuhkan. Selamat mencoba semoga bermanfaat...

Sumber: di edit dr *Obat Asam Urat*

27/09/16

Adakah Dendam Lama PDIP pada Islam

Berikut tulisan Banjar Chaeruddin, mantan redpel koran Jayakarta, yang dikirim ke salah satu grup WA oleh Djoko Edy S. Perlu disimak bagi yang mau baca sejarah. Silahkan:

Dalam kongres ke-8 Partai Rakyat Demokratik (PRD), terlihat wajah Ajianto Dwi Nugroho, kader Kasebul (Kaderisasi Sebulan) lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, berada di arena kongres.

Memang itu kongres terbuka sehingga siapa saja bisa hadir. Tapi pertanyaan perlu diajukan: mengapa ia sampai mengusahakan dirinya muncul di arena kongres PRD? Sebatas kebetulan? Atau ada tujuan lain?

Sepertinya kader-kader fundamentalis Katolik Indonesia didikan Pater Beek seperti Ajianto mulai resah. PRD yang selama ini anggotanya ada dari kalangan Kasebul, mulai berdekatan dengan Islam politik seperti Partai Keadilan Sejahtera. Ini tentu tidak mereka inginkan.

Mereka berharap PRD tetap menjadi partai Liberal. Sementara itu, keresahan juga ditunjukkan kalangan fundamendalis Kristen seperti Weby Warouw (faksi PRD dari unsur fundamentalis Kristen).

Sampai-sampai ia meminjam mulut Wibowo Arif –yang dilabelinya sebagai budayawan. kita tak pernah tahu dia budayawan apa– untuk menyerang posisi PRD yang berdekatan dengan PKS. Sementara dari kalangan anarko Pajeksan juga tak terima dengan langkah PRD tersebut.

Pengantar tulisan di muka untuk memperlihatkan kekhawatiran kalangan fundamentalis Katolik dan Kristen terhadap bangkitnya Islam politik. Secara lebih luas, mereka sekarang berkumpul di sekitar PDIP dan Jokowi.

Ini tentu berbahaya karena PDIP dan Jokowi sekarang sedang berkuasa. Dengan begitu mereka akan dengan gampang menebaskan pedang kekuasaan untuk memenggal umat Islam.

Kedekatan PDIP dengan kalangan fundamentalis Katolisk sudah lama. Dalam memoar Jusuf Wanandi disebutkan hubungan dekat Jendral Leonardus Benjamin Moerdani dengan keluarga Ir. Soekarno.

Tertulis di situ: "Benny menikah dengan Hartini pada tahun 1964. Hartini adalah kemenakan kawan dekat Soekarno di Bandung Technische Hogeschool (sekarang Institut Teknologi Bandung). Perkawinan ini dilaksanakan di Istana Bogor dengan Bung Karno sebagai wali."

Kedekatan itulah yang membuat Benny melindungi Megawati Soekarnoputri dari serangan Suharto pada 1996. Benny berharap bahwa PDIP bisa menjadi rumah bagi kader-kader Kasebul setelah mereka tersingkir dari Golkar.

Perlu dijelaskan sekilas, pada awal Orde Baru, kader-kader Kasebul banyak terdapat di Golkar. Bahkan Ali Murtopo adalah orang penting di balik Golkar. Dan, CSIS Indonesia merupakan lembaga pemikir yang ikut merumuskan strategi Golkar untuk memenangkan Pemilu.

Banyaknya kader fundamentalis Katolik sempat diprotes tokoh-tokoh Islam. Salah satu kritik berasal dari KH Hasbullah Bakry yang menulis kritiknya di 'Harian Kami' edisi 9 dan 17 Agustus 1973. Menurutnya, sepertiga dari pengurus pusat Golkar beragama Katolik dan Kristen. Sementara, kalangan Islam tak diberi tempat. Padahal pemilih Golkar hampir 95% adalah umat Islam.

Kedekatan Golkar dengan fundamentalis Katolik mulai retak mendekati tahun 90-an. Pada periode ini ada 2 peristiwa penting. Pertama, Alamsyah Ratu Perwiranegara dkk, merintis berdirinya ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Inilah yang menandai bangkitnya Islam politik. Ke-2, dalam Pemilu 1987, PDI mampu memobilisasi 1 juta massa di hari kampanye terakhir di Jakarta. Gambar Sukarno diarak keliling Jakarta oleh simpatisan PDI. Ketua Golkar saat itu, Sudharmono, mencium keberhasilan PDI mengerahkan massa yang besar karena dukungan Benny yang saat itu Panglima ABRI.

Dari 2 peristiwa inilah hubungan Golkar dan kalangan fundamentalis Katolik mulai renggang. Dalam perkembangan berikutnya, Golkar kemudian banyak diisi oleh aktivis Islam, terutama dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan PMII.

Setelah Golkar dirasakan tidak lagi enak dijadikan rumah, pelan-pelan kader fundamentalis Katolik hijrah ke PDIP. Hijrah ini semakin memuncak pasca Peristiwa 27 Juli 1996. Secara terang-terangan Jendral Benny dan kliknya (AM Hendropriyono, Agum Gumelar, Sutiyoso, Theo Syafei, dll), mendukung Megawati.

Situasi PDIP yang didominasi kaum fundamentalis Katolik disadari kalangan tokoh-tokoh Islam. Peristiwa ini terjadi pada pemilihan presiden pada 1999. Pada waktu itu PDIP menang Pemilu.

Megawati kandidat kuat presiden. Inilah yang menjadi kekhawatiran tokoh-tokoh Islam bahwa Megawati akan menjalankan Nationalism yang akan mengorbankan umat Islam. Maka dibentuklah Poros Tengah, suatu aliansi politik gabungan antara partai-partai Islam dan Golkar.

Pada saat itu Ketua Golkar adalah Akbar Tandjung, mantan Ketua HMI. Pada akhirnya Poros Tengah berhasil mengganjal Megawati. Dari sinilah dendam Mega/PDIP terhadap partai-partai Islam dan Golkar.

Tentu Mega butuh waktu lama untuk membalas dendam. Ketika ia jadi presiden, posisinya belum kuat sehingga masih membutuhkan dukungan partai Islam dan Golkar.

Setelah SBY jadi presiden, dendam Mega sementara diarahkan pada SBY yang dianggap telah mempermalukan dirinya. Dendam itu masih diperam sampai sekarang. Setelah sekarang berkuasa lagi dengan Jokowi sebagai bonekanya, Mega mulai melancarkan balas dendamnya terhadap partai-partai Islam dan Golkar.

PDIP sekarang memang kental aroma kader-kader fundamentalis Katolik dan Kristen. Hasto Kristiyanto, pjs Sekjen, merupakan kader Kasebul lulusan Fakultas Teknik UGM, senior Ajianto. Orang banyak mengira dia alumnus GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia), padahal ia dulunya aktivis PMKRI (Pergerakan Mahasiswa Kantolik Republik Indonesia).

Ia digembleng di PMKRI selama mahasiswa. PMKRI didirikan pada 25 Mei 1947. Hari itu dipilih karena bertepatan dengan Pantekosta, yaitu hari turunnya Roh Kudus ke muka bumi. Inilah yang dijadikan simbol bahwa Roh Kudus turun ke bumi guna merestui mahasiswa Katolik yang sedang berkumpul untuk berjuang berlandaskan ajaran Katolik.

Pimpinan PMKRI yang menonjol antara lain Jusuf Wanandi dan Sofjan Wanandi. Di PDIP, Hasto berhasil menyingkirkan kader-kader yang berasal dari GMNI. Hasto pula yang digunakan untuk menyerang pimpinan KPK yang berasal dari aktivis Islam, Abraham Samad.

Sebelum jadi Ketua KPK, Samad merupakan pengacara yang dekat dengan aktivis Islam yang digolongkan radikal.

Juga menguat di PDIP anggota yang berasal dari kalangan Kristen fundamentalis. Mereka merupakan didikan Parkindo (Partai Kristen Indonesia). Parkindo merupakan salah satu partai selain PNI dan Murba yang berfusi membentuk PDI.

Kader Parkindo yang menonjol sekarang adalah Maruar Sirait, setelah bapaknya, Sabam Sirait, mulai mundur dari politik. Dikabarkan dia dekat dengan Puan Maharani, salah satu orang terkuat di PDIP setelah Megawati. Sementara kader Parkindo yang baru muncul adalah Adian Napitupulu.

Dengan anatomi seperti itu tak mengherankan kalau Mega/PDIP lewat tangan Jokowi berusaha menghancurkan umat Islam. Pas sekali, Jokowi sendiri dikelilingi orang-orang yang anti-Islam.

Sebut saja di antaranya Luhut Binsar Pandjaitan. Walaupun sering berseberangan dengan Hendropriyono, Luhut merupakan salah satu kader terbaik Benny. Ia sudah lama dipersiapkan untuk menduduki jabatan strategis.

Seandainya Luhut Islam, kata Sintong Panjaitan, ia bisa jadi presiden. Ada Andi Wijayanto, anak Theo Syafei. Seperti yang telah diungkapkan tadi, Theo termasuk orang Benny. Awalnya, Theo beragama Katolik, agar tak mencurigakan ketika menyusup ke PDIP, ia pindah beragama Islam.

Bagi kader-kader fundamentalis Katolik, guna menjalankan tugas penyusupan, tak masalah kemudian pindah agama. Kalau mereka ditanya mereka akan bilang, "Lihat, KTP saya Islam." Persis yang sering dikatakan Ajianto ketika didesak apakah dia kader Kasebul.

Bila mencermati perpecahan PPP, maka ada kesamaan modus dengan perpecahan Parmusi (Partai Muslim Indonesia) pada 1973. Saat itu Ali Moertopo, seorang intelejen didikan Pater Beek, memunculkan Djaelani Naro untuk mempekeruh Parmusi sehingga memunculkan kepemimpinan ganda.

Taktik ini dipakai dalam memecah PPP. Dzan Farid dijadikan bidak agar PPP terbelah. Dan, berhasil. Sampai sekarang PPP masih dilanda kisruh yang belum jelas ujung penyelesaiannya.

Pembelahan Golkar serupa. Kenapa Golkar ikut dibelah padahal bukan partai Islam? Selain kedekatannya dengan Prabowo Subianto, Golkar sekarang didominasi aktivis Islam. Ketua Fraksi Golkar, Ade Komarudin, adalah aktivis HMI, sementara sekretaris fraksi, Bambang Soesatyo, juga aktivis HMI.

Sekjen Golkar, Idrus Marham, merupakan alumni PMII. Pengurus Golkar yang lain seperti Ali Mochtar Ngabalin menduduki jabatan sebagai Ketua BKPRMI, sebuah wadah bagi remaja masjid.

Bahkan ketua DPR, Setyo Novanto, kini telah memeluk agama Islam. Dengan kondisi seperti itu, tentu Golkar merupakan ancaman bagi kaum fundamentalis Katolik. Maka diperlukan Yorrys Raweyai, seorang Katolik, untuk mengacak-ngacak Golkar.

Memecah partai Islam dan Golkar merupakan target jangka panjang Mega/PDIP, khususnya dalam menghadapi Pilkada. Fakta yang ada selama ini, banyak kepala daerah yang berasal dari kalangan partai Islam dan Golar.

Seringkali PDIP kesulitan bila berhadapan dengan gabungan partai Islam dan Golkar dalam Pilkada. Sebagai contoh di Jabar dan Sumut, PDIP kalah dengan PKS dan koalisinya.

Sementara ketika unsur-unsur Islam dan Golkar yang menjadi kepala daerah, mereka pro terhadap umat Islam. Ini tentu dianggap mengkhawatirkan oleh rezim Jokowi yang didukung PDIP, fundamentalis Katolik/Kristen, serta jendral-jendral yang anti-Islam.

Guna mematahkan dominasi partai Islam dan Golkar, maka soliditas partai-partai tersebut harus dihancurkan. Dan, usaha itu sekarang telah dimulai.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Itulah yang sekarang dilakukan rezim Jokowi dan PDIP. Saat wadah umat Islam berupa parpol diacak-acak, rezim Jokowi sekaligus juga menebarkan Islamophobia. Islam dimunculkan kembali sebagai ancaman terhadap keamananan.

Maka, didukung kaum fundamentalis Katolik/Kristen, jendral anti Islam dan sekolompok Liberal Islam yang bernaung dalam Jaringan Islam Liberal/Komunitas Salihara, melakukan pemblokiran terhadap situs-situs Islam.

Dalih-dalih klise dipakai rezim Jokowi, PDIP dan pendukungnya untuk memenggal kebebasan bicara umat Islam. Tentu tujuan jangka panjangnya adalah membuat umat Islam demoralisasi. Ketika sudah demoralisasi maka akan dengan mudah dikendalikan rezim Jokowi.

Sekarang pertanyaannya, mampukah umat Islam di Indonesia menumbangkan 2 musuh pokoknya itu: Jokowi dan PDIP? Kalau mampu, umat Islam akan selamat. Kalau tidak mampu, tinggal tunggu waktu umat Islam diinjak-injak seperti zaman Orba dan Benny Moerdani.

25/09/16

Panji: Mengapa Saya Dukung Anies

"Bisa ditelfon nggak? Mas Anies mau ngobrol.."

Sebuah pesan whatsapp masuk dari seorang kawan yang dekat dengan Mas Anies Baswedan ketika masih di kementrian pendidikan.

"Bisa sih tapi gue lagi di jalan.."

Tak lama, Mas Anies menghubungi dengan facetime. Lama kami tidak bertemu dan berbincang. "Halo Pandji, sang Juru Bicara!" suara dan wajah Mas Anies muncul di layar ponsel. "Lagi dimana ini?"

"Lagi di Wallstreet, mas" saya saat itu memang sedang di New York. Kami baru saja merampungkan rangkaian tur Juru Bicara US di 6 kota lalu memutuskan untuk berlibur ke New York.

"Wallstreet, wah.." kata Mas Anies.

"Iya Mas, lagi mau menghancurkan kapitalisme.."

Kami berdua kemudian tertawa.

Pembicaraan yang kemudian terjadi, adalah pembicaraan yang jauh dari gelak tawa. Kening saya mengrenyit. Tatapan saya kosong. Fokus dengan apa yang Mas Anies sedang katakan.

Mas Anies ditawari untuk mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Setelah menjelaskan panjang lebar beliau berkata "Saya tunggu reaksinya..". Saya tidak perlu berlama lama untuk memberi reaksi. Usai penjelasan dari Mas Anies, kami, masih via facetime, terlibat diskusi yang mendalam dan sangat terbuka.

Ketika facetime kami akhiri, jawaban saya sudah pasti. Saya akan dukung Mas Anies maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Saya pastikan, ini akan jadi perjuangan paling berat seumur hidup saya terjun dalam politik praktis.

Saya tahu persis. Ini akan serupa dengan jalan memasuki tornado.

Saya tahu persis, caci maki akan datang.

But hey, nothing new.

Rasanya, mengapa saya suka dengan Anies Baswedan karena saya melihat sedikit dari diri saya dalam beliau. Sama sama pinter ngomong. Bahkan sering sekali Mas Anies dianggap memang hanya pinter ngomong, merangkai kata kata indah dan kosong substansi. Persis seperti saya.

Persis seperti saya, dia punya kepedulian yang cenderung naif terhadap Indonesia. Dalam darahnya ada darah pejuang sejak jaman kakeknya yang oleh negara sudah resmi oleh negara dijadikan pahlawan nasional. Ayah saya selalu cerita perjuangan orang tuanya jaman penjajahan. Ayah selalu bilang Wongsoyudan itu takdirnya berjuang. Ayah juga punya kepedulian teramat tinggi terhadap bangsanya, kepedulian yang cenderung naif, yang nampaknya turun kepada saya.

Dan seperti saya, banyak sekali keputusan Mas Anies, didasari oleh pertanyaan anaknya.

Suatu hari, saya ditanya oleh Dipo mengapa Harimau Jawa punah. Dia sedih sekali, suaranya bergetar mau nangis ketika saya jelaskan arti kata punah. "Ayah, apa arti 'punah'?" Penjelasan saya membuat dia gusar dan kemudian bertanya "Kenapa Ayah biarkan itu terjadi?" saya bingung menjawabnya "Kenapa orang orang biarin itu terjadi?" tanyanya lagi masih dengan suara gemetar dan gusar.

Sejak itu, saya memutuskan untuk terlibat dalam menciptakan perubahan dan tidak hanya menuntut perubahan. Sehingga suatu hari, ketika muncul pertanyaan dari anak anak saya "Apa yang Ayah lakukan ketika diberi kesempatan untuk menciptakan perubahan?" saya bisa jawab dengan yakin "Ayah memutuskan untuk terlibat. Ayah memutuskan untuk turun tangan"

 
Anies Baswedan ditawarkan untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Dia tidak memancing mancing jabatan tersebut, dia tidak mondar mandir berburu jabatan itu. Dia ditawari.

Anies, memang ambisius. Ambisinya, besar dan banyak sekali orang akan bilang, naif. Anies percaya sekali bahwa dia bisa jadi bagian yang mengubah Indonesia jadi lebih baik. Anies percaya dia bisa menciptakan perubahan. Hal ini terlihat, sejak dia SMA.

Tidak banyak yang tahu, dulu dia pernah ikutan pelatihan ketua OSIS se-Indonesia dan dari 300 ketua OSIS yang ikutan dari seluruh pelosok Indonesia, dia dipilih jadi Ketua OSIS se-Indonesia. Jabatan macam apa itu? Ketua OSIS se-Indonesia. Lha wong mau jadi ketua OSIS aja udah aneh menurut saya. Lalu di UGM pun dia jadi ketua senat mahasiswa. Dia bahkan dulu, sudah demo menentang Tommy Soeharto terkait kasus BPPC dan ikut memimpin demo protes terhadap SDSB. Dia juga menggantikan Nurcolish Madjid jadi rektor Paramadina. Orang macam apa coba yang dipercaya untuk menggantikan Cak Nur jadi rektor? That is one big shoe to fill. Saat itu dia jadi rektor termuda di Indonesia dengan usia 38 tahun. Bahkan, Mas Anies di Paramadina bikin pelajaran anti korupsi. Lengkap dengan kurikulumnya. Sampai banyak orang orang dari universitas lain di dunia yang datang ke Paramadina untuk mempelajari kurikulum tersebut.

Soal korupsi, Mas Anies ditawarkan dan mengambil kesempatan menjadi anggota Tim 8 KPK untuk meneliti kriminalisasi terhadap Bibit-Chandra dalam kasus Cicak vs Buaya part 1. Mas Anies kemudian ditawari dan mengambil kesempatan jadi Ketua Komite Etik KPK. Ditawari jadi capres via konvensi Demokrat. Ditawari jadi Menteri Pendidikan dan kebudayaan.

Entah mengapa, orang selalu mempercayai dia dan memberikan dia kesempatan dan kesempatan itu kemudian dia ambil.

Jangan kaget ketika dia ditawari jadi cagub DKI dan mengambilnya. Dia memang selalu seperti itu. Karena dia, seperti saya, ingin bisa menjawab dengan yakin ketika anaknya kelak bertanya "Apa yang Ayah lakukan ketika diberi kesempatan untuk melakukan hal baik untuk Indonesia?"

Coba saya tanya kepada anda. Kalau anda ditawari kesempatan untuk mengubah Indonesia, lalu anda tahu anda mampu, anda punya kualifikasinya, apakah anda ambil kesempatan itu?

Besar kemungkinan jawaban anda tidak. Seperti umumnya orang orang lain. Yang beda, hanya alasannya. Tapi, sama sama alasan.

Anies, memang punya ambisi di politik. Ini bukan hal baru. Ambisi ini pun sejalan dengan cita cita saya. Dulu, bangsa Indonesia itu mencintai politisinya. Sjahrir, Hatta, Agus Salim, Sukarno, itu semua adalah nama nama politisi. Dia seperti saya, punya ambisi untuk kembalikan Indonesia ke masa itu. Ingin lebih banyak orang orang baik jadi politisi. Nama nama seperti Ahok, Jokowi, Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, adalah trend positif di mana pada masa kini kita mulai kembali mencintai dan mengagumi politisi kita.

Anies selalu bilang "Kebanyakan orang orang baik hanya mau bayar pajak saja. Lah tapi kalau tidak ada orang baik di politik, lah terus masak uang pajak kita mau kita relakan dikelola orang jahat?"

Makanya ketika dia ditawari kesempatan baik, dia ambil karena sesuai dengan ambisinya. Menambah terus orang orang baik di dalam dunia politik Indonesia.

Ada hal baik dan buruk dari pencalonan Mas Anies jadi calon Gubernur.

Hal terbaik dari munculnya Mas Anies (dan Agus tentunya) adalah Ahok – Anies – Agus mendorong nama nama seperti Yusril, Ahmad Dhani, Lulung dan si perempuan emas (saya lupa namanya), keluar dari pembicaraan. Hehe.

Saya terus terang mendingan Ahok – Anies – Agus daripada Ahok – Yusril  – Lulung.

Waktu berita isinya Yusril, Lulung dan Ahmad Dhani mau jadi calon Gubernur, saya mikir "Buset, suram amat ini Jakarta yak?"

Saya lebih senang, pertarungan jabatan jabatan penting, dilakukan oleh orang orang baik saja. Biar yang lain hanya bisa menonton karena tidak bisa memasang "jagoan" mereka. Coba dilihat, 3 calon Gubernur itu tidak ada yang orang partai lho. Ahok bukan. Anies bukan. Agus bukan (karena dia dari militer).

Konstelasinya pun jadi menarik: Ahok (praktisi) – Anies (akademisi) – Agus (militer).

Saya suka bingung dengan pernyataan orang yang bilang "Yaaaah sayang, kok orang baik diadu dengan orang baik?". Lah ya mendingan kelak untuk semua kesempatan jabatan jabatan penting negara, dipertarungkan antara orang orang baik saja. Bayangkan setiap kesempatan menjabat jadi pejabat publik, isinya orang orang baik dan keren. Kan Indonesia-nya juga keren. Selama ini kan yang kampret kampret ikutan pencalonan karena yang baik baik pada gak mau.

Kita bikin suatu hari, yang kampret Cuma bisa cengo doang karena ga dapet peluang untuk ikutan ngambil jabatan tersebut. Mereka Cuma bisa berharap dapat cipratan doang, makanya akhirnya mereka pada numpang nama baik orang.

Bicara soal kampret kampret Cuma bisa numpang nama baik orang, ini terjadi di semua calon Gubernur.

Ahok, ditumpangi PDI-P yang ada si Ibu random dan moody tukang ngacak konstelasi politik Indonesia. Nasdem yang ada bang bewok. Hanura yang ada Wiranto (doi terkait kasus HAM, makanya mungkin itu alasan dia kerjanya nyamar mulu) dan Golkar yang ada Setya Novanto (aduh, orang ini) dan track record sebagai partai paling besar efeknya terhadap busuknya kondisi politik sejak era 32 tahun Soeharto menjabat.'

Anies, ditumpangi Gerindra yang ada Prabowo dengan kasus HAM yang belum usai, Fadli "si selalu blunder" Zon dan PKS yang ada… PKS-nya.

Agus, ditumpangi Demokrat yang ada SBY si susah terima dia sudah bukan Presiden dan bikin 4 album pas jadi presiden tapi pas nganggur malah ga bikin album eh malah sibuk ramein politik. Ada PAN si idiologi partai jadi gak jelas karena setiap pileg isinya artis artis semua sehingga malah lebih mirip manajemen artis dari pada partai politik. PPP yang kadernya ketika jadi menteri agama terbukti korupsi dana penyelenggaraan haji. PKB yang track record buruknya terlihat paling sedikit dibanding yang lain (ada, tapi gak se-megah yang lain) karena mungkin memang tidak pernah dapat peluang yang lebih besar saja.

 

Terus terang kalau menurut saya, masing masing calon Gubernur, bawaannya sama saja buruknya.

Nah tapi saya kurang peduli dengan bawaan calon lain. Calon saya ini nih. Dalam bawaannya, ada banyak sekali nama nama menyebalkan. Mereka semua pada masuk kantong kresek yang Mas Anies bawa. Saya tahu ada banyak sekali yang kecewa dengan pencalonan Mas Anies yang diusung Gerindra dan PKS. Banyak yang pergi menjauh meninggalkan Mas Anies. Justru ketika Mas Anies butuh teman temannya, banyak yang pergi.

Saya sulit pergi. Karena saya tahu, dia butuh saya. Dan karena saya tahu kalau semua teman temannya pergi meninggalkan dia, akan hanya tersisa Anies, PKS dan Gerindra. Ohiya, dan Sandi Uno.

Saya tidak mau jadi teman yang jalan bareng ketika suasana baik baik saja tapi justru lari ketika dia memutuskan untuk masuk kapal perompak dan mengambil alih kemudi. Membajak kapal Bajak laut. Goks.

Maka saya memutuskan untuk bertahan. Ada di dalam. Sedekat mungkin dengan Mas Anies. Untuk menghadapi Gerindra dan PKS yang menurut saya sering bikin blunder yang menyebalkan. Contoh: Puisi Fadli Zon di deklarasi pencalonan Anies – Sandi yang membuat pertarungan Gubernur ini jadi seperti perang agama. Coba lihat muka Mas Anies deh waktu Fadli Zon baca teks yang dia sebut puisi itu. Mukanya kayak dalam hati bilang "This nigga….."

Puisi Fadli Zon ini menunjukkan bahwa dia tidak jauh beda dengan alay alay fans klub EPL yang kalau mendukung sebuah klub, harus menghina klub lain. Sementara saya dan banyak orang lain mah sudah dewasa. Kami bisa mendukung sesuatu tanpa harus membenci yang lain. Tau nggak kenapa ada barisan "Asal bukan MU"? Karena umumnya fans ManUtd itu nyebelin, kerjanya ngetawain dan ngejelekin klub lain mentang mentang prestasinya mentereng. Hal sama bisa terjadi terhadap kampanye Anies – Sandi kalau Fadli Zon, Gerindra dan PKS dalam kampanye-nya merendahkan Ahok. Kalau PKS dan Gerindra ingin menang, jangan bikin orang hilang selera gara gara lihat kampanye yang kerjanya menghina ras dan agama serta menjatuh jatuhkan orang. Kampanye negatif itu bukan kampanye hitam. Gerindra dan PKS harus belajar itu dulu.

Jadikan pertarungan ini mengenai gagasan. Bukan ras dan agama.

Ini bukan pertarungan orang cina vs orang arab vs orang jawa. Jaman batu banget pertarungannya. Ini 2016!

Ini pertarungan orang yang keliatan punya kinerja bagus, orang yang orientasinya pendidikan, dan… orang yang…. Okay saya ga tau Agus ini orangnya bagaimana.

Ahok itu keren, lagi. Gimana sih?

Ini Gubernur, yang menurut saya sulit dipungkiri kinerjanya.

Yang lebih keren dari Ahok adalah, kampanyenya bertumpu pada kinerja dan kebijakan. Emang harusnya begitu kalau kampanye. Saya lihat dengan mata kepala sendiri betapa banyak Kali jadi pada bersih. Saya lihat kalau berangkat mengantar anak sekolah pagi pagi, ngelewatin beberapa Kali, selalu ada excavator lagi kerja.

Gini deh, kalau memang bersihin kali itu gampang, kenapa Gubernur lain tidak ada yang melakukannya?

Mobil saya pernah diderek DLLAJR. Saya sampai debat dengan orang yang ngederek. Dia bilang

"Kami gak berani macem macem mas sekarang. Kalau sudah aturannya, ya kami lakukan. Pak Ahok galak, kemarin atasan kami baru dicopot karena ga bener kerjanya"

Lalu, satu hal yang Ahok lakukan yang menyentuh saya di hati, adalah rencana dia membuat trotoar yang lebih lebar. Orang yang nonton Mesakke Bangsaku (2013-2015) pasti tahu keresahan saya soal ini.

Nah pertanyaanya kemudian, kalau saya percaya Ahok kerjanya benar, mengapa saya pilih Anies?

Karena saya percaya, kita bisa mencapai hal hal baik di Jakarta dengan CARA yang lebih baik.

Satu satunya kekurangan Ahok di mata saya (ini di mata saya ya, berarti subjektif. Orang belum tentu merasa hal yang sama. Ini yang saya pribadi rasakan – dikasi disclaimer biar ga dipelintir kampret kampret yang berkeliaran) adalah caranya dalam memimpin Jakarta. Mulutnya, sering jadi petaka untuk dirinya sendiri. Mulutnya membuat orang kesulitan membela dia. Mulutnya bahkan membuat orang orang baik membenci dia. Saya bahkan tidak mempermasalahkan posisinya dalam reklamasi Jakarta dan penggusuran penduduk. Siapapun gubernurnya, akan menginjak kubangan sulit seperti tadi. Tapi cara Ahok membawa dirinya di depan publik, itu yang kurang sreg untuk saya.

Kalau publik suka marah karena komika di TV nasional suka ngomong kasar, saya memaklumi ketika banyak yang juga kesal melihat Ahok maki maki di TV juga.

Saya suka bingung bagaimana teman teman saya yang saya yakini baik terpecah soal Ahok. Bukan karena ras dan agamanya. Tapi karena caranya dalam memimpin Jakarta. Sering saya berpikir "Apa harus begitu ya? Maki maki dan nunjuk nunjuk orang. Memang harus keras kalau mau memimpin Jakarta. Tapi bahkan Foke dan Bang Yos yang kita sebelin waktu itu gak pernah kayak Ahok begini mulutnya."

Nah saya tahu ini hanya masalah selera. Teman teman saya banyak sekali yang lebih suka cara Ahok yang apa adanya daripada yang sok santun dan normatif.

Masalahnya, saya punya keresahan yang berbeda.

Kalau anda mengikuti karya saya dari 2008. Baik itu rap, buku bahkan stand-up, anda akan tahu bahwa keresahan terbesar saya ada pada persatuan. Dan cara terbaik dalam penyelesaian masalah Indonesia, adalah pendidikan.

Ahok, akan kesulitan jadi jembatan yang menyatukan Bangsa ini.

Menurut saya, jembatan itu adalah Anies Baswedan.

Indonesia saat ini, butuh sosok seperti Mandela.

Saya tidak bilang Anies itu sama dengan Mandela lho ya, jangan dipelintir lagi pret, yang saya bilang adalah kita butuh orang seperti Mandela. Yang sampai ditinggalkan kawan kawannya sendiri, karena memutuskan untuk berdamai dan mengajak kerja sama orang orang yang dulu menyiksa dia dan kaumnya. Karena dia tahu, yang dibutuhkan negaranya, adalah persatuan. Karena dia tahu, persatuan lah yang akan membuat pembangunan progresif.

Mari saya jelaskan.

Saya tahu, anda benci PKS. Tahu tidak kenapa anda tidak pernah bisa menghilangkan orang orang macam yang mengisi PKS? Karena sebagaimanapun anda benci dengan PKS karena mereka mendagangkan agama, sering menghasut dan memfitnah (ingat Jonru? PS: Saya tahu anda membaca ini Jon. Anda suka memfitnah, jangan coba coba ngeles), sebagaimanapun anda merasa mereka jahat, mereka tidak akan pernah bisa hilang. Anda tahu mengapa?

Karena di dalam kepala mereka yang ada 2 titik hitam di jidatnya karena katanya sering Shalat padahal secara ilmiah tidak masuk akal orang sering sujud bisa hitam jidatnya dan penghitam jidat itu di jual di depan masjid setiap Jumatan, mereka tidak merasa mereka jahat. Mereka merasa, merekalah orang baiknya.

Setiap kali anda menentang mereka, tentangan anda jadi bensin yang membakar perjuangan mereka. Semakin anda tentang, semakin mereka yakin, mereka ada di jalan yang benar.

Dan karena semua orang yang sebal dengan PKS menghindari dialog dengan PKS, maka kita tidak akan pernah bisa memahami mereka. Anda tahu kan prinsip saya: Mencoba memahami sebelum membenci. Karena setiap kali saya mencoba memahami, pada akhirnya, saya tidak lagi membenci.

Kalau semua elemen yang anda anggap tidak sejalan dengan anda didorong jauh, kapan kita mau bersatu? Tentu argumen anda adalah "Saya tidak mau bersatu dengan penjahat". Nah masalahnya, orang itu tidak merasa dirinya jahat. Termasuk Prabowo yang waktu itu mengaku menculik mahasiswa. Prabowo merasa, itu hal yang benar untuk dilakukan, demi kebaikan bangsa dan negara. Saya tahu ini sulit untuk dimengerti, tapi kemungkinan adalah karena anda memutuskan untuk tidak mau mencoba memahami.

Anda tahu tidak mengapa anak nakal di sekolah tetap jadi nakal? Kenapa pelaku bully tetap nge-bully? Karena semua yang suka nge-bully pada akhirnya dijauhi. Padahal, si tukang bully ini, sesungguhnya korban. Ada sesuatu yang terjadi pada dirinya entah di rumah atau di mana yang membuat dia seperti ini. Suka nge-bully, adalah sebuah dampak dari sesuatu yang terjadi pada dia. Saya belajar ini ketika terlibat dalam Gugus Kerja Penanganan Kekerasan Pada Anak di Kemdikbud. Tukang Bully justru harus dirangkul, ditanya apa masalahnya, dibantu untuk diselesaikan. Bukan ditempeli label anak jahat dan dijauhi seluruh anak baik di sekolah. When you don't have any friends at school, you start making enemies. Because fighting is the only form of communicatin left to have.

Itulah prinsip yang harusnya diterapkan di Indonesia.

Itulah mengapa Indonesia butuh jembatan.

Itulah mengapa saya pilih Anies Baswedan.

Lagipula, saya selalu berorientasi terhadap pendidikan. Punya Gubernur yang seorang pendidik dan beroritentasi pada pendidikan, adalah ideal bagi saya.

Mohammad Hatta tahun 1927 pernah menulis "Pemimpin adalah pendidik dan pendidik adalah pemimpin"

Lalu, bagaimana dengan kecakapannya? Mampukah Anies? Lha wong kemarin jadi menteri aja dipecat. Memang prestasi dia sebagai Menteri pendidikan apa?

Pertanyaan menarik.

Memangnya setau anda, kinerja semua menteri pendidikan sebelum dia apa? Anda bisa jawab gak prestasi mereka? Setidaknya, saya bisa jawab prestasi Anies:

Membatalkan UN sebagai syarat kelulusan. Sesuatu yang diperjuangkan aktivis pendidikan sejak begitu lama yang akhirnya dirayakan oleh mereka ketika akhirnya dicapai oleh Anies. Keputusan ini dia ambil walau harus bertentangan dengan Wakil Presiden RI: Jusuf Kalla.Menunda kurikulum 2013 (Itu lho, yang acuan pendidikannya "Mengajarkan kimia kepada murid untuk membuat murid menghargai kebesaran mukjizat Allah SWT") kepada mayoritas sekolah dan hanya menerapkannya kepada beberapa sekolah saja sebagai proyek percontohan.Menjadi Menteri pertama yang secara resmi melarang MOS dan Perploncoan. Dalam surat edarannya, guru yang membiarkan, bisa kena hukuman. Dulu dulu, tidak ada keterlibatan kementrian dalam hal ini. Mereka tahu, tapi mereka tidak bersikap. Ada satu – dua ospek yang muncul di berita (karena TV berita memang konsisten dalam menyuguhkan anda pemirsa Indonesia, kabar kabar terburuk di Tanah Air) tapi secara umum, prakteknya berhenti.

Ada beberapa kebijakan dia yang publik tidak tahu atau tidak anggap penting, tapi buat saya buagus banget:

Program sertifikasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru. Karena banyak guru guru tidak berkualitas akan menghasilkan murid murid tidak berkualitas. Dan percaya sama saya, banyak banget guru yang kualitasnya layak dipertanyakan.Mendirikan Direktorat Keayahbundaan. Kalau anda baca baca koran, anda akan tahu betapa banyak orang tua clueless di jagad raya Indonesia ini. Banyak orang tua yang dalam pendidikan anaknya, melepas anaknya 100% ke sekolah karena merasa itu peran yang dia serahkan ke guru guru. Biar ga pusing. Padahal, justru orang tua harus terlibat dalam pendidikan anak dan dirjen ini kelak akan memaksa orang tua untuk mau terlibat dalam pendidikan anak.

Lalu, kalau kinerjanya bagus, kenapa dia dipecat?

Ada banyak versi:

Anies keliatan banget ambisinya mau jadi Presiden. Konon kabarnya, kalau dia lagi kunjungan kerja, keliatannya kayak orang lagi kampanye. Salah satu kejadian yang menarik adalah ketika Anies bikin Gerakan orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah. Gerakan yang Anies gagas ini, tiba tiba berdampak lintas kementrian. Yang tadinya tidak mengijinkan pegawainya ijin mengantar anak, tiba tiba beberapa kementrian memutuskan untuk bikin surat keputusan memberi ijin untuk menjalankan apa yang Anies gagas. Lintas kementrian, tanpa koordinasi Presiden. Dengar dengar, Anies dipanggil Jokowi gara gara ini.Karena Menteri Pendidikan selalu jadi jatahnya perwakilan Muhammadiyah. Kalau anda perhatikan, dari tahun ke tahun memang seperti itu dan yang menggantikannya, memang orang Muhammadiyah. Muhammadiyah ngomong ngomong memang punya kepedulian terhadap pendidikan juga. Lihat saja berbagai SMA dan Universitas yang mereka dirikan dan jalankan. Mungkin Jokowi gerah dirongrong terus.Kinerjanya emang jelek saja. Salah satu yang sering muncul ketika membicarakan kinerja, adalah soal KIP yang terhambat. Mungkin, ada hal hal lain. Saya juga kurang paham.

 
Jadi, kesimpulannya bagaimana?

Kesimpulannya:

Saya Pandji Pragiwaksono, akan mendukung Anies Baswedan maju menjadi calon Gubernur.

Saya ingin punya gubernur Jakarta yang punya kepedulian terhadap pendidikan.

Yang punya cara lebih baik dalam mengelola Jakarta.

Saya memutuskan untuk tidak meninggalkan Anies kendatipun penumpang penumpang liarnya, karena dengan begitu tidak akan ada poros kekuatan yang menemani dia menahan desakan desakan blunder dari Gerindra dan PKS.

Saya tidak akan menghina dan menjelekkan kandidat lain apalagi Ahok. Karena saya sangat suka denga kinerja dan prestasinya. Yang saya tidak satu selera, adalah dengan caranya yang saya yakini membuat dirinya sulit bisa jadi elemen pemersatu. Sesuatu yang dirindukan tidak hanya warga Jakarta, tapi Bangsa Indonesia.

Kalau pendukung calon lain mau menghina dan mencibir Anies, silakan saja. Tapi saya ingatkan, itu hanya akan membuat anda terkesan tidak pede dengan calon anda. Kesannya anda tidak bisa terlihat tinggi, tanpa merendahkan orang.

Your choice.

Anda tahu apa artinya jadi orang merdeka?

Orang disebut merdeka, karena punya pilihan.

Jangan hilangkan pilihannya, tapi sediakan yang lebih baik.

Jadilah orang merdeka.

Pilih.

22/09/16

Masjid Mayor di Granada

Catatan Safari Dakwah Cholil Nafis di Eropa.

Tempatnya persis di seberang istana Alhambra. Di depan gereja, merupakan sebuah pelataran populer yang dikenal dengan Plaza Mirador San Nicolas. Jika sore hari, ratusan pengunjung akan memadati kawasan ini untuk menikmati warna merah menawan Alhambra di waktu senja dan malam hari.

Misteri Menara Putih
Menara putih, menjulang tinggi berada tepat diujung jalan Calle Espaldas de San Nicolas merupakan sebuah masjid. Gerbang pintu masjid tak begitu lebar. Tertera di dinding pembatas gerbang sebuah tulisan "Mezquita Mayor de Granada" atau Masjid Jami' Granada. Begitu masuk gerbang, kesan damai, rindang, dan tenang seolah hendak menyapa kami. Kontras dengan suasana riuh gemuruh ratusan wisatawan yang berada di pelataran gereja. Taman berukuran kecil menghiasi pelataran masjid. Air mancur di tengah taman seolah ingin memecah keheningan pagi menjelang siang.

Sekilas, bentuk mihrab masjid ini menyerupai Mezquita Cordoba, namun didesain lebih sederhana. Warna emas mendominasi kubah mihrab lengkap dengan kaligrafi dan dekorasi berbentuk geometri. Ruang inti masjid cukup luas untuk menampung sekitar ratusan jama'ah. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menawarkan program kursus Bahasa Arab, baik bagi Muslim atau non-Muslim.

Yang paling mencolok dari masjid ini adalah menara putih bergaya Mudejar dan terlihat menjulang tinggi diantara bangunan lainnya. Dihiasi dengan kaligrafi Arab Kuffic, seakan ingin mempertahankan identitas asli yang memang sudah mengakar di distrik Albayzin. Sang imam harus menaiki sekitar 59 tangga untuk sampai ke menara. Lantunan adzan dari menara ini akan langsung sampai ke Alhambra, istana termegah yang pernah dibangun umat Muslim di benua biru, Eropa, beberapa abad silam.

Memori umat muslim Granada yang telah mengakar selama delapan abad di Semenanjung Iberia seolah terkubur dan hampir musnah. Identitas sebagai muslim sengaja disembunyikan untuk mendapat pengakuan sebagai warga negara Spanyol selama bertahun-tahun, Sampai ketika masjid ini secara resmi didirikan atas sebuah gagasan dari Syeikh Abdulqadir Al-Sufi, pendiri Murabitun World Movement. Ia lahir di Scotlandia tahun 1930, dan resmi menjadi mu'allaf di tahun 1967.

Lima abad, identitas Muslim dan semua yang berbau Arab, baik bahasa, tradisi, makanan sampai baju, dilenyapkan oleh pasukan Kristen. Namun, dengan berdirinya masjid ini, seakan semua-nya kembali. Masjid inilah yang kemudian menjadi simbol pertama keberadaan kaum muslim di Granada sejak 1492. Setelah hampir 22 tahun, melalui bermacam kontroversi dan penolakan dari pemerintah Granada, masjid putih dengan arsitektur gabungan antara Mezquita di Cordoba dan Masjid Al-Aqsa di Jerussalem kembali berdiri kokoh.

Rasa-rasanya masjid ini bukan sebatas bangunan biasa untuk beribadah, namun lebih dari itu. Bangunan ini seperti mempunyai ruh, sehingga mampu mengembalikan romantisme kegemilangan peradaban muslim Andalusia ketika itu. Meskipun, nyatanya, Granada sekarang bukanlah Granada beberapa abad silam.

Memori umat muslim Granada yang telah mengakar selama delapan abad di Semenanjung Iberia seolah terkubur dan hampir musnah. Identitas sebagai muslim sengaja disembunyikan untuk mendapat pengakuan sebagai warga negara Spanyol selama bertahun-tahun.

Saat saya memasuki masjid Mayor ini awalnya terkunci. Beberapa saat, nampak seorang bule, memakai pakaian yang rapi menyapa.  Namanya Bashir Cadtineria berasal dari Penduduk aetempat.  Ternyata dia merupakan direktur masjid Jami' Granada. Ia seorang muallaf muda sekita umur 30-an tahun. Sambil bercakap-cakap sebentar, dia kemudian bercerita tentang masjid di Granada, bahwa masjid itu adalah satu-satunya di Granada. Ada tempat lain cuma seperti mushallah. Saya dipersilahkan masuk masjid untuk shalat tahyatal masjid. Kemudian diajak berbincang tentang Masjid dan umat Islam di Spanyol, khususnya di Granada.

Bashir bercerita, bahwa masjid Mayor ini juga dijadikan sebagai pusat kajian Islam yang bertujuan untuk mengenalkan peradaban Islam yang toleran dan moderat. Ruangannya terpisah dengan bangunan masjid, tepatnya berada di lantai bawah. Hall ini terdiri dari perpustakaan, ruang kelas dan ruang konferensi.

Kini, Masjid Jami' Mayor Granada menjadi rumah bagi sekitar lima ratus muslim yang berada tak jauh dari distrik Albayzin. Kehadirannya digambarkan sebagai kembalinya peradaban Muslim di Granada. Bukan untuk mengambil kembali kekuasaan, namun untuk menyuarakan bahwa mereka juga termasuk warga negara Spanyol yang selama ini diasingkan.  Bahwa Islam bukan penjajah dan bukan haus darah, tetapi Islam mengajarkan acara hidup yang sesuai fitrah manusia. Mudah-mudah para muajahid ini sukses di medan perjuangannya di negeri Matador.

21/09/16

Doa Pengantar Janazah

اللهم اغفر له وارحمه وأدخله جنات النعيم
اللهــــم .. يا حنَّان ، يا منَّان ، يا واسع الغفران ، اغفر له و ارحمه ، و عافه و اعف عنه ،
و أكرم نزله ، و وسع مدخله ، و اغسله بالماء و الثلج و البرد ، و نقِّه من الذنوب و الخطايا كما ينقَّى الثوب الأبيض من الدنس
اللهــــم .. أبدله داراً خيراً من داره ، و أهلاً خيراً من أهله ، و زوجاً خيراً من زوجه ،
و أدخله الجنة و أعذه من عذاب القبر و من عذاب النار
اللهــــم .. عامله بما أنت أهله ، و لا تعامله بما هو أهله
اللهــــم .. اجزه عن الاحسان احساناً ، و عن الإساءة عفواً و غفراناً
اللهــــم .. إن كان محسناً فزد في حسناته ، و إن كان مسيئاً فتجاوز عنه يارب العالمين
اللهــــم .. آنسه في وحدته ، و آنسه في وحشته ، و آنسه في غربته
اللهــــم .. أنزله منزلاً مباركاً و أنت خير المنزلين
اللهــــم .. أنزله منازل الصديقين و الشهداء و الصالحين و حسن أولئك رفيقاً
اللهــــم .. اجعل قبره روضة من رياض الجنة ، و لا تجعله حفرة من حفر النار
اللهــــم .. افسح له في قبره مد بصره ، و افرش قبره من فراش الجنة
اللهــــم .. أعذه من عذاب القبر ، و جاف الأرض على جنبيه
اللهــــم .. املأ قبره بالرضا و النور ، و الفسحة و السرور
اللهــــم .. قِهِ السيئات "و من تق السيئات يومئذٍ فقد رحمه"
اللهــــم .. اغفر له في المهديين ، و اخلفه في عقبة في الغابرين ، و اغفر لنا و له يا رب العالمين ، و افسح له في قبره و نوّر له فيه
اللهــــم .. إنَّ عبدك في ذمتك و حبل جوارك فقِهِ فتنة القبر ، و عذاب النار ، و أنت اهل الوفاء والحق ، فاغفر له و ارحمه ، إنك أنت الغفور الرحيم
اللهــــم .. إن هذا عبدك و ابن عبدك و ابن أمتك خرج من روَح الدنيا و سعتها و محبوبيه و أحبائه فيها إلى ظلمة القبر و ما هو لاقيه .كان يشهد أن لا إله إلا أنت و أن محمداً عبدك و رسولك و أنت أعلم به .
اللهــــم .. إنه نزل بك و أنت خير منزول به ، و أصبح فقيراً إلى رحمتك و أنت غني عن عذابه ، آته برحمتك رضاك ، و قِهِ فتنة القبر و عذابه ،و آته برحمتك الأمن من عذابك حتى تبعثه إلى جنتك يا أرحم الراحمين
اللهــــم .. انقله من مواطن الدود و ضيق اللحود إلى جنات الخلود ( في سدرٍ مخضوض ، و طلحٍ منضود ، و ظلٍّ ممدود ، و فاكهةٍ كثيرة ، لا مقطوعةٍ و لا ممنوعة ، و فُرُشٍ مرفوعة)
اللهــــم .. ارحمه تحت الأرض ، و استره يوم العرض ، و لا تخزِهِ يوم يبعثون ( يوم لا ينفع مالٌ و لا بنون ، إلا من أتى الله بقلبٍ سليم )
اللهــــم .. يمِّن كتابه ، و يسِّر حسابه ، و ثقِّل بالحسناتِ ميزانه ، و ثبِّت على الصراط أقدامه ، و أسكِنه في أعلى الجنات ، في جوار نبيِّك و مصطفاك صلى الله عليه و سلم
اللهــــم .. أمِّنه من فزع يوم القيامة ، و من هول يوم القيامة ، و اجعل نفسه آمنةً مطمئنة ، و لقِّنه حجَّته
اللهــــم .. اجعله في بطن القبر مطمئناً ، و عند قيام الأشهاد آمناً ، و بجود رضوانك واثقاً ، و إلى أعلى علو درجاتك سابقاً
اللهــــم .. اجعل عن يمينه نوراً ، و عن شماله نوراً ، و من أمامه نوراً ، و من فوقه نوراً ، حتى تبعثه آمناً مطمئناً ، فيقال لنفسه يوم القيامة ( ادخلي في عبادي ، و ادخُلي جنتي )
اللهــــم .. انظر إليه نظرة رضا ، فإنَّ من تنظر إليه نظرة رضا لا تعذبه أبداً
اللهــــم .. أسكنه فسيح الجنان ، و اغفر له يا رحمن
اللهــــم .. اغفر ، و ارحم ، و تجاوز عمَّا تعلم ، فإنك أنت الله الأعز الأكرم
اللهــــم .. اعف عنه ، فإنك أنت القائل ( و يعفوا عن كثير)
اللهــــم .. إنه جاء ببابك ، و أناخ بجنابك ، فجُد عليه بعفوك ، و إكرامك ، و جودك ، و احسانك
اللهــــم .. إنَّ رحمتك وسعت كل شيء ، و هو شيء ، فارحمه رحمةً تطمئن بها نفسه ، و تقر بها عينه
اللهــــم .. احشره مع المتقين إلى الرحمن وَفداً
اللهــــم .. احشره مع أصحاب اليمين ، و اجعل تحيته سلامٌ لك من أصحاب اليمين
اللهــــم .. بشِّره بقولك ( كلوا و اشربوا هنيئاً بما أسلفتم في الأيام الخالية )
اللهــــم .. اجعله من ( الذين سُعدوا ، ففي الجنة خالدين فيها ما دامت السماوات و الأرض)
اللهــــم .. لا نزكِّيه عليك ، و لكنّا نحسِب أنه آمن و عمل صالحاً ، فاجعل له جزاء الضعف بما عمل ، و اجعله في الغرفات من الآمنين
اللهــــم .. شفِّع فيه نبينا و مصطفاك صلى الله عليه و سلَّم ، و احشره تحت لوائِه ، و اسقِهِ من يده الشريفة شربة هنيئة لا يظمأ بعدها أبداً
اللهــــم .. اجعله مع ( المتقين ، في ظلالٍ وعيون ، و فواكه مما يشتهون ، كلوا و اشربوا هنيئاً بما كنتم تعملون ، إنا كذلك نجزي المحسنين )
اللهــــم .. اجعله مع ( المتقين ، في مقامٍ أمين ، في جناتٍ و عيون ، يلبسون من سندسٍ و استبرق متقابلين ، كذلك و زوجناهم بحورٍ عين ، يدعون فيها بكلِّ فاكهةٍ آمنين)
اللهــــم .. بشِّره بقولك ( و بشِّر الذين آمنوا و عملوا الصالحات أن لهم جناتٍ تجري من تحتها الأنهار ، كلما رزقوا منها من ثمرةٍ رزقاً قالوا هذا الذي رزقنا من قبل ، و أُوتوا به متشابهاً ، و لهم فيها ازواجٌ مطهرةٌ ، و هم فيها خالدون)
اللهــــم .. تقبل منه صبره على البلاء ، و امنحه درجة الصابرين ، الذين يوفَّون أجورهم بغير حساب ، فأنت القائل (إنما يوفَّى الصابرون أجرهم بغير حساب )
اللهــــم .. تقبل منه صلاته لك ، و ثبِّته على الصراط يوم تزل الأقدام
اللهــــم .. تقبل منه صيامه ، و سائر طاعاته ، و صالح أعماله ، و أثقل بها ميزانه يوم القيامة ، و اجعله من الفائزين
اللهــــم .. إنه كان لكتابك تالياً ، فشفِّع فيه القرآن ، و ارحمه من النيران ، و اجعله يا رحمن يترقى في الجنة إلى آخر آيةٍ قرأها ، و آخر حرفٍ تلاه
اللهــــم .. ارزقه بكل حرفٍ من القرآن حلاوة ، و بكل كلمةٍ كرامة ، و بكل آيةٍ سعادة ، و بكل سورةٍ سلامة ، و بكل جزءٍ جزاء
اللهــــم .. حل روحه محل الأبرار ، و تغمَّده بالرحمة أثناء الليل و النهار ، برحمتك يا أرحم الراحمين
اللهــــم .. أوصل ثواب ما قرأناه من القرآن العظيم إليه ، و ضاعف رحمتك و رضوانك عليه
اللهــــم .. ارحمنا إذا أتانا اليقين ، و عرق منا الجبين ، و كثر الأنين و الحنين
اللهــــم .. ارحمنا إذا اشتدت السكرات ، و توالت الحسرات ، و أطبقت الروعات ، و فاضت العبرات ، و تكشفت العورات ، و تعطلت القوى و القدرات
اللهــــم .. ارحمنا ( إذا بلغت التراقي ، و قيل من راق ، و ظن أنه الفراق ، و التفت الساق بالساق ، إلى ربك يومئذٍ المساق ) و تأكدت فجيعة الفراق للأهل و الرفاق ، و قد حمَّ القضاء ، فليس من واق
اللهــــم .. ارحمنا إذا حمِّلنا على الأعناق ، و كان إليك يومئذٍ المساق ، و داعاً أبدياً للدور، و الأسواق ، و الأقلام ، و الأوراق ، إلى من تذل له الجباه و الأعناق
اللهــــم .. ارحمنا إذا ورينا التراب ، و غلقت من القبور الأبواب ، و انفضَّ الأهل و الأحباب ، فإذا الوحشة ، و الوحدة ، و هول الحساب
اللهــــم .. ارحمنا إذا فارقنا النعيم ، و انقطع النسيم ، و قيل ما غرَّك بربِّك الكريم
اللهـــــم .. ارحمنا إذا أُقمنا للسؤال ، و خاننا المقال ، و لم ينفع جاه ، ولا مال ، و لا عيال ، و قد حال الحال ، فليس إلا فضل الكبير المتعال
اللهـــــم .. ارحمنا إذا نُسي اسمنا ، و درس رسمنا ، و أحاط بنا قسمنا و وسعنا
اللهـــــم .. ارحمنا إذا أُهملنا ، فلم يزرنا زائر ، ولم يذكرنا ذاكر ، و ما لنا من قوّةٍ ولا ناصر ، فلا أمل إلا في القاهر القادر ، الغافر الساتر ، يا من إذا وعد وفَّى ، و إذا توعَّد عفا ، ارحم من هفا و جفا ، و شفع فينا الحبيب المصطفى صلى الله عليه و سلم ،
و اجعلنا ممن صفا و وفَّى ، و بالله اكتفى ، يا أرحم الراحمين ، يا حي يا قيوم ، يا بديع السماوات و الأرض ، يا ذا الجلال و الإكرام ربنا و تقبل دعــــائنــآ... آللهم آمين ~
الفاتحه

20/09/16

Sensitivitas Nyamuk

Seekor nyamuk diletakkan di bawah mikroskop, diperbesar 400 kali! Ternyata di kepalanya terdapat 100 lebih mata.

Berat nyamuk yg hanya 0,001 gram
Di mulutnya ada 48 gigi
Di dadanya ada 3 buah jantung!
Di tiap jantung ada 2 atrium,2 bilik jantung ,dan 2 katup jantung

Nyamuk memiliki alat pendeteksi panas
Dan nyamuk melihat segala sesuatu dengan pendeteksi panasnya

Ia memiliki alat pencair darah krn darah manusia itu kasar bagi nyamuk agar bisa mengalir di belalai nyamuk,dia mengambil contoh darah dulu baru mulai menggigit

Ia juga memiliki alat pembius shg org yg di ambil darahnya tidak merasa sakit saat proses pengambilan darah,beberapa detik kemudian barulah efek bius itu hilang

Dan...
Belalai nyamuk memiliki 6 buah pisau! 4 buah pisau untuk membuat luka berbentuk segi empat sedang 2 pisau membentuk lubang sesuai tabung penghisap darah

Di kaki nyamuk terdapat cakar dan terdapat alat seperti bekam sehingga dapat menempel di tempat yg licin

Masya Allah semoga dg mendatabburi nyamuk yg kecil ini bisa menambah keimanan kita kpd Allah, aamiin yaa Rabbal 'aalamiin

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa NYAMUK atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka (Al Baqarah:26)

Masya Allah
Benar2 Allah tdk pernah mendzalimi mahluknya, di balik senjata nyamuk utk menghisap darah, Allah memberi obat bius utk menjaga supaya manusia tdk merasa sakit krn Allah maha tahu manusia sulit sekali menghindar dr gigitan nyamuk. Berbeda dg hewan lainnya di mana manusia msh bs menghindar dr gigitan misal kalajengking dll.

والله أعلم

19/09/16

Yang Lusuh Dibuat Bernilai Mahal

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, "Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?"

Jordan menjawab, "Mungkin 1 dollar."

Ayahnya kembali berkata, "Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu."

Jordan menganggukkan kepalanya, "Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil."

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, "Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?"

Kata Jordan, "Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar."

Ayahnya kembali memberikan inspirasi, "Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan."

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, "Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?" Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer "Charlie Angels", Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, "Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!" Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, "Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!"

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, "Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?"

Jordan menjawab dengan rasa haru, "Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya."

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, "Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?"

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan.

Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil hanya karena kita terlihat lecek, kumal, dan belum "diasah". Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdasan  dalam melakukannya.

SEMANGAT !!

15/09/16

Kayu Manis untuk Diabetes

Ini kesaksian seorang teman yang baik. Gratis. Jadi tidak perlu berterimakasih pada Klinik . Begini kesaksiannya:

"Saya keturunan dari orang tua penderita diabetes.

Sudah lama mengkonsumsi "Rebusan/Godokan Kayu Manis"

Awalnya saya minum seperlunya, karena tujuannya untuk kesembuhan batuk saya.

Suatu saat saya baca brosur " Sirup Kayu Manis" di sebuah apotek, salah satu faedahnya untuk menurunkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan stamina pria.

Karena saya pernah minum rebusan kayu manis sebelumnya, maka saya minum lagi lebih sering.

Dan hasilnya sangat memuaskan. Tes gula terakhir (tanpa puasa), hasilnya 93 !

Saya pernah sarankan ke kawan saya yang sedang naik (400) dibulan puasa ini, beliau minum saat sahur dan saat buka, dalam tempo 3 hari turun ke 155 !!

Sekarang keluarga dan teman-teman yang keturunan sakit gula sudah mengkonsumsi itu.

Hasilnya mereka merasakan lebih segar dan merasa lebih bertenaga.

Kalau mau coba, ini caranya:

1. Sediakan 3-4 batang kayu manis kering (perbatang sebesar telunjuk).

2. Air putih biasa 1 liter (dapat dijadikan 2,5 gelas)

3. Kayu Manis direbus dengan air biasa sampai mendidih dan mengeluarkan warna merah, kecilkan apinya, rebus lagi agak lama agar lebih merah airnya.

4. Angkat dan tuangkan dalam gelas minum hangat-hangat. Tidak perlu tambahan apa-apa.

5. Rebusan  dapat diulang dan ditambahkan air dengan menambahkan kayu manis 1 batang saja.

Bau awal rebusannya agak kuat tapi wangi, rasanya seperti teh tawar.

Konsumsi 2 x sehari (bangun tidur dan mau tidur) untuk penderita yang agak tinggi.

Bila sudah turun, untuk tetap mempertahankan / stabilisasi, cukup 1 gelas saat mau tidur (malam).

Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang  menderita diabetes."

Mhn dishare, barangkali ada yang sedang memerlukan nya. Tks...copas dr grup sblh

10/09/16

Anakku, Wujudkan Visi Pernikahanmu

Oleh Jamil Azzaini

Tadi malam, saat sedang menikmati makan malam masakan ibu saya yang datang dari kampung, tiba-tiba anak pertama saya (Nadhira) berkata "pak, suapin." Entah mengapa, ketika itu perasaan suka cita bertambah semakin membuncah. Anak pertama saya, besok sudah menikah. Setelah ini tentu yang lebih layak nyuapin makan adalah suaminya bukan saya.

Nadhira, adalah anak pertama saya yang terlahir saat saya masih kuliah di IPB. Mendidik anak dengan penuh keterbatasan financial dan ilmu parenting adalah hal yang saya hadapi ketika itu. Nadhira adalah "kelinci percobaan" saya dalam mendidik anak. Banyak hal salah yang pernah saya lakukan. Banyak hal yang kurang tepat yang saya perbuat. Maafkan saya anakku.

Besok, engkau menikah. Statusmu besok telah berubah. Ketundukan dan kepatuhanmu yang utama untuk sesama manusia beralih ke lelaki lain, bukan lagi kepada bapakmu. Dukung suamimu melebihi dukunganmu kepada bapakmu. Hormati suamimu melampui rasa hormatmu kepada bapakmu. Layani suamimu dengan penuh cinta dan setulus hatimu. Ingatlah anakku, kunci surgamu ada dikeridhoan suamimu.

24 tahun, orangtuamu telah mendidik dan menyiapkanmu. Dengan berbagai keterbatasan kami selalu berupaya memberi yang terbaik, meski ternyata dikemudian hari kami menyadari bahwa ada beberapa yang keliru. Namun, diantara kekeliruan-kekeliruan yang kami lakukan, percayalah tak ada niat sedikitpun kami "main-main" menyiapkanmu. Kamu tahu dan menyaksikan khan, bahwa orang tuamu selalu berusaha memberi yang terbaik untukmu, untuk masa depanmu, untuk akheratmu.

Bapak tahu kegigihanmu, kelembutanmu, daya juangmu, karaktermu dan kebaikan-kebaikanmu. Bapak juga tahu betapa dirimu sangat kuat menjaga harga diri dan kemuliaanmu. Saat ada lelaki yang mengajak pacaran, kau menolaknya dengan cara yang elegant. Saat ada lelaki yang mengajakmu menikah, langsung kau minta lelaki itu menemui bapakmu. Sungguh, rasa hormat dan kepasrahanmu kepada orangtuamu membuatmu semakin mulia dimataku. Dan saya sangat berharap juga semakin mulia dalam pandangan penduduk langit.

Anakku, suamimu belumlah mapan. Jadilah istri yang membuat suamimu mampu menyusun pondasi kemapanan dengan perasaan nyaman. Saat ia gelisah, kaulah yang membantu menentramkannya. Saat ia putus asa, tugasmulah yang menyalakan cahaya agar ia tahu berbagai jalan yang bisa ia lalui. Namun, sehebat apapun dirimu, tetaplah tempatkan dirimu sebagai istri.

Anakku, kulepas engkau untuk dididik lelaki lain. Lelaki yang lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi. Lelaki yang punya energi dan visi besar yang juga kemungkinan besar mampu mewujudkan visi pernikahanmu. Izinkan suatu saat nanti, bapakmu masih bisa nyuapin makan malammu. Sembari nyuapin makan, bapak ingin mendengar cerita tentang perjuanganmu dan suamimu mewujudkan visi pernikahanmu.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

09/09/16

Ucapan atas Kematian

Jika kita mendapat kabar orang meninggal dunia, doanya sebagai berikut:

إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
اعظم اللّٰه اجركم و احسن عزاكم

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْهُ وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نُزُوْلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِه، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَعَذَابِ النَّارِ.

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَه وَلاَ تَفْتِنّا بَعْدَه وَاغْفِرْلَنَا وَلَه وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاه.

آمِـيْن يَا رَبَّ العَالَمِين
.....له الفاتحة....َ                     

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١)
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّۤالِّيْنَ (٧)

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ آمِيْنَ

07/09/16

Hati-hati, Jaga Anak2 Saat Shalat Jamaah

Ini ttg anak2 madrasah atau sekolah yg shalat jamaah di Masjid Inabah Pancoran, atau mungkin masjid lainnya, tiap hari, saat Dhuhur atas Asar. Sy lihat, mereka lari2 kesana-kemari, teriak2, bicara keras, guyon sesama teman, pokoknya kacau, seperti tdk diurus.

Menurut sy, krn mrk msh berada di jam sekolah,  maka kepsek dan para guru mestinya bertanggung jawab penuh atas perilaku anak saat disuruh shalat jamaah. Harus.

Yg sy takutkan, azab Allah akan turun pd anak2 yg tiba2 menyalahi aturan shalat, sprt bicara2 sesama kawan, senda gurau, atau berjalan lewat di depan orang yg sdg shalat.

Dlm hadits pernah disebut kisah, seorang anak lewat di depan Nabi, sdh dicegah, tp tetap lewat sehingga terbetik doa agar anak itu sakit (kalau gk salah lumpuh). Akhirnya betul, anak itu sakit selama hayatnya. Nadzubillah.

Haditsnya:
Rasul Mulia S.a.w sedang shalat. Lalu seorang anak yang memiliki tabiat jelek memotong shalat beliau dan lewat di depan beliau. Maka, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ اقْطَعْ أَثَرَهُ
"Ya Allah, hentikan langkahnya."
Anak kecil itu kemudian lumpuh tidak bisa berjalan, dan terus demikian keadaannya. Dia mendapatkan balasan dari perbuatan buruknya.
(Sunan Abu Daud 1/188, Sunan al-Baihaqi 2/275)

Tlng pihak sekolah dan ortu bertanggung jawab atas anak2nya yg disuruh shalat ke masjid.

Doa di Antara Dua Sujud

Ketika orang ditanya, "do'a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim?" Banyak yang menjawabnya dengan salah. Begitu seringnya do'a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do'a itu banyak yang tidak merasa berdo'a.

Padahal do'a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari.

Do'a itu adalah *_DO'A DI ANTARA DUA SUJUD. COBALAH SIMAK DOA DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD DAN KITA HAYATI MAKNANYA_*:

رب اغفر لي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني

*_√ ROBIGHFIRLII_*,
*_√ WARHAMNII_*,
*_√ WAJBURNII_*,
*_√ WARFA'NII_*,
*_√ WARZUQNII_*,
*_√ WAHDINI_*,
*_√ WA'AAFINII_*,
*_√ WA'FUANNII_*

*_√ ROBIGHFIRLII_*.
Wahai Tuhan ampunilah dosaku. 
Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho اللّهُ Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

*_√ WARHAMNII_*.
Sayangilah diriku. 
Kalau kita disayang اللّهُ hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih Sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih Sayang اللّهُ nafsu kita akan terbimbing.

*_√ WAJBURNII_*.
Tutuplah segala kekuranganku. 
Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki اللّهُ , maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

*_√ WARFA'NII_*.
Tinggikanlah derajatku. 
Kalau اللّهُ sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

*_√ WARZUQNII_*.
Berikanlah aku rizki, 
Sebagai hamba اللّهُ kita membutuhkan rizki اللّهُ mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

*_√ WAHDINI_*.
Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. 
Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan akhirat, tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah utk kebahagiaan di dunia.

*_√ WA'AAFINII_*.
Berikanlah aku kesehatan.
Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban orang lain.

*_√ WA'FUANNII_*.
Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. 

Dari do'a tsb diawali do'a dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan ampunan utk menghapus dosa. Sehingga kita berharap benar-benar bersih dari dosa.

ALLAH SWT memerintahkan kita untuk membaca do'a itu, Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita.

*_TERKADANG YG JADI PERSOALAN DI MANA HATI DAN  PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO'A ITU ?_*
*_DAN BANYAK DIANTARA KITA TIDAK MENGERTI MAKNANNYA_*.

Padahal dahsyat  doa tsb, dan masih banyak orang, entah dia imam atau pun makmum..., sering tergesa-gesa membacanya. Seharusnya  tuma'nina dgn meresapi dan benar2 meminta kepada ALLAH SWT.

Marilah segera resapi dan tuma'nina semoga mendapatkan dahsyatnya do'a tsb.

Allahu a'lam bishawab...

05/09/16

Fakultas Keikhlasan

*KH Hasan Abdullah Sahal* tidak bisa menahan haru pada saat memberi amanah pada Reuni Akbar Alumni Pondok Modern Gontor, Sabtu, 3 September 2016. Beliau sesenggukan di depan panggung, menahan nafas sebentar, merasakan luapan kegembiraan yang luar biasa melihat 11.000 alumni Gontor tumpah ruah di bawah tenda raksasa yang dipasang memanjang dari depan Masjid hingga gedung Saudi.

Beliau senang sekali, sambil berkata: _"Antum semua penting, tidak ada yang lebih penting antara satu orang dengan yang lain. Yang datang ke sini semuanya berpikir maksimal. Sudah berhari-hari, berbulan-bulan berpikir agar peringatan 90 tahun Gontor ini berjalan maksimal. Walaupun bukan hadis, saya katakan seperti qaul yang sering kita dengar 'I'mal lidunyaaka kaannaka ta'iisyu abadan wa'mal liaakhiratika kaannaka tamuutu ghadan'. Semuanya nomor satu, tidak ada yang dinomorduakan.."_

Beliau berpesan agar kita bekerja bukan untuk pencitraan belaka. Kekiaian dan kesantrian tidak perlu digembar-gemborkan. Orang yang tidak punya nama, akan mencari nama. Orang yang tidak punya titel, akan mencari titel. Orang yang tidak punya jabatan, akan mencari jabatan. Kita tidak termasuk itu.

Cukuplah _mazahib_ yang sudah ada selama ini, Syafi'i, Hambali, dan seterusnya. Janganlah ditambah satu mazhab lagi yaitu mazhab _jaibiyyah, pocketisme_. Baru mau kerja kalau ada amplop. Ngga ada SK beramplop maka ngga mau kerja.

Pak kiai menegaskan mengapa di Gontor selalu dinyanyikan lagu Indonesia Raya, sebelum _Hymne oh Pondokku_ karena Gontor dan pesantren lain adalah pelaku perjuangan. Sejak zaman penjajahan, pesantren berada dalam garda terdepan untuk berjuang melawan penjajah.

Di sini, memang ada marhalahisme, penggolongan antar periode, yang dipelopori oleh *Abu Sittin*, alumni tahun 60an. Namun demikian, saat bertemu dalam satu kesempatan semua menjadi cair. Tidak ada lagi sekat-sekat yang membedakan antara satu periode dengan periode yang lain.

Alumni Gontor jika bertemu dengan alumni Gontor yang lain akan hilang semua sekat-sekat. Karena di Gontor diajarkan *Fakultas Ukhuwwah Islamiyyah* yang bisa jadi tidak diajarkan di Universitas lain. Kalaupun seseorang mempunyai paham lebih banyak Muhammadiyah atau NU, saat bertemu sesama alumni, semuanya mencair untuk kemudian bersatu dalam wadah keislaman. Pernah ada seorang yang sangat fanatik dengan paham Muhammadiyah, pokoknya semua menantunya harus Muhammadiyah. Tetapi ketika yang melamar anaknya alumni Gontor, maka NU-Muhammadiyah itu hilang, walaupun sesungguhnya yang melamar itu lebih dekat dengan NU. Gontor di atas dan untuk semua golongan. Tidak ada NU, tidak ada Muhammadiyah, yang ada mungkin *Nahdlatul Muhammadiyah*.

*Kiai Ahmad Sahal* berbeda, *Kiai Imam Zarkasyi* berbeda, *Kiai Zaenuddin Fannanie* berbeda. Tetapi yang ditunjukkan adalah perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan berpecah belah. Mereka menunjukkan mampu bersatu bahu membahu membangun Gontor yang kita lihat sampai sekarang.

Satu fakultas lagi yang ada di Gontor dan dicontohkan langsung oleh para pendiri adalah *Fakultas Keikhlasan*. Mungkin perbedaan para pendiri itu begitu banyak, terkadang keras, tetapi yang menyatukan semuanya adalah KEIKHLASAN. Tanpa keikhlasan, tidak mungkin Gontor bisa solid sampai sekarang.

Maka kita didik anak-anak untuk mandiri. Semuanya dari hasil didikan kita sendiri, agar mereka terbiasa menjadi pemimpin di masyarakat. Maka saya wasiatkan agar alumni Gontor bisa menjadi pemimpin di masyarakat, agar pemimpin bangsa ini di masa depan dipenuhi oleh jiwa kepondokmodernan, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwwah Islamiyyah dan kebebasan.

Bebas dalam berpikir, bebas dalam bertindak, asal jangan kebablasan, bukan bebas sebebas-bebasnya karena dibingkai dalam jiwa kepondokmodernan. Jangan sampai anak-anakku menjadi MUSFIR (Muslim tapi Kafir) ataupun MUNTABER (Munafik tapi Berhasil).

Tema peringatan 90 tahun ini adalah mengestafetkan nilai-nilai pondok untuk kemuliaan umat dan bangsa. Kami-kami ini rata-rata sudah 70 tahun. Sekarang ini, praktis kami hanya 30% melakukan tugas-tugas kepemimpinan, dan 70% sudah kami serahkan semuanya kepada para kader. Kita siapkan agar kapan saja kami dipanggil, para kader ini sudah siap.

Begitulah nasihat Kiai Hasan itu terngiang, merasuk ke dalam mata hati dan jiwa. Tak terasa air mata saya ikut menitik sambil berbisik pelan, duhai diri, mereka sudah berjuang begitu banyak, apa yang sudah kau berikan untuk umat dan bangsa?

*Gontor, 4 September 2016*
*@akbarzainudin*

03/09/16

Siapa Ahlussunnah wal Jamaah

Terjemah Sambutan Maulana Ali Jum'ah Pada Pembukaan Muktamar "Siapakah Ahlussunnah Wal Jamā'ah?"

Chechnya 25 Agustus 2016

Para hadirin sekalian, di hadapan grand syaikh Al-Azhar, imam Ahlussunnah Wal Jamā'ah, saya berkata kepada anda semua:

Assalāmu 'Alaikum Wr. Wb.

Ahlussunnah Wal Jamā'ah (Aswaja) membedakan antara  teks wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah), penafsiran dan penerapannya, dalam upaya melakukan tahqīq manāth (memastikan kecocokan sebab hukum pada kejadian) dan takhrīj manāth (memahami sebab hukum). Metodologi inilah yang melahirkan Aswaja.

Aswaja adalah mayoritas umat Islam sepanjang masa dan zaman, sehingga golongan lain menyebut mereka dengan sebutan: "Al-'Āmmah (orang-orang umum) atau Al-Jumhūr", karena lebih dari 90% umat Islam adalah Aswaja.

Mereka mentransmisikan teks wahyu dengan sangat baik, mereka menafsirkannya, menjabarkan yang mujmal (global), kemudian memanifestasikannya dalam kehidupan dunia ini, sehingga mereka memakmurkan bumi dan semua yang berada di atasnya.

Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibrīl yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsān, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fikih dan suluk. Setiap imam dari para imam Aswaja telah melaksanakan tugas sesuai bakat yang Allah berikan.

Mereka bukan hanya memahami teks wahyu saja, tapi mereka juga menekankan pentingnya memahami realitas kehidupan. Al-Qarāfī dalam kitab Tamyīz Al-Ahkām menjelaskan: Kita harus memahami realitas kehidupan kita. Karena jika kita mengambil hukum yang ada di dalam kitab-kitab dan serta-merta menerapkannya kepada realitas apapun, tanpa kita pastikan kesesuaian antara sebab hukum dan realitas kejadian, maka kita telah menyesatkan manusia.

Di samping memahami teks wahyu dan memahami realitas, Aswaja juga menambahkan unsur penting ketiga, yaitu tata cara memanifestasikan atau menerapkan teks wahyu yang absolut kepada realitas kejadian yang bersifat relatif. Semua ini ditulis dengan jelas oleh mereka, dan ini juga yang dijalankan hingga saat ini. Segala puji hanya bagi Allah yang karena anugerah-Nya semua hal baik menjadi sempurna.

Inilah yang tidak dimiliki oleh kelompok-kelompak radikal. Mereka tidak memahami teks wahyu. Mereka meyakini bahwa semua yang terlintas di benak mereka adalah kebenaran yang wajib mereka ikuti dengan patuh. Mereka tidak memahami realitas kehidupan. Mereka juga tidak memiliki metode dalam menerapkan teks wahyu pada tataran realitas. Karena itu mereka sesat dan menyesatkan, seperti yang imam Al-Qarāfī jelaskan.

Aswaja tidak mengafirkan siapapun, kecuali orang yang mengakui bahwa ia telah keluar dari Islam, juga orang yang keluar dari barisan umat Islam. Aswaja tidak pernah mengafirkan orang yang salat menghadap kiblat. Aswaja tidak pernah menggiring manusia untuk mencari kekuasaan, menumpahkan darah, dan tidak pula mengikuti syahwat birahi (yang haram).
                        
Aswaja menerima perbedaan dan menjelaskan dalil-dalil setiap permasalahan, serta menerima kemajemukan dan keragaman dalam akidah, atau fikih, atau tasawuf:
(mengutip 3 bait dari Al-Burdah):

"Para nabi semua meminta dari dirinya.
Seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya.
Para nabi sama berdiri di puncak mereka.
Mengharap setitik ilmu atau seonggok hikmahnya.
Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya.
Terpilih sebagai kekasih Allah Pencipta manusia."

Aswaja berada di jalan cahaya terang yang malamnya seterang siangnya, orang yang keluar dari jalan itu pasti celaka.

Aswaja menyerukan pada kebajikan, dan melarang kemungkaran. Mereka juga waspada dalam menjalankan agama, mereka tidak pernah menjadikan kekerasan sebagai jalan.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy'arī, bahwa Rasulullah SAW. bersabda: "...hingga seseorang membunuh tetangganya, saudaranya, pamannya dan sepupunya.", Para sahabat tercengang: "Subhānallah, apakah saat itu mereka punya akal yang waras?" Rasulullah menjawab: "Tidak. Allah telah mencabut akal orang-orang yang hidup pada masa itu, sehingga mereka merasa benar, padahal mereka tidaklah dalam kebenaran."

Rasulullah juga bersabda: "Barangsiapa yang keluar dari barisan umatku, menikam (membunuh) orang saleh dan orang jahatnya, ia tidak peduli pada orang mukmin juga tidak menghormati orang yang melakukan perjanjian damai (ahlu dzimmah), sungguh dia bukanlah bagian dari saya, dan saya bukanlah bagian dari dia."

Aswaja memahami syariat dari awalnya. Mereka memahami "Bismillāhirrahmānirrahīm" (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Allah Menyebutkan dua nama-Nya, yaitu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah tidak mengatakan: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Membalas dan Maha Kuat". Justru Allah menyampaikan pesan keindahan dalam keindahan (melalui Ar-Rahmān dan Ar-Rahīm). Allah tidak mengenalkan diri-Nya dengan keagungan-Nya SWT.

Kami belajar "Bismillāhirrahmānirrahīm" di Al-Azhar. Para ulama Al-Azhar saat menafsirkannya menjelaskan dengan banyak ilmu. Mereka menjelaskan "Bismillāhirrahmānirrahīm" dari banyak perspektif ilmu: fikih, mantiq (logika), akidah, suluk dan balaghah. Mereka sabar duduk menjelaskannya dengan begitu lama dan panjang, hingga kita menyangka bahwa penjelasan mereka tidak ada ujungnya.

Kemudian, setelah musibah (teror golongan radikal) ini menimpa, kita baru memahami bahwa metode mengajar ulama Al-Azhar itu merupakan kebenaran. Mereka membangun piramida (ilmu kita) sesuai cara yang benar: membangun pondasi piramida dari bawah, hingga sampai pada ujung lancipnya yang berada di atas. Sementara kelompok radikal membalik cara membangun piramida (ilmu mereka, ujungnya di bawah, dan pondasinya di atas) hingga piramida itu runtuh mengenai kepala mereka sendiri.

Aswaja tidak memungkiri peran akal, bahkan mereka mampu mensinergikan akal dan teks wahyu, serta mampu hidup damai bersama golongan lain.
                       
Aswaja tidak pernah membuat opini umum palsu (memprovokasi). Mereka tidak pernah bertabrakan (melakukan kekerasan) dengan siapapun di jagad raya. Aswaja justru membuka hati dan jiwa mereka untuk semua orang, hingga mereka berbondong-bondong masuk Islam.

Para ulama Aswaja telah melaksanakan apa yang harus mereka lakukan pada zaman mereka. Karena itu kita juga harus melaksanakan kewajiban kita di zaman ini dengan baik. Kita wajib memahami teks wahyu, memahami realitas dan mempelajari metode penerapan teks wahyu pada realitas.

Aswaja memperhatikan dengan cermat 4 faktor perubahan, yaitu: waktu, tempat, individu dan keadaan. Al-Qarāfī menulis kitab luar biasa yang bernama Al-Furūq untuk membangun naluri ilmiah (malakah) hingga kita mampu melihat perbedaan detail.

Awal yang benar akan mengantar pada akhir yang benar juga. Karena itu, barangsiapa yang mempelajari alfabet ilmu (pondasi awal ilmu) dengan salah, maka ia akan membaca dengan salah juga, lalu memahami dengan salah, kemudian menerapkan dengan salah, hingga ia menghalangi manusia dari jalan Allah tanpa ia sadari. Inilah yang terjadi (dan yang membedakan) antara orang yang belajar ilmu bermanfaat, terutama Al-Azhar sebagai pemimpin lembaga-lembaga keilmuan, dan antara orang yang mengikuti hawa nafsunya, merusak dunia dan menjelekkan citra Islam serta kaum muslimin.            
           
Pesan saya kepada umat Islam dan dunia luar: Ketahuilah bahwa Al-Azhar adalah pembina Aswaja. Sungguh oknum-oknum (yang membencinya) telah menyebar kabar keji, dusta dan palsu bahwa Al-Azhar telah mengalami penetrasi (dan lumpuh). Mereka ingin membuat umat manusia meragukan Al-Azhar sebagai otoritas yang terpercaya, hingga mereka tidak mau kembali lagi kepada Al-Azhar sebagai tempat rujukan dan perlindungan.

Al-Azhar tetap berdiri dengan pertolongan Allah SWT, dibawah pimpinan grand syaikhnya. Setiap hari Al-Azhar berusaha untuk mencapai tujuan-tujuan mulianya, juga membuka mata seluruh dunia, menyelamatkan mereka dari musibah (radikalisme) yang menimpa.

Al-Azhar tidak disusupi dan tak akan lumpuh selamanya hingga hari akhir, karena Allah Yang membangunnya dan melindunginya. Allah juga Yang mentakdirkan orang-orang pilihan-Nya untuk mejalankan manhaj Aswaja di Al-Azhar, meski orang fasik tidak menyukainya.    
                   
Doakanlah untuk kami, semoga Allah memberi kami tuntunan taufīq  agar kami bisa melakukan hal yang dicintai dan diridhoi-Nya.

Doakan agar kami mampu menyebar luaskan agama yang benar ini, dengan pemahaman dan praktek yang benar juga, dan semoga kami mampu menjelaskan jalan yang penuh cahaya ini kepada umat manusia, sesuai ajaran Rasulullah.
Doakan kami semoga Allah membimbing kita semua -di muktamar ini, dan pasca muktamar- semoga muktamar ini bisa menjadi awal perbaikan citra Islam di kalangan korban Islamophobia, baik muslim maupun non-muslim.

-FP Ahbab Maulana Syekh Ali Jum'ah

#Muktamar_Chechnya
Edisi bahasa Arabnya.     :
           البيان الختامي لمؤتمر (من هم أهل
السنة والجماعة؟! بيان وتوصيف لمنهج أهل السنة والجماعة اعتقادا وفقها وسلوكاً، وأثر الانحراف عنه على الواقع)
=========
بِسْم الله الرحمن الرحيم.

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

ففي مساء الخميس الحادي والعشرين من ذي القعدة، سنة سبع وثلاثين وأربعمائة وألف موافق الخامس والعشرين من أغسطس سنة ست عشرة وألفين من الميلاد، وفي ظل محاولات اختطاف لقب (أهل السنة والجماعة) الشريف من قبل طوائف من الخوارج والمارقين الذين تُسْتَغل ممارساتهم الخاطئة لتشويه صورة الدين الإسلامي، انعقد المؤتمر العالمي لعلماء المسلمين إحياء لذكرى الشيخ الشهيد الرئيس أحمد حاج قديروف رحمه الله تحت عنوان: (من هم أهل السنة والجماعة؟! بيان وتوصيف لمنهج أهل السنة والجماعة اعتقادا وفقها وسلوكاً، وأثر الانحراف عنه على الواقع)، برعاية كريمة من فخامة الرئيس رمضان أحمد قديروف حفظه الله، وحضور رفيع لفضيلة الإمام الأكبر شيخ الأزهر، والمفتين، وأكثر من مئتي عالم من علماء المسلمين، من أنحاء العالم وقد خَلُص المؤتمر إلى الآتي:

* أهل السنة والجماعة هم الأشاعرة والماتريدية في الاعتقاد، وأهل المذاهب الأربعة الحنفية والمالكية والشافعية والحنابلة في الفقه، وأهل التصوف الصافي علماً وأخلاقاً وتزكيةً على طريقة سيد الطائفة الإمام الجنيد ومن سار على نهجه من أئمة الهدى، وهو المنهج الذي يحترم دوائر العلوم الخادمة للوحي، ويكشف بحق عن معالم هذا الدين ومقاصده في حفظ الأنفس والعقول، وحفظ الدين من تحريفه والعبث به، وحفظ الأموال والأعراض، وحفظ منظومة الأخلاق الرفيعة.

* للقرآن الكريم حرم يحيط به من العلوم الخادمة له، المساعدة على استنباط معانيه، وإدراك مقاصده وغاياته الموصلة إلى الله، واستخراج العلوم الـمُودعة فيه، وتحويل آياته إلى حياة وحضارة، وآداب وفنون وأخلاق ورحمة وراحة، وإيمان وعمران، وإشاعة السلم والأمان في العالم، حتى ترى الشعوب والثقافات والحضارات المختلفة عيانا أن هذا الدين رحمة للعالمين، وسعادة في الدنيا والآخرة.

* منهج أهل السنة والجماعة هو أجمعُ وأدق مناهج أهل الإسلام وأتقنها، وأشدها إحكاما، وأكثرها عناية بانتقاء الكتب العلمية ومنهجيات التدريس التي تعبر تعبيرا صحيحاً عن طريقة العقل المسلم في إدراك الشرع الشريف، وإدراك الواقع بكل تعقيده، وحسن الربط بينهما.

  * قامت تلك المدارس العلمية المعبرة عن أهل السنة والجماعة عبر قرون كثيرة بتخريج مئات الألوف من العلماء والخريجين، الذين انتشروا في آفاق الدنيا من سيبيريا إلى نيجيريا، ومن طنجة إلى جاكرتا، وتولوا الرتب والمناصب المختلفة، مع الإفتاء والقضاء والتدريس والخطابة، فاستفاض بهم الأمان في المجتمعات، وأطفئوا نيران الفتن والحروب، واستقرت بهم الأوطان، وانتشر بهم العلم والوعي الصحيح.

* ظل أهل السنة والجماعة عبر التاريخ يرصدون كل فكر منحرف، ويرصدون مقالات الفرق ومفاهيمها، ويقيمون لها موازين العلم والنقد والتفنيد، ويظهرون الإقدام والحزم في مواجهة مظاهر الانحراف، ويستخدمون أدوات العلوم الرصينة في التمحيص والتصويب، فكلما نشط منهجهم العلمي انحسرت أمواج التطرف، واستقام الأمر للأمة المحمدية لتتفرغ وتنصرف لصناعة الحضارة، فوجد العباقرة من علماء الإسلام، الذين أسهموا في الجبر والمقابلة والحساب والمعادلات المثلثية، وعلوم الهندسة التحليلية، والكسور الاعتيادية واللوغاريثمات، والوزن النوعي، وطب وجراحة العيون، والطب النفسي، وعلوم الأورام، والأوبئة، والأجنة والعقاقير، وموسوعات الصيدلة، وعلوم الحيوان والنبات، والجاذبية الأرضية، وعلوم النجوم والبيئة، وعلوم الصوتيات والبصريات، وغير ذلك من العلوم، وتلك ثمرات منهج أهل السنة والجماعة التي لا تنكر.

* تكرر عبر التاريخ هبوب أمواج من الفكر المضطرب والمنحرف، الذي يدعي الانتساب إلى الوحي الشريف، ويتمرد على المنهج العلمي الصحيح ويروم تدميره، ويزعزع أمن الناس واستقرارهم، وكانت أولى تلك الموجات الضالة الضارة، الخوارج قديما، وصولا إلى خوارج العصر الحديث من أدعياء السلفية التكفيرية، وداعش ومن سار على نهجهم من التيارات المتطرفة التي يعتبر القاسم المشترك بينها هو التحريف الغالي والانتحال المبطل، والتأويل الجاهل للدين، مما ولَّدَ عشرات من المفاهيم المضطربة المغلوطة، والتأويلات الباطلة التي تناسل منها التكفير والتدمير، وإراقة الدماء والتخريب، وتشويه اسم الإسلام، والتسبب في محاربته والعدوان عليه، وهو ما استوجب انبراء العدول من حملة هذا الدين الحنيف لتبرئته من كل ذلك مصداقاً لقوله صلى الله عليه وسلم في الحديث الصحيح: (يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله، ينفون عنه تحريف الغالين، وانتحال المبطلين، وتأويل الجاهلين).

* يأتي هذا المؤتمر ليكون بإذن الله نقطة تحول مباركة لتصويب الانحراف الحاد والخطير الذي طال مفهوم "أهل السنة والجماعة" إثر محاولات اختطاف المتطرفين لهذا اللقب الشريف وقصرِه على أنفسهم، وإخراج أهله منه، وذلك من خلال تفعيل المنهج العلمي الرصين الأصيل الذي تبنته مدارسنا الكبرى التي تمثل صِمَام الأمان في تفكيك أطروحات التكفير والتطرف، ومن خلال إرسال رسائل الأمان والرحمة والسلام للعالمين، حتى ترجع بإذن الله بلداننا كلها منابر للنور، ومنابع للهداية.

وقد خلص المؤتمر أيضا إلى عدة توصيات:

١- إنشاء قناة على مستوى روسيا توصل صورة الإسلام للمواطنين وتحارب التطرّف والإرهاب.

٢- عودة مدارس العلم الكبرى للوعي بذاتها وتاريخها ومناهج تدريسها الأصيلة والعريقة، والرجوع إلى تدريس دوائر العلم المتكاملة، التي تصنع العلماء القادرين على الهداية، وعلى تفنيد مظاهر الانحراف الفكري، وعلى إشاعة العلم والأمان، وحفظ الأوطان.

٣- العناية والاهتمام الضروريان بقنوات التواصل الاجتماعي، وتخصيص ما يلزم من الطاقات والخبرات للحضور في تلك الوسائط حضوراً قويا فاعلا.

٤- رفع مستوى الاهتمام والعناية بتدريس كافة العلوم الإسلامية، وخاصة علمي أصول الفقه والكلام لضبط النظر وتصحيح الفكر وتفنيد مقولات التكفير والإلحاد.

٥- أن يتم إنشاء مركز علمي بجمهورية الشيشان العتيدة لرصد ودراسة الفرق المعاصرة ومفاهيمها، وتشكيل قاعدة بيانات موثقة تساعد على التفنيد والنقد العلمي للفكر المتطرف ومقولاته، ويقترح المؤتمرون أن يحمل هذا المركز اسم (تبصير).

6- ضرورة رفع مستىوى التعاون بين المؤسسات العلمية العريقة كالأزهر الشريف، والقرويين والزيتونة، ومراكز العلم والبحث فيما بينها ومع المؤسسات الدينية والعلمية في روسيا الاتحادية.

7- ضرورة افتتاح (منصات تعليمية) للتعليم عن بعد لإشاعة العلم الآمن، حيثُ إنها تخدم الراغبين في العلم والمعرفة ممن يمنعهم عملهم من الانتظام في التعليم النظامي.

8- توجيه النصح للحكومات بضرورة دعم المؤسسات الدينية والمحاضن القائمة على المنهج الوسطي المعتدل، والتحذير من خطر ما تقوم به بعض الحكومات من اللعب على سياسة الموازنات وضرب الخطاب الديني ببعضه، وأنه لا ينتج إلا مزيدا من القلق في المجتمع، وتفتيتاً لصفه.

9- يوصي المشاركون مؤسسات أهل السنة الكبرى - الأزهر ونحوه – بتقديم المنح الدراسية للراغبين في دراسة العلوم الشرعية من المسلمين في روسيا.

10- يوصي المشاركون أن ينعقد هذا المؤتمر الهام بشكل دوري، لخدمة هذه الأهداف الجليلة، ومواكبة ما يستجد من تحديات ومواجهتها.

11 – تكوين لجنة لمتابعة تنفيذ النتائج والتوصيات التي تضمنها هذا البيان.

وقد تقدم المشاركون لفخامة الرئيس رمضان أحمد قديروف بالشكر الجزيل على جهوده المباركة في خدمة القرآن الكريم والسنة المطهرة، ودعوا له بالتوفيق لمواصلة مسيرة والده الشهيد الشيخ الحاج أحمد قديروف في خدمة الإسلام والإنسانية، والدفاع عن عقيدة أهل السنة والجماعة، رافعين أكفَّ الضراعة للباري عز وجل أن يتغمد فقيد الإسلام بالرحمة والرضوان ويكرم نزله في الجنان، وأن يحفظ الشيشان ويديم عليها الأمن والأمان والتقدم والازدهار.

كما توجه المشاركون بالشكر لمكتب ديوان الرئاسة لحسن تعاونه مع المنظمين، وللصندوق الإقليمي الخيري باسم بطل روسيا الشيخ الشهيد أحمد قديروف، والمؤسسة الخيرية لدعم الثقافة الإسلامية والعلم والتعليم، ومؤسسة طابة وسائر الإخوة الذين شاركوا في الترتيب والتنظيم لهذا المؤتمر.

وصلى الله وسلم على سيدنا ومولانا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

صدر في الشيشان، غروزني، 24 ذو القعدة 1437هـ،27 أغسطس 2016